- Erabaru - http://m.erabaru.net -

20 Tahun yang Lalu Dia Tega Meninggalkan Anak dan Istrinya, Kini Dia Meratap pada Istri dan Putrinya Agar Menerimanya Kembali

Erabaru.net. Meninggalkan anak dan istri, jelas bukan hal yang bisa dilakukan oleh seorang pria yang bertanggung jawab. Namun, Li Erzhu dari Desa Xingwang adalah sesosok orang yang dikutuk oleh semua orang di desanya. Kisah ini berawal dari istrinya, Zhao Xiaolan yang melahirkan anak perempuan.

Ketika istrinya hamil, Li Erzhu selalu dengan telaten mengurusnya, seluruh keluarganya pun sangat bahagia, menantikan kelahiran si kecil.

Sambil memandang suaminya yang mengurus dirinya dengan penuh cinta, Zhao Xiaolan merasa sangat bahagia dan merasa tidak salah menikah dengan Li Erlzhu. Namun, ketika putrinya lahir, situasinya berbalik 180 derajat, Li Erzhu berubah drastis, menyalahkan istrinya karena melahirkan anak perempuan, sementara yang dia inginkan adalah anak laki-laki sebagai penerus keturunan.

[1]
Ilustrasi.

Zhao Xiaolan hanya bisa diam dan menangis sedih dengan perubahan sikap suaminya. Sejak itu, Li Erzhu sering tidak pulang ke rumah. Rumor mengatakan bahwa dia memiliki hubungan dengan janda desa tetangga.

Saat pulang ke rumah, dan ibunya menegurnya, seketika membuatnya kesal dan mendorong ibunya hingga jatuh tersungkur, dan menyuruh ibunya agar diam.

Li Erzhu mengatakanbahwa dia akan bersikap baik pada siapa pun yang bisa melahirkan anak laki-laki untuknya.

[2]
Ilustrasi.

Setiap hari, Li Erzhu menjadi bahan candaan warga desa. Hingga suatu hari, Li Erzhu pergi dari rumah dan tak pernah pulang lagi. Keesokannya, janda desa tetangga juga menghilang.

Orang-orang tahu apa yang sedang terjadi. Zhao Xiaolan hanya bisa menangis sedih setiap hari, dia tidak tahu apa yang harus dilakukan setelah suaminya pergi meninggalkan dirinya dan anaknya.

Ketika mengingat suaminya tidak pernah sekali pun menggendong putrinnya, bahkan melirik sekilas pun tidak, Zhao Xiaolan tiba-tiba menjadi sangat benci pada suaminya.

Li Erzhu bukan saja meninggalkan istri dan anaknya, dia bahkan tidak peduli pada orangtuanya yang sudah tua.

[3]
Ilustrasi.

Zhao Xiaolan mau tidak mau harus mengurus anak dan mertuanya sekaligus. Penduduk desa memuji Zhao Xiaolan sebagai wanita yang tegar. Untungnya, anak perempuannya cukup dewasa, meski masih kecil, tapi sering membantu meringankan pekerjaan ibunya dan membuat kakek-neneknya tertawa dengan canda lucunya.

Mertuanya tidak tega melihat Zhao Xiaolan, itu begitu kelelahan setiap hari, dan berulang kali menyarankan Zhao Xiaolan untuk menikah lagi. Tapi Zhao Xiaolan selalu menolaknya.

Setelah putrinya mulai sekolah, biaya pengeluaran keluarga pun otomatis bertambah. Meski usianya kurang dari 40 tahun, namun, karena selalu kerja keras, hingga ia jatuh sakit, tetapi semangatnya kembali berkobar dan seakan memiliki energi yang tak ada habisnya ketika melihat prestasi sekolah putrinya yang membanggakannya.

[4]
Ilustrasi.

Singkat cerita, setelah lulus kuliah, putri Zhao Xioalan meniti karier di kota. Sang ibu akhirnya dapat menikmati masa tuanya. Satu tahun kemudian, putrinya menikah dan tinggal dengan suaminya di kota.

Kariernya semakin sukses dan memiliki keluarga yang bahagia. Setiap saat pulang ke desa, Sin Sin, putrinya selalu membawa banyak oleh-oleh untuk ibunya yang telah membesarkannya dengan susa.

Ibu dan anak ini mengobrol santai sambil bercanda di teras rumah. Saat sedang asyik mengobrol, tiba-tiba terlihat seorang pria berusia setengah baya di gerbang pintu rumahnya. Sontak saja Sin Sin terkejut dan Zhao Xiaolan tertegun di tempat

[5]
Ilustrasi.

Ternyata pira itu adalah Li Erzhu dengan janggut yang tak berurus dan pakaian compang camping tengah duduk di tanah, dan dengan mengiba ia berkata pada istrinya: “Istriku, aku pulang, wanita (Janda) itu ternyata penipu, dia kabur dengan pria lain setelah membawa kabur semua uangku. Putriku, kamu sudah sebesar ini, aku ayahmu, ayahmu nak. Ibumu benar-benar hebat telah membesarkanmu sedemikian rupa, kamu harus berbakti kepada kami berdua, meskipun ayah telah pergi selama beberapa tahun, tetapi bagaimanapun, aku adalah ayahmu”

Zhao Xiaolan yang tak tega melihat kondisinya seperti itu kemudian menyuruhnya masuk ke rumah. Sementara Sin Sin, putrinya berkata dengan emosi : “Kau bilang kau ayahku? Ayah mana yang tak pulang selama 20 tahun ? Ayah mana yang mencampakkan orangtuanya selama 20 tahun? Ayah mana yang meninggalkan istri dan anaknya lalu kabur dengan wanita lain? “

“Sekarang sudah tua dan baru menyadari kesalahan. Selama 20 tahun ini, pernahkan saya menggunakan sepeser pun uangmu, yang Anda bilang sebagai sosok ayah ini, memintaku berbakti kepadamu ? Coba tanyakan pada nuranimu, meski saya memberimu uang, apakah kau berani menggunakannya? Kau tidak punya status apa pun di rumah ini, jadi pulang saja ke tempat asalmu ! “

Sementara itu, kakek nenek Sin Sin yang mengetahui hal itu segera menghampiri Li Erlzhu dan langsung memberi tamparan keras di wajah. “Cepat kau enyah dari sini, kami tidak punya anak sepertimu, kami sudah mati sejak dulu jika saja tidak ada Zhao Xiaolan ketika itu, cepat pergi dari sini,” bentak ayah Li Erlzhu tak bisa menahan amarahnya.

Akhirnya Li Erzhu merasa malu dan mau tidak mau pergi dari rumah orangtua sekaligus istrinya yang pernah ditempatinya dua puluh tahun silam.

[6]
Ilustrasi.

Kini Zhao Xiaolan bisa menikmati masa tuanya berkat Sin Sin, putrinya yang berbakti kepadanya, sementara Li Erzhu, ayahhnya terlunta-lunta di masa senja, menjadi pemulung di kota.

Zhao Xiaolan yang berhati lembut dan tak tega meminta Sin Sin memberinya satu juta setiap bulan. Sin Sin tak habis mengerti dengan pikiran ibunya, tapi akhirnya ia turuti apa kata ibunya.

Penduduk desa mengatakan bahwa ibu Sin Sin terlalu baik orangnya, seharusnya membiarkan saja Li Erlzhu, mantan suaminya itu. Namun, ada juga yang mengatakan, bagaimana pun juga keluarga sendiri, tidak bisa untuk tidak peduli. Nah pembaca, bagaimana menurut Anda, apakah putrinya harus menafkahi ayahnya yang tak tahu malu ini? Pantaskah putrinya memberinya uang setiap bulan? (jhn/yant)

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi: