The Epoch Times

Walikota Jacksonville, Florida, Amerika Serikat,  Lenny Curry mengatakan pesawat komersial dengan 142 orang  penumpang tercebur ke Sungai St. Johns, Florida pada malam 3 Mei lalu waktu setempat. Namun semua penumpang dinyatakan selamat.

Pangkalan Udara Angkatan Laut AS di Jacksonville mengatakan Boeing 737 tergelincir dari landasan pacu ke Sungai St. Johns pada jam 9:40 malam waktu setempat.

Seorang juru bicara Pangkalan kepada news4jax.com yang berafiliasi dengan CNN mengatakan bahwa pesawat itu tampaknya telah tergelincir dari landasan pacu bandara ketika mencoba untuk mendarat dan berakhir di sungai.

Kantor Sheriff Jacksonville mengatakan dalam sebuah tweet bahwa pesawat itu berada di “perairan dangkal,” dan “tidak tenggelam.”

Kantor sheriff juga mengatakan “semua penumpang selamat. Kru pemadam kebakaran dan penyelamat langsung menuju ke lokasi. kantor Sherif setempat ketika itu, mengatakan petugas terus bekerja dan meminta  doa kepada warga.

Akan tetapi, pihak berwenang mengatakan semua orang di dalam pesawat selamat tanpa cedera serius pada insiden Jumat malam lalu. Mereka berbaris di sayap pesawat ketika menunggu untuk dievakuasi. Hanya bayi berusia 3 bulan yang dirawat di rumah sakit, dan itu dilakukan hanya untuk berjaga-jaga.

Kapten Michael Connor, komandan pangkalan udara milik angkatan laut AS itu, setelah beberapa jam pesawat mendarat darurat mengatakan kejadian itu adalah mukjizat.

Dewan Keselamatan Transportasi Nasional AS mengirim tim penyelidik pada hari Sabtu ke lokasi kecelakaan di Sungai, tempat pesawat itu sebagian masih terendam dalam air dangkal dan moncong hidung pesawat tampak tergores.

Anggota tim NTSB yang beranggotakan 16 orang berhasil menemukan perekam data penerbangan pada hari Sabtu lalu.

Penyelidik akan memeriksa pesawat, lingkungan, dan faktor manusia dalam mencoba mencari tahu mengapa pesawat meluncur ke sungai. Trotoar di landasan tidak beralur, dan Landsberg mengatakan alur dapat membantu aliran air dari trotoar lebih cepat. Dia mengatakan para penyelidik akan memeriksa peran apa yang mungkin terjadi, sebab ada laporan hujan lebat selama pendaratan.

Penerbangan lepas landas dari Landasan Angkatan Laut Teluk Guantanamo, Kuba, dengan 136 penumpang dan tujuh anggota awak. Itu adalah penerbangan reguler yang dijalankan oleh Miami Air International, yang memiliki banyak kontrak militer, termasuk penerbangan mingguan antara Teluk Guantanamo dan pangkalan udara Jacksonville serta Pangkalan Angkatan Udara Andrews di Maryland. Perusahaan belum menjawab permintaan konfirmasi dari The Associated Press.

Menurut wakil ketua NTSB Bruce Landsberg Pesawat tidak memiliki sejarah kecelakaan sebelumnya.

Insiden ini menyertai serangkain kecelakaan yang dialami oleh Boeing. Melansir BBC, Kecelakaan pesawat lainnya melibatkan Kematian 157 penumpang dari Ethiopian Airlines disebabkan oleh sistem anti-stall. Tak lama setelah lepas landas, hidung pesawat menukik, jatuh enam menit setelah mencapai 450 kaki.

Investigasi Ethiopia dan Amerika Serikat terhadap kecelakaan itu menemukan bahwa sebelum tragedi itu, sistem anti-Stall otomatis telah diaktifkan.

Sistem Maneuvering Characteristics Augmentation System atau MCAS yang sama juga ditemukan berkontribusi pada penerbangan Lion Air  yang jatuh di Perairan laut Jawa tahun lalu.

Menurut BBC, Kecelakaan Lion Air melibatkan jenis pesawat yang sama: Boeing 737 Max-8. Kecelakaan itu mengakibatkan 189 kematian. Penyelidik menemukan bahwa hidung pesawat Lion Air menukik ke lautan beberapa kali ketika sistem anti-Stall tidak berfungsi.

Pihak berwenang Ethiopia mengatakan ada hubungan antara kedua kecelakaan itu; namun, otoritas dan maskapai penerbangan belum mengomentari perincian itu.

Perangkat lunak sejak itu telah dirancang ulang untuk Boeing 737 Max-8. MCAS sekarang akan dinonaktifkan jika sensor pesawat menerima data yang saling bertentangan.

Menurut BBC, dua pesawat yang jatuh itu tidak memiliki sistem siaga yang memperingatkan pilot tentang pembacaan yang kontradiktif.

Pembaruan perangkat lunak akan memastikan bahwa MCAS tidak akan ikut campur ketika pilot mencoba mengendalikan pesawat secara manual. (asr)

Share

Video Popular