oleh Wang Kaidi

Pada 25 April, praktisi Falun Gong memperingati tahun ke 20 petisi damai di Tiongkok. Menjelang hari tersebut, penyintas praktisi Falun Gong diundang oleh organisasi masyarakat Citizen Power Initiatives For China di Washington DC untuk memberikan kesaksian tentang penganiayaan brutal yang dialaminya sendiri dan dilihat di daratan Tiongkok dalam 20 tahun terakhir.

Dia adalah saksi mata sekaligus penyintas penindasan. Dia seorang pengusaha dari Shenyang, Provins Liaoning, Tiongkok yang telah menghabiskan 12 tahun di kamp-kamp kerja paksa dan penjara-penjara komunis Tiongkok.  

Beragam penindasan yang diberlakukan kepada seorang praktisi Falun Gong terdiri penangkapan ilegal, sengatan listrik bertegangan tinggi, disuap makanan secara paksa dan bekerja seperti budak.  Pengusaha ini pun berulang kali dianiaya oleh komunis Tiongkok hingga nyaris meninggal dunia.

Praktisi Falun Gong ini  bernama Yu Ming. Dia mengungkapkan : “Beberapa orang datang untuk mengikat Anda di tempat itu, lalu memukul Anda dengan tongkat bertegangan listrik tinggi. Pada saat itu, mereka berteriak-teriak, pukul, pukul terus, ingin mengetahui seberapa keras batok kepalanya’ teriak polisi yang melakukan pemukulan”.

 

Suasana kamp kerja paksa yang berhasil direkam

Dalam pertemuan itu Yu Ming memutar rekaman video dengan kamera tersembunyi yang ia ambil ketika ia ditahan secara ilegal.

Yu Ming mengatakan : “Praktisi tersebut yang meninggal dunia dalam Penjara Benxi karena penganiayaan komunis Tiongkok. Namanya adalah Hu Guojian. Saya merekam videonya pada saat itu. Setelah dipukuli, tengkoraknya terlepas, ia mengalami kondisi vegetatif persisten. saya rekam saat itu saya berada di sana.”

Cara penganiayaan yang paling brutal dilakukan komunis Tiongkok adalah mengambil paksa organ praktisi Falun Gong secara hidup-hidup.

Seorang korban penindasan

Yu Ming mengatakan bahwa ia dipaksa menjalani tes darah setidaknya 3 kali saat ia masih di kamp kerja paksa untuk melakukan pencocokan organ. Setelah dibebaskan dari penjara, ia juga melakukan banyak pemeriksaan terkait.

“Di tangan saya sekarang ada informasi yang sangat terperinci. Praktisi Falun Gong dianiaya hingga meninggal dunia selama 9 hari ditahan dalam pusat penahanan. Kemudian ketika anggota keluarga pergi kesana untuk melihat jenasah, semua organ dalam tubuhnya sudah hilang,” kata Yu Ming.

Pidato yang disampaikan Yu Ming membuat semua hadirin tak satupun yang tidak berekspresi.

Yang Jianli, pihak yang mensponsori acara tersebut mengatakan : “Ia (Yu Ming) sebagai orang yang mengalami sendiri telah menggenggam informasi langsung untuk diberitahukan kepada kita semua seberapa banyak praktisi Falun Gong yang disiksa sampai mati dalam penjara, dan gambaran yang lebih solid mengenai pengambilan organ.”

Aktivis Xinjiang, Kyle Olbert mengatakan : “Kesaksian Yu Ming sangat kuat. Penganiayaan  terhadap praktisi Falun Gong oleh komunis Tiongkok benar-benar mengerikan. Mereka harus bertanggung jawab terhadap hal ini.”

Kyle Olbert

20 tahun telah berlalu, tetapi penganiayaan terhadap Falun Gong selain tidak dihentikan, melainkan telah memperluas penganiayaan terhadap lebih banyak rakyat Tiongkok. Yu Ming juga meminta masyarakat Barat arus utama untuk menaruh perhatian dan membantu dengan  tindakan.

“Para elit di masyarakat Barat akhirnya tersadarkan sekarang. Kemudian mereka sekarang juga sedang belajar dan mempertimbangkan. Saya berharap mereka memiliki tindakan lebih lanjut,” kata Yu Ming. (Sin/asr)

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular