Erabaru.net. Putusan pengadilan Tiongkok yang baru-baru ini  menjatuhkan hukuman penjara kepada seorang pejabat sensor internet karena kejahatan korupsi, mengungkap jaringan kejahatan yang keliru oleh seorang pengusaha miliarder yang pernah menyuapnya.

Pada bulan Maret, Pengadilan Kota Beijing menghukum Chen Hua, mantan wakil direktur di kantor Administrasi Dunia Maya Beijing, sembilan tahun penjara dan denda 600.000 yuan (sekitar 90.000 dolar Amerika Serikat) untuk kasus korupsi. Chen Hua dinyatakan bersalah menggelapkan lebih dari 3,2 juta yuan (sekitar 475.000 dolar Amerika Serikat), dan menerima suap lebih dari 1,05 juta yuan.

Salah satu penerima manfaatnya adalah Li Jinyuan, pendiri dan ketua Tiens Group, yang berkantor pusat di kota Tianjin terdekat. Pengadilan menemukan bahwa antara tahun 2006-2013, Li Jinyuan menyuap Chen Hua kira-kira 880.000 yuan.

Setelah vonis pengadilan, perhatian media beralih ke Li Jinyuan dan perusahaannya — yang dinyatakan menjalankan skema piramida yang menggunakan taktik kekerasan untuk merekrut staf.

Li Jinyuan mendirikan Tiens Group pada tahun 1995 sebagai usaha bisnis yang menjual suplemen kesehatan dan perawatan kulit, kosmetik, dan produk rumah tangga. Pada tahun 2018, Tiens Group berada di peringkat ke-214 dalam daftar 500 perusahaan swasta teratas Tiongkok yang disusun oleh Federasi Industri dan Perdagangan Tiongkok, sebuah kamar dagang nasional.

Li Jinyuan memiliki ambisi besar untuk Tiens Group. Menurut sebuah laporan pada tanggal 29 Desember 2018, oleh media pemerintah Tiongkok The Paper, Li Jinyuan berulang kali mengatakan bahwa tujuan Tiens Group adalah masuk dalam Daftar Global 500. Pada akhir 2018, Tiens Group mengklaim memiliki cabang di 110 negara.

Skema Piramida dan Upaya Perekrutan

Pada 7 Januari, Beijing Daily yang dikelola pemerintah memuat sebuah paparan yang mengungkapkan bahwa model bisnis Tiens Group sebenarnya adalah skema piramida, beroperasi dengan nama penjualan langsung. Melalui iklan yang menyesatkan, Tien Groups menipu jutaan pelanggan untuk meyakini manfaat yang diakui dari suplemen kesehatan yang dijualnya, yang sebenarnya adalah palsu, menurut laporan itu.

Tiens Group telah beroperasi seperti perusahaan kriminal, bertanggung jawab atas banyak kematian melalui praktik perekrutan yang agresif, klaim laporan itu.

Sebuah pencarian di portal online untuk Mahkamah Agung Tiongkok mengungkapkan bahwa perusahaan “Tianjin Tiens” adalah subjek dari 2.781 kasus pidana yang diajukan oleh otoritas lokal, dengan tuduhan bahwa Tiens Group melakukan kejahatan dalam operasi bisnisnya. Tiens Group telah dihukum karena menjalankan kegiatan pemasaran multi-level, yang dianggap ilegal di Tiongkok. Tuduhan kriminal lainnya melibatkan penahanan ilegal, cedera yang disengaja, perampokan, pembunuhan tidak disengaja, dan pembunuhan yang mengakibatkan total 155 kematian, berdasarkan kasus pengadilan.

Semua korban mengalami pola yang sama. Staf perusahaan mencoba merekrut anggota baru dengan mengundang korban ke tempat rahasia, dengan alasan berpacaran atau kegiatan sosial lainnya. Kemudian korban akan dipaksa untuk bergabung dengan perusahaan, demikian yang diungkap dalam kasus pengadilan. Jika “anggota baru” menolak untuk bergabung, staf perusahaan akan menggunakan metode penyiksaan yang tidak manusiawi atau intimidasi untuk memaksa mereka.

Sebelum kasus suap terbaru, beberapa media melaporkan detail penyiksaan yang mengerikan. Misalnya, laporan bulan Maret 2014 oleh Guangzhou Daily yang dikelola pemerintah mengungkapkan bahwa pelaku menuangkan air panas ke korban.

Anehnya, Tiens Group tetap lolos dan tidak terpengaruh. Selama bertahun-tahun, Tiens Group mengeluarkan beberapa pemberitahuan publik di situs webnya, mengklaim bahwa perusahaan “Tianjin Tiens” yang disebutkan dalam laporan media tidak ada hubungannya dengan Tiens Group.

Otoritas dan media Tiongkok tidak mengumumkan penyelidikan lebih lanjut terhadap klaim tidak bersalah oleh pihak Tiens Group.

Terlebih lagi, media pemerintah Tiongkok Xinhua sangat memuji Li Jinyuan dalam sebuah artikel di bulan Maret 2018.

Artikel tersebut menggambarkan Li Jinyuan sebagai wirausahawan patriotik yang menjadi sangat sukses berkat ketekunan, integritas moral, dan memiliki impian besar yang ia miliki.

“Melayani negara melalui pengembangan industri adalah keinginan sejati Li Jinyuan. Tahun ini, tujuannya adalah untuk menciptakan merek nasional Tiongkok menjadi terkenal di dunia,” tulis artikel Xinhua.

“Tianjin Tiens” sebenarnya adalah Tiens Group.

Pada bulan Januari, media milik rezim Tiongkok mulai menuduh Li Jinyuan dan Tiens Group menipu dan membunuh orang.

Seperti yang sering terjadi di lingkungan politik Tiongkok, perubahan sikap media mencerminkan ketidaksukaan pihak berwenang Tiongkok.

Memamerkan Kekayaannya

Menyusul kasus penyuapan, Li Jinyuan dicap sebagai musuh nasional dan media Tiongkok yang mulai menggali gaya hidupnya yang mewah.

Menurut laporan tanggal 17 April oleh portal berita Tiongkok Sohu, Li Jinyuan memiliki “kompleks rumah yang misterius” di Tianjin, seluas 100 hektar, dikelilingi oleh pagar setinggi 3 meter.

Kompleks rumah Li Jinyuan meniru istana kerajaan zaman Dinasti Tang. Li Jinyuan menghabiskan uang 1 miliar yuan (149 juta dolar Amerika Serikat) hanya untuk membeli perabotan saja serta 15 ekor angsa. Media melaporkan bahwa istana Li Jinyuan telah dihancurkan oleh pihak berwenang.

Menurut situs web resmi Tiens Group, mereka telah mengadakan perayaan tahunan di seluruh perusahaan di enam negara: Rusia, Thailand, Jerman, Indonesia, Kenya, dan Prancis.

Pada pesta tahun 2002 di Jerman, Li Jinyuan menghadiahi tenaga penjualan Tiens Group yang top dengan kinerja yang tinggi 100 limusin BMW, 43 kapal pesiar pribadi, 32 jet pribadi, dan enam villa mewah, menurut laporan Sohu.

Pada bulan Mei 2015, dalam rangka  merayakan ulang tahun Tiens Group ke-20, perusahaan membiayai 6.400 karyawannya untuk melakukan tur liburan selama empat hari ke Prancis dan Monako. Li Jinyuan memesan 140 hotel di Paris, dan lebih dari 4.700 kamar di Cannes dan Monako untuk perjalanan tersebut.

Siapa Pendukung Rahasia Tiens Group?

Dikenal sebagai orang terkaya di Tianjin, Li Jinyuan mulai mengumpulkan kekayaan saat  Zhang Lichang adalah bos Partai Komunis di kota Tianjin. Kemudian, saat Dai Xianglong adalah wakil bos Partai Komunis kota Tianjin dan Zhang Gaoli menjadi bos Partai Komunis, Li Jinyuan mendapat lebih banyak dukungan politik.

Situs web Tiens Group menampilkan foto-foto Li Jinyuan dengan pejabat tinggi, termasuk mantan anggota Komite Tetap Politbiro Luo Gan, mantan bos propaganda Li Changchun, dan mantan kepala legislatif yang tunduk pada rezim Tiongkok Wu Bangguo. Ada juga foto Li Jinyuan berjabat tangan dengan mantan pemimpin Partai Komunis Tiongkok Jiang Zemin. Semua pejabat yang disebutkan di atas adalah anggota faksi Jiang Zemin, yang setia kepada Jiang Zemin dan menentang kepemimpinan Tiongkok saat ini di bawah Xi Jinping.

Sejak Xi Jinping berkuasa pada tahun 2012, ia telah meluncurkan kampanye anti-korupsi untuk mengusir pejabat Partai Komunis yang nakal – yang sering juga merupakan anggota  faksi Jiang Zemin.

Pejabat-pejabat senior yang pernah berfoto dengan Li Jinyuan semuanya sudah pensiun dari politik.

Chen Hua adalah pendukung Tiens Group yang sudah dipecat, Li Jinyuan juga akan dipecat. Saat berita ini diturunkan, perusahaan Li Jinyuan masih beroperasi. Keberadaan Li Jinyuan tidak diketahui.

Tidak ada hukuman yang diumumkan untuk Li Jinyuan atau Tiens Group. (Olivia Li/ Vv)

VIDEO REKOMENDASI

Share

Video Popular