EpochTimesId – Seorang matador memicu kemarahan di sosial media. Matador itu menyeka ‘air mata’ banteng jantan yang terluka setelah bertarung dengannya. Matador itu kemudian menyembelih banteng itu.

Adu banteng terjadi dalam even Feria de Sevilla (Pekan Raya Seville) di Spanyol pada 10 Mei 2019, Newsweek melaporkan, mengutip media lokal. Pengguna internet menyatakan kemarahannya atas tindakan tersebut.

“Morante de la Puebla mengambil saputangan dari sakunya untuk mengeringkan air mata sapi jantan yang telah dia siksa selama setengah jam. Ini berbeda tipis dengan psikopat, itu adalah kesadisan yang menyakitkan,” seorang warganet menulis komentar pada salah satu postingan video aksi sang matador.

Silvia Barquero, presiden dari organisasi hak-hak binatang, Animalist Party (PACMA)menanggapi aksi sang matador melalui postingan di media sosialnya.

“Hanya pikiran yang tidak lurus dan menyimpang yang dapat menyiksa binatang sampai darah dan air mata menetes, dan kemudian menghapus dengan selembar saputangan. Matador itu mencerminkan kurangnya empati yang menakutkan. Hapus adu banteng SEKARANG!”

Menurut Daily Mail, matador diidentifikasi sebagai Morante de la Puebla. Dalam video itu, dia terlihat mengeluarkan sapu tangan dengan tangannya.

Banteng itu terlihat tertusuk empat paku yang mencuat dari punggungnya. Puebla kemudian menyembelih banteng itu.

Penggemar perkelahian manusia melawan banteng mengatakan bahwa langkah untuk membersihkan wajah banteng adalah tindakan menghormati hewan itu, lapor The Mail, meskipun ada kecaman di media sosial. Fans mengatakan bahwa matador lainnya telah melakukan hal yang sama di masa lalu.

Netizen lain, Raphael J. Cortes menulis, “Antis mengubah segalanya. Saya tidak akan menghalangi diri saya untuk berbagi hal-hal menarik. Detail Morantes ini menarik perhatian saya dan saya membagikannya.”

Pendukung perkelahian manusia melawan banteng mengatakan ini adalah acara budaya yang harus dilestarikan. Akan tetapi beberapa kelompok hak hewan mengatakan bahwa itu kejam.

Apa yang Terjadi pada para banteng Setelah Pertarungan?
Setelah matador membunuh banteng, apa yang terjadi setelah itu?

Menurut Live Science, rombongan kuda biasanya akan muncul dan menyeret hewan mati keluar dari arena. Terkadang, banteng diampuni jika menunjukkan keterampilan yang hebat.

“Setelah matador membunuh lawannya, maka banteng itu biasanya akan dikirim ke rumah jagal. Dagingnya kemudian dijual untuk konsumsi manusia, menurut berbagai sumber, termasuk Martin DeSuisse, pendiri Aficionados International nirlaba, yang berupaya mendidik masyarakat berbahasa Inggris tentang perkelahian manusia melawan banteng Spanyol,” menurut situs web itu.

“Daging banteng sedang dilirik kembali sebagai bagian dari, seperti, kegemaran organik,” kata DeSuisse.

“Hewan-hewan ini tumbuh hampir semi-liar, meskipun secara definisi mereka masih merupakan hewan peliharaan. Mereka tumbuh dengan sedikit campur tangan manusia, dalam arti tertentu, jadi itu sebagai daging organik,” sambung DeSuisse.

Penulis kuliner, Paul D. Thacker menggambarkan daging banteng memiliki citarasa yang khas.

“Daging banteng memiliki rasa yang liar, karena banteng mati dalam demam perkelahian,” tulis Thacker, dikutip dari LiveScience.

“Di toko dagingnya, [Zabalza] menjual daging banteng dengan harga lebih murah daripada daging sapi biasa, karena terlalu ramping dan hanya baik untuk rebusan,” tambah Thacker. (JACK PHILLIPS/The Epoch Times/waa)

Video Pilihan :

Simak Juga :

Share

Video Popular