Erabaru.net. Penyakit tidak pernah memilih individu dan siapa pun dapat ditakdirkan bisa mengidap penyakit. Seperti seorang dokter ini, dr. Ian Davis didiagnosis menderita penyakit neuron motorik atau lebih dikenal sebagai ‘motor neurone disease ‘(MND).

Penyakit MND ini mengacu pada beberapa kondisi yang menyebabkan saraf di tulang belakang dan otak kehilangan fungsinya secara progresif.

Dr. Ian yang saat itu berusia 33 tahun sedang dalam upayanya untuk menemukan obat untuk penyakit leukemia.

(Foto; Facebook)

Namun, semuanya berubah setelah ia harus meninggalkan pekerjaanya dan berfokus untuk menemukan obat buat penyakit MND yang menghancurkan tubuhnya.

Dia dan beberapa orang telah mulai membangun kampanye penggalangan dana ‘Fight MND’. Setelah 4 tahun, kampanye ini berhasil mengumpulkan donasi hingga 40 juta dollar (sekitar Rp 569 miliar).

Posted by Ian Davis on Saturday, July 29, 2017

“Sejak Yayasan didirikan setelah diagnosa Ian sendiri, kerja, semangat dan komitmen untuk perjuangan yang terus dilakukan untuk menemukan penyembuhan telah memberi dampak dan menginspirasi pasien MND di seluruh dunia,” kata Ketua Bill FightMND, Bill Guest.

Setelah 7 tahun diagnosisnya, dr. Ian mengunggah foto yang menyentuh di mana foto itu memperlihatkan dirinya bersama putranya, Archie, berusia 4 tahun. “Hari ini, saya mengucapkan selamat tinggal,” kata ayah 40 tahun di halaman Facebook.

Today I say farewell. Thank you everyone for all the support, love, and compassion over the years during my fight. It…

Posted by Ian Davis on Wednesday, October 31, 2018

“Terima kasih atas semua dukungan, dorongan dan kasih sayang yang diberikan sepanjang ‘melawan’ penyakit ini. Saya akan meninggalkan tubuh yang sakit ini dengan hati yang berat. Tolong beri tahu anak saya bahwa saya sangat bahagia dan bangga menjadi ayahnya. Foto ini diambil semalam menunjukkan bahwa terakhir kali kami bersama. “

Dr. Ian dikelilingi oleh keluarga dan teman-teman ketika mesin pendukung kehidupannya dilepaskan pada 1 November 2018. Almarhum adalah pria yang berani.

“Siapa pun yang terlibat dengan penyakit ini, tidak peduli pasien, anggota keluarga, atau peneliti harus memberi rasa hormat dan berterima kasih kepada Ian,” kata Bill.(yant)

Sumber: Erabaru.my

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular