Erabaru.net. Ibu yang penuh kasih akan melakukan apa saja untuk anak-anaknya dan Mary Ann Webster (Bevan setelah menikah) juga tidak terkecuali untuk melakukan semua pengorbanan demi anak-anaknya.

Ini membuatnya tidak takut ditolak atau menunjukkan penampilannya yang luar biasa. Ia memiliki tujuan yaitu memberi makan anak-anaknya dengan melakukan apa saja. Mary harus menghadapi ejekan, hinaan dan kekejaman orang-orang di sekitarnya seolah-olah dia adalah “wanita paling jelek di dunia”. Tapi dia cukup kuat untuk melanjutkan hari-harinya, semua untuk anak-anaknya.

Hidup yang sulit

(Foto : AhmedI_Elsayed / Twitter)

Kehidupan Mary biasa-biasa saja. Ia dilahirkan di London dalam keluarga besar dan agak miskin. Dia harus bekerja pada usia yang sangat muda dan menjadi perawat di rumah sakit.

Mary adalah wanita yang sangat menarik yang memiliki impian memiliki keluarga sendiri. Mimpinya menjadi kenyataan. Pada usia 29, ia menikah dengan Thomas Bevan dan melahirkan 4 anak.

Kemudian, Mary mulai mengalami masalah kesehatan. Dia menderita migrain dan nyeri otot dan persendian. Dokter tidak dapat mengidentifikasi secara pasti yang terjadi. Tetapi dia juga tidak punya waktu untuk fokus pada kesehatannya karena keluarganya lebih membutuhkannya.

Penyakitnya mulai muncul

(Foto: A. R. Coster / Stringer / Hulton Archive / Getty Images)

Mary mulai menderita gejala-gejala lain seperti pertumbuhan wajah yang tidak normal yang membuatnya tampak “tidak bersahaja”.

Penyakit ini disebut acromegaly, kelainan neuroendokrin yang menghasilkan lebih banyak hormon pertumbuhan dalam tubuh yang menyebabkan tulang, organ dalam, dan jaringan lunak berkembang. Penyakit ini sering disertai dengan sakit kepala dan nyeri otot. Dalam kebanyakan kasus, akromegali terjadi karena tumor yang dikenal sebagai adenoma hipofisis.

Saat ini, dokter dapat menyembuhkan penyakit ini dengan sukses, tetapi pada awal abad ke-20, Mary tidak menerima perawatan yang tepat. Setiap hari, dia melihat kecantikannya memudar.

Panggelan baru yang tidak menyenangkan

(Foto: Wikimedia Commons)

Suaminya selalu mendukungnya dan selalu ada di sisinya, tetapi nasib memiliki rencana sendiri. Setelah 11 tahun menikah, suaminya meninggal dan Mary menjadi janda dengan empat anak dan hampir tidak punya uang.

Setelah kepergian suaminya, Mary menerima pekerjaan apa pun yang bisa ia lakukan untuk anak-anaknya. Namun, dia tidak ditawari pekerjaan yang baik karena penampilan dan orang-orangnya di jalan sering menghina dan mengejeknya. Karena itu, baginya setiap hari bekerja adalah sebuah tantangan.

Situasi semakin memburuk ketika Mary mengetahui ada kompetisi yang disebut ‘Kompetisi Wanita Terburuk Dunia’. Kemudian dia memutuskan untuk berpartisipasi dalam kompetisi karena hadiah yang ditawarkan adalah sejumlah uang yang sangat besar.

Mary berhasil memenangkan kompetisi tersebut, tetapi media massa mulai menulis artikel yang tidak menyenangkan tentangnya dan sangat sulit baginya untuk membaca apa yang ditulis. Tetapi Mary menjadikan masalah ini sebagai pemasukan yang stabil.

Pertunjukan sirkus dan pertunjukan aneh

(Foto: Sideshows)

Pada 1920, ia diundang untuk bekerja di Amerika Serikat dan muncul di Pulau Dreamland Coney. Dia berpartisipasi dalam acara ini di mana dia harus menunjukkan penampilannya dengan mengenakan pakaian tertentu yang menampilkan sifat dan karakternya yang tidak menarik.

Ada juga orang lain yang ikut serta dalam pertunjukan dengan fitur luar biasa seperti wanita berjanggut, orang-orang kerdil, raksasa, dan kembar siam. Mereka semua adalah ‘orang aneh’ yang dipaksa membuat orang lain tertawa atau merasa seperti melihat sesuatu yang luar biasa.

Penonton sangat menyukai pertunjukan yang kejam ini dan Mary adalah salah satu aktor paling populer di grupnya. Kita hanya bisa berasumsi betapa sulitnya menjadi bahan lelucon. Tetapi dia mengatasi semua tantangan ini untuk anak-anaknya.

(Foto: Sideshows)

Pada gambar di atas, Anda dapat melihat Mary bersama anak-anaknya. Putra tertuanya mengenakan seragam pelaut, anak laki-lakinya termuda mengenakan pakaian 3-picce dan putrinya mengenakan gaun yang indah. Pada saat itu, pemotrean di studio tidak begitu populer dan mungkin fakta ini menunjukkan bahwa Maria adalah ibu yang penuh kasih dan sayang daripada artis pertunjukan yang aneh.

Mary menghabiskan sebagian besar hidupnya di sirkus. Dia memiliki kesempatan untuk kembali ke Eropa hanya sekali pada tahun 1925, ketika dia mengunjungi Paris di mana dia berpartisipasi dalam pameran.

Sayangnya, kebanyakan orang yang menderita akromegali tidak berumur panjang. Mary meninggal pada tahun 1933, pada usia 59 tahun. Sebelum dia meninggal, dia telah meminta anak-anaknya untuk menguburnya di Inggris.

Kisah hidup Mary cukup menantang. Dari seorang wanita cantik menjadi seorang wanita yang selalu diejek karena penampilannya, tetapi napasnya terus hidup untuk anak-anaknya. Salut untuk Mary!(yant)

Sumber: BRIGHT SIDE, Erabaru.my

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular