Berlin – Sebuah truk tronton seberat 44 ton dikendalikan oleh seorang sopir menabrak mobil cab yang melaju didepannya. Truk itu juga terus melaku sambil memepet tembok beton jalan di Autobahn Jerman.

Belakangan diketahui bahwa pengemudi truk gandeng itu tewas di belakang roda kemudi di jalan raya A1 dekat kota Cologne, Jerman, pada malam 8 Mei 2019, menurut laporan media setempat. Polisi, supir truk, dan anggota masyarakat kemudian bekerja sama untuk menghentikan truk sesaat sebelum mencapai bagian jalan yang terjal dan curam.

Truk itu berhenti setelah seorang lelaki berusia 43 tahun berlari di sampingnya, naik ke bumper mobil polisi yang menahan laju di depan truk. Dia menghancurkan jendela, dan membuka pintu, ketika truk itu melaju dengan kecepatan 16 km/jam.

Pria itu dijuluki ‘pahlawan yang pantas mendapatkan medali’, oleh polisi. Media lokal RPOnline mengatakan pria itu bernama Matthias Erdmann.

Erdmann melihat truk yang bergesekan dan memantul di sepanjang partisi beton, ketika berangkat bekerja menuju shift malamnya.

“Saya pikir, apa yang dia lakukan di sana? Lalu aku melihat, tidak ada seorang pun di (yang memegang) setir,” tutur Erdmann.

Pengemudi truk lainnya memperhatikan kondisi yang dialami truk itu. Dia kemudian membentuk perisai bergerak lambat di belakang untuk mencegah mobil lain lewat mendahuluinya.

Erdmann meninggalkan mobilnya di jalan bebas hambatan. Dia berlari di samping truk dan mencoba membuka pintu, tetapi pintu itu terkunci.

Dia berlari kembali ke mobilnya untuk mengambil pisau lipat, dan pergi kembali ke truk. Dia lalu mencoba menghancurkan jendela dengan pisau, yang juga tidak berhasil.

Sementara itu, menurut Times, sebuah truk lain melaju dan mengimbangi untuk menepi di samping truk tanpa kendali itu. Pengemudi itu berusaha menghancurkan jendela dengan tripod. Tapi, lagi-lagi usaha itu sia-sia.

Sebuah van polisi tiba dan berhenti beberapa kali di depan truk. Mobil polisi itu membiarkan dirinya ditabrak untuk berusaha memperlambat dan mengendalikannya. Sekarang, bersenjatakan palu darurat, Erdmann naik ke van polisi yang bergerak dan akhirnya bisa menghancurkan jendela.

Begitu masuk, Erdman memanjat tubuh pengemudi dan menginjak rem.

“Lalu saya memutar kunci (mematikan mesin) dan hanya itu. Kami benar-benar beruntung,” katanya kepada RPOnline.

Erdmann merasa sangat beruntung karena mereka berhasil berhenti sebelum lereng curam atau turunan terjal di Remscheid.

Baru setelah peristiwa itu berakhir, Erdmann memperhatikan bahwa tangannya terluka akibat kaca yang dipecahkannya ketika berusaha memasuki truk tronton.

Setelah berobat ke rumah sakit, Dia melanjutkan bekerja shift malam sampai pukul 6 pagi keesokan paginya.

Surat kabar lokal The Kölner Stadt-Anzeiger, sebuah surat kabar Cologne, memuji pria itu sebagai, “pahlawan yang telah mencegah bencana yang jauh lebih buruk”.

Pihak berwenang belum mengungkap penyebab kematian pengemudi berusia 54 tahun itu, menurut Times.

Bos almarhum sopir truk, Dirk Pelster mengatakan kepada BILD bahwa dia berterima kasih kepada pengemudi yang telah membantu mencegah bencana. “Dan saya sangat sedih tentang kehilangan karyawan yang dapat diandalkan dan loyal.” (SIMON VEAZEY/The Epoch Times/waa)

Video Pilihan :

Simak Juga :

Share

Video Popular