Erabaru.net. Sebuah resolusi oleh anggota parlemen Eropa yang menyerukan sanksi terhadap pelanggar hak asasi manusia di Tiongkok juga menyerukan pembebasan warganegara Kanada yang saat ini ditahan di Tiongkok.

Resolusi Parlemen Eropa (PDF), yang diterbitkan pada tanggal 18 April, sebagai tanggapan atas meningkatnya kecaman dalam beberapa tahun terakhir atas penyalahgunaan etnis minoritas etnis dan agama di Tiongkok.

Sebuah ketentuan pengantar mencatat bahwa “kebebasan beragama dan hati nurani telah mencapai titik terendah baru” di Tiongkok sejak tahun 1970-an, dan bahwa Tiongkok memiliki salah satu populasi tahanan agama terbesar.

Resolusi tersebut menyerukan pembebasan segera terhadap orang-orang Uighur, tokoh-tokoh Tibet, dan tahanan hati nurani yang dianiaya karena keyakinan mereka, termasuk warganegara Kanada bernama Sun Qian.

Sun Qian, seorang penduduk Vancouver yang memperoleh kewarganegaraan Kanada pada tahun 2007, sering bepergian ke Tiongkok untuk bisnis, karena ia adalah wakil presiden perusahaan multi-miliar dolar Beijing, Leadman Biochemistry.

Ia ditahan oleh otoritas Tiongkok pada bulan Februari 2017 karena ia adalah praktisi Falun Dafa, sebuah latihan spiritual yang juga dikenal sebagai Falun Gong yang telah dianiaya oleh otoritas Tiongkok sejak tahun 1999.

Resolusi Parlemen Eropa juga mencakup ketentuan yang menyerukan rezim Tiongkok untuk segera membebaskan warganegara Kanada, yaitu Michael Spavor dan Michael Kovrig.

Warganegara Kanada Michael Spavor (kiri) dan Michael Kovrig (kanan) telah ditahan di Tiongkok  tak lama setelah Kanada menangkap Meng Wanzhou, Kepala Keuangan Huawei di Vancouver pada bulan Desember 2018. (AP Foto)

Michael Spavor, seorang pengusaha, dan Michael Kovrig, seorang mantan diplomat, ditahan pada tanggal 10 Desember 2018. Penahanan mereka secara luas dipandang sebagai pembalasan oleh Beijing atas penangkapan Meng Wanzhou, Kepala Keuangan Huawei oleh Kanada pada tanggal 1 Desember 2018 atas permintaan pihak berwenang Amerika Serikat.

Sun Qian

Pengadilan Sun Qian pada September lalu disebut sebagai pengadilan “pertunjukan” oleh saudara perempuannya bernama Sun Zan, yang juga mengatakan bahwa hanya empat anggota keluarga Sun Qian dan tiga perwakilan dari kedutaan Kanada di Beijing yang diizinkan menghadiri persidangan. Semua orang ditolak masuk, meskipun seharusnya pengadilan tersebut menjadi pengadilan umum.

Sun Qian dilaporkan menghadapi penyiksaan dan pelecehan saat ditahan dengan tujuan agar ia melepaskan keyakinannya.

Kovrig dan Spavor

Penangkapan Meng Wanzhou memicu pertikaian politik antara Ottawa dengan Beijing, yang semakin diperparah dengan penangkapan Michael Spavor dan Michael Kovrig oleh rezim Tiongkok dan meningkatkan hukuman penjara 15 tahun terkait narkoba untuk Robert Schellenberg dari Kanada menjadi hukuman mati.

“Pemerintah Kanada tetap sangat prihatin dengan penahanan sewenang-wenang oleh otoritas Tiongkok terhadap dua warganegara Kanada ini sejak bulan Desember 2018 dan terus menyerukan pembebasan mereka yang segera,” kata Hubungan Global Kanada dalam pernyataan emailnya.

“Kanada terus menyampaikan apresiasinya kepada mereka yang telah berbicara mendukung Kanada yang ditahan dan supremasi hukum. Ini termasuk Australia, Uni Eropa, Perancis, Jerman, Inggris, Amerika Serikat, Belanda, Latvia, Lithuania, Estonia, Spanyol, Denmark, NATO, dan G7.”

Hubungan Global Kanada telah memastikan bahwa Michael Kovrig dan Michael Spavor masing-masing telah menerima enam kali kunjungan konsuler, dan bahwa pejabat konsuler Kanada terus memberikan layanan konsuler kepada keluarga mereka. (Margaret Wollensak/ Vv)

VIDEO REKOMENDASI

Share

Video Popular