Erabaru.net. Sebuah SUV (sports utility vehicle) yang diproduksi oleh NIO, produsen mobil listrik Tiongkok, secara spontan terbakar pada tanggal 22 April 2019, yang sangat mengejutkan netizen Tiongkok

NIO adalah salah satu produsen mobil listrik terbesar di Tiongkok dan merupakan pesaing utama Tesla yang berbasis di Amerika Serikat.

Meskipun menghadapi pengawasan di Tiongkok, NIO juga berada dalam masalah hukum di Amerika Serikat. Saat ini NIO menghadapi beberapa tuntutan hukum yang diajukan oleh pemegang saham Amerika Serikat.

Menurut dokumen gugatan yang diajukan pada bulan Maret 2019, NIO dan tim manajemennya diduga membuat pernyataan yang salah dan menyesatkan mengenai perkiraan penjualan dan rencana produksinya, yang menyebabkan para pemegang saham salah menaksir kinerja NIO dan kehilangan investasinya.

Terbakar

Akun resmi NIO di Weibo, platform media sosial yang mirip Twitter, memposting pesan pada tanggal 22 April 2019: “Pada sore hari tanggal 22 April 2019, sebuah ES8 yang sedang diperbaiki terbakar di situs layanan [pemeliharaan] NIO di Xi’an [Provinsi Shaanxi] … Tidak ada yang terluka.”

ES8 adalah SUV yang memiliki tujuh tempat duduk, yang dijual sejak bulan Juni 2018. Ini adalah pertama kalinya sebuah mobil NIO terbakar.

Dari foto di tempat kejadian perkara yang mulai beredar online, orang dapat melihat mobil terbakar, di mana hanya rangka mobil yang tersisa.

Surat kabar setempat Xi Huashang melaporkan pada tanggal 23 April 2019 bahwa ES8 diparkir di ruang terbuka, di samping tiang pengisian daya. Ketika terbakar, pekerja di lokasi pemeliharaan berusaha memadamkan api.

Setelah petugas pemadam kebakaran bersama truk pemadam kebakaran setempat tiba, api kembali berkobar beberapa kali karena korsleting aki mobil, demikian menurut petugas pemadam kebakaran. NIO mengatakan masih menyelidiki apa yang menyebabkan mobil tersebut terbakar.

Ratusan netizen Tiongkok berkomentar negatif pada mobil listrik setelah insiden NIO. Media Tiongkok bahkan memanfaatkan tajuk utama seperti, “mobil listrik anda membunuh anda,” “apakah anda cukup berani untuk memiliki mobil listrik,” dan “apakah ada masa depan untuk mobil listrik” dalam laporan mengenai  kebakaran kendaraan NIO tersebut.

Segera setelah kejadian tersebut, Beijing Daily yang dikelola pemerintah melaporkan pada tanggal 23 April 2019 bahwa 59 kendaraan listrik secara spontan terbakar di Tiongkok antara Januari 2016 hingga Desember 2018. Setengah dari kecelakaan itu terjadi ketika kendaraan sedang mengisi daya.

Rezim Tiongkok telah menyoroti pengembangan industri mobil listriknya sebagai prioritas nasional, menawarkan subsidi pemerintah dan pembiayaan negara kepada para produsen mobil di Tiongkok. Namun baru-baru ini, ada tanda-tanda bahwa Beijing berputar haluan untuk mengembangkan kendaraan bertenaga hidrogen sebagai gantinya. Pada akhir Maret 2019, Beijing mengumumkan bahwa akan mengurangi subsidi mobil listrik saat ini dan pada tahun 2020tidak akan memberi subsidi mobil listrik.

Gugatan di Amerika Serikat

NIO didirikan pada tahun 2014. NIO memproduksi dua jenis SUV, ES6 dan ES8; satu mobil sport EP9; dan sedan ET7 yang segera diluncurkan.

NIO terdaftar di New York Stock Exchange (NYSE) sejak tanggal 12 September 2018. Penawaran Umum Perdana adalah 160 juta saham depositari Amerika Serikat dengan harga satuan 6,26 dolar Amerika Serikat. Pada saat pencatatan, harganya adalah 4,92 dolar Amerika Serikat.

Sejak akhir Maret 2019, ada tiga gugatan perwakilan kelompok secara terpisah terhadap NIO yang menuduh bahwa NIO membuat pernyataan yang menyesatkan atau palsu kepada investor yang telah diajukan di Mahkamah Agung Negara Bagian Kings County; Pengadilan federal Amerika Serikat di utara California; dan pengadilan federal Amerika Serikat di Brooklyn, New York City. Penggugat mencari kompensasi finansial atas dugaan pelanggaran peraturan sekuritas NIO.

Isi tuntutan hukum adalah serupa. Dalam kasus Negara Bagian New York, yang diajukan pada tanggal 14 Maret 2019 oleh Firma Hukum Rosen, para terdakwa termasuk 12 mantan eksekutif senior NIO dan eksekutif senior NIO yang masih menjabat saat ini, serta  sembilan perusahaan yang menyediakan jasa keuangan untuk NIO, termasuk Morgan Stanley dan Goldman Sachs.

“Pernyataan Tergugat mengenai bisnis, operasi, dan prospek NIO secara material adalah salah dan menyesatkan pada semua waktu yang relevan,” bunyi gugatan tersebut.

Sebagai contoh, penggugat menuduh, NIO menyatakan dalam pernyataan pendaftaran untuk Penawaran Umum Perdana Amerika Serikat bahwa NIO sedang mengembangkan fasilitas manufaktur di Shanghai, yang siap pada akhir tahun 2020.

Tetapi pada tanggal 5 Maret 2019, NIO mengumumkan melalui siaran pers bahwa NIO  mengakhiri perjanjian dengan pemerintah Shanghai untuk membangun fasilitas tersebut. NIO mengatakan bahwa mereka akan terus menggunakan produsen kontraknya, JAC Auto milik negara.

Gugatan itu juga mengklaim bahwa eksekutif NIO membuat janji palsu bahwa “setiap perubahan dalam subsidi pemerintah Tiongkok tidak akan berdampak secara bermakna terhadap NIO karena pembeli mobil premium kurang sensitif terhadap harga,” selama panggilan konferensi dengan pemegang saham Amerika Serikat pada tanggal 30 Januari 2019.

Pada tanggal 5 Maret 2019, NIO merilis laporan keuangan 2018, yang menunjukkan bahwa NIO hanya menjual 1.805 kendaraan pada bulan Januari 2019, turun lebih dari 45 persen di mana 3.318 kendaraan terjual pada bulan Desember 2018. Pada bulan Februari 2019, penjualan mobil turun di mana hanya  811 kendaraan terjual.

“Saat berita ini disiarkan, saham NIO turun  3,77 dolar Amerika Serikat per saham depositari Amerika Serikat atau lebih dari 37 persen sejak tanggal 5 Maret 2019 dan ditutup pada posisi 6,39 dolar Amerika Serikat per saham depositari Amerika Serikat pada tanggal 12 Maret 2019. Harga saham NIO telah turun lebih dari 3,67 persen dari harga Penawaran Umum Perdana yaitu 6,26 dolar Amerika Serikat, merusak para investor,” demikian keluhan yang diberitakan.

Dua gugatan perwakilan kelompok lainnya – diajukan di pengadilan federal New York pada tanggal 12 Maret  2019 dan pengadilan federal California pada tanggal 29 Maret 2019 – juga menuntut NIO dan dua eksekutif seniornya, yaitu Li Bin sebagai CEO NIO, dan Louis Hsieh, Kepala Staf Keuangan NIO. (Nicole Hao/ Vv)

VIDEO REKOMENDASI

Share

Video Popular