Epochtimes.com

Pasca ekspedisi perang ratusan tahun, Rakyat dalam  situasi sangat sulit, dinanti suatu dinasti kedamaian.

Ratusan aliran filsafat mengacaukan dunia, menyesatkan – mengaburkan kriteria benar, satu sulutan api mengubahnya jadi debu bertebaran.  Pekerjaan mangkrak menanti dilanjutkan, proyek agung baru dimulai, segala upaya kacau mencerahkan pendirian dinasti.

Membangun landasan ratusan abad, diperbaiki dan dibersihkan secara hakiki, ribuan generasi memuji Kaisar Pertama!

Bab 1.2. Menyerang seluruh negeri, barang siapa berhasil memerintah, layak menjadi penguasa

Menyerang seluruh negeri dan barang siapa berhasil memerintah dengan baik, maka layak menjadi penguasa/kaisar. Perang membela keadilan juga dapat digunakan untuk melenyapkan orang jahat, kekuatan jahat dan negara jahat, seperti Huang Di memerangi Chi You, Cheng Tang memerangi Jie serta Raja Wu memerangi Zhou dan lain-lain.

Seiring dengan kebobrokan umat manusia, maka bencana alam, musibah dan peperangan semakin kerap terjadi.

Di zaman Chun Qiu Zhan Guo (Musim Semi Musim Gugur dan Para Negara Bagian Saling Berperang), era kekaisaran Qin agung mempersatukan seluruh negeri sedang berperan dan menstandarisasi aturan tersebut.

Menurut sejarah, para adipati di zaman dinasti Xia terdapat puluhan ribu negara, sampai dinasti Shang ada 3.000-an, sampai dinasti Zhou ada 800 negara bagian, hingga zaman Chun Qiu total terdapat ratusan negara bagian.

Semasa Periode Chun Qiu dan Zhan Guo peperangan semakin kerap terjadi dengan skala yang lebih besar.

Menurut catatan kitab “Zuo Zhuan”, di masa Chun Qiu terdapat 140 lebih negara. Seiring dengan banyak negara-negara bagian yang kecil telah dicaplok oleh yang lebih kuat dan akhirnya hanya tersisa 7 negara kuat yang dapat bertahan yakni: Qin, Chu, Qi, Yan, Han, Zhao dan Wei, juga ada beberapa Negara mini seperti Song dan Yue.

Maka oleh generasi penerus disebutkan bahwa sejarah telah memasuki zaman Zhan Guo (para negara bagian saling berperang), dengan skala perang yang lebih besar, strategi, diplomatik, membentuk aliansi melawan musuh bersama menjadikan gaya persengketaan antar negara kecil dikembangkan menjadi perang antar negara besar.

Qin Shi Huang menyesuaikan momentum dan keuntungan geografis serta dengan kekuatan laksana angin topan menyapu sisa awan untuk mempersatukan Tiongkok dan mengakhiri zaman Chun Qiu Zhan Guo.

Periode sejarah ini dilihat dari permukaan sangat rumit, kalut dan tidak beraturan.  Tapi sebenarnya adalah Dewata memanfaatkan peperangan tersebut untuk mendidik umat manusia dalam menegakkan keadilan, respek terhadap sang Pencipta dan hukumnya serta menangani persengketaan.  Pada akhirnya melewati babak terakhir yakni Qin Shi Huang mempersatuan Tiongkok, membuat orang memahami prinsip bahwa kehendak Langit tidak boleh dilanggar.

Bab 2. Qin Shihuang Lahir, Dunia Dipersatukan

I. Enam generasi bekerja keras, negara menjadi kaya dan kuat

Tahun 361 SM setelah Qin Xiaogong naik tahta, ia giat mencari orang arif yang berbakat, selama masa itu orang-orang berbakat seluruh negeri mengalir ke negaranya. Perdana menteri dan penasihat utama yang dipakai oleh Negara Qin kebanyakan adalah “tamu terhormat” yang datang dari berbagai tempat seperti Fan Sui, Lu Buwei, Li Si dan lainnya. Meskipun mereka tidak dihargai di dalam negeri mereka sendiri namun setelah datang ke negeri Qin mereka malahan menjadi menteri atau pejabat tinggi terkenal.

Di masa pertengahan Zhan Guo (Negara bagian saling berperang), dua negara kuat Qin dan Qi saling berhadapan di sebelah timur dan barat, militer Negara Qin adalah yang paling kuat. Itu sebabnya negara-negara lain sangat khawatir, lalu menggunakan strategi Su Qin yakni ke enam Negara itu “bersekutu / He Cong” melawan Qin. Sebaliknya, untuk mencegah negara-negara lain bersekutu maka Qin menggunakan siasat Zhang Yi “bermitra / Lian Heng” dengan ke enam Negara.  

Sejak 318 SM hingga 269 SM, Negara Qin berkali-kali berperang dengan enam Negara yang lain namun semakin hari semakin kuat. Meskipun ke enam negara berkali-kali menggalang persekutuan untuk menyerang Qin, tetapi tidak berdaya dengan proses penyatuan besaran-besaran oleh Negara Qin.

Melalui kerja keras enam generasi kaisar, Negara Qin telah berkembang menjadi Negara adidaya, telah menjadi landasan yang paling bagus bagi Qin Shihuang untuk pada akhirnya mempersatukan seluruh Tiongkok. (Lin/WHS/asr)

Bersambung 

BACA Sebelumnya : 

Serial Kaisar Qin Shi Huang (1)

Serial Kaisar Qin Shi Huang (2)

Share

Video Popular