oleh An Xin

Seorang wanita warga Amerika Serikat yang berasal dari Tiongkok bernama Lin Ying mengaku bersalah di pengadilan federal di Distrik Timur New York, Rabu 17 April lalu.

Dia adalah seorang mantan staf maskapai Air China yang secara ilegal membantu personil diplomatik Tiongkok mengirimkan bagasi ke Tiongkok atas suruhan pejabat militer Tiongkok.

Menurut dokumen pengadilan, Lin Ying saat bertugas di meja depan melayani penumpang pesawat Air China dalam Bandara Internasional John F. Kennedy di New York,  ternyata secara diam-diam mengirimkan bagasi pejabat militer komunis Tiongkok atas nama penumpang. Ia juga menyelundupkan sejumlah bagasi yang diterima dari Konsulat Jenderal Tiongkok di New York untuk dikirim ke Beijing.

Menurut hukum yang berlaku di negeri itu, pesawat dilarang menerima bagasi orang yang tidak naik pesawat. Dikarenakan Lin Ying mengikuti perintah dari pejabat komunis Tiongkok, maka jaksa penuntut menuduh Lin Ying menyembunyikan identitas sebagai agen asing.

Wanita itu dicurigai telah berulang kali melaksanakan tugas komunis Tiongkok tanpa melaporkannya kepada ransportation Security Administration disingkat TSA atau Administrasi Keamanan Transportasi Federal AS.

Lin Ying telah mendapat imbalan dari pejabat komunis Tiongkok, termasuk menikmati manfaat yang bernilai setaraf staf diplomatik serta renovasi tempat tinggal secara gratis dan lainnya.

Saat di persidangan, Lin Ying mengakui kesalahannya bahwa ia adalah agen asing tetapi tidak melaporkannya kepada pemerintah AS.

Lin Ying kini menghadapi tuntutan maksimal 10 tahun penjara. Ia menyetujui kekayaannya sekitar 170.000 dolar AS disita oleh negara.

Meskipun Lin Ying telah menerima naturalisasi dan berwarganegara Amerika Serikat, tetapi hakim mengatakan bahwa jika ditemukan adanya keterangan yang tidak benar dalam permohonan naturalisasinya, maka pemerintah dapat mencabut kewarganegaraannya. (Sin/asr)

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular