oleh Li Xinru

Kasus flu babi Afrika yang nampanya belum mereda, kini giliran pertanian Tiongkok terancam “dilumpuhkan” oleh serangan hama.

Menurut berita terbaru, hama yang diperingatkan oleh organisasi pangan PBB sebagai hama utama mulai menyerang daratan Tiongkok pada bulan Januari tahun ini.  Sekarang telah menyebar ke 11 provinsi. Para ahli memperkirakan bahwa hama akan terus menyebar dan membahayakan hasil pertanian.

Berasal dari Benua Afrika dan Amerika, hama Spodoptera frugiperda, atau hama ulat Fall Armyworm memiliki kemampuan penyebaran yang sangat cepat, reproduksi yang tinggi, sangat rakus dan membuat kerusakan fatal sehingga mustahil untuk disembuhkan. Organisasi pangan dunia atau FAO bulan Agustus tahun lalu telah mengeluarkan peringatan global berkaitan dengan serangan hama tersebut.

Media ‘The Beijing News’ mengutip berita yang disampaikan Pusat Layanan Penyuluhan Teknologi Pertanian Nasional, melaporkan bahwa sejak bulan Januari tahun ini, hama ulat Fall Armyworm mulai menyerang propinsi Yunnan.  Tercatat hingga pada 8 Mei, ladang jagung yang rusak diserang oleh hama ulat tersebut sudah mencapai 11 propinsi yakni Yunnan, Guangxi, Guizhou, Guangdong, Hunan, Hainan, Fujian, Zhejiang, Hubei, Sichuan, dan Jiangxi, serta 230 county dan 52 kota.

Pada 11 Januari 2019, sensus lapangan di Jiangcheng county, Kota Pu’er, Propinsi Yunnan untuk pertama kalinya menemukan kerusakan tanaman jagung oleh larva dari ulat Fall Armyworm, dan kecepatan penyebarannya melebihi perkiraan.

Pada 11 Maret, ulat Fall Armyworm yang baru jadi ditemukan di kota  Hechi, Guangxi. Hingga 18 April, ham ulat tersebut sudah menyebar ke 8 kota dan 48 county yang berada di propinsi Yunnan, dan 8 kota 18 county yang berada di provinsi Guangxi.

Hingga 26 April, berita tentang hama dan penyakit tanaman yang diumumkan oleh Pusat Layanan Penyuluhan Teknologi Pertanian Nasional menunjukkan bahwa tanaman jagung di  ladang seluas 127.400 mu di 29 kota dan 112 county yang berada di 5 propinsi yakni Yunnan, Guangxi, Guizhou, Guangdong dan Hunan telah mengalami kerusakan.

Menurut analisis para ahli Tiongkok, seiring tiupan angin dari arah barat daya, mulai  pertengahan bulan Mei, ulat dewasa dapat menyebar ke daerah yang lebih jauh sampai daerah aliran Sungai Yangtze dan Jianghuai.

Bulan Juni hingga Juli, dapat terus bergerak ke utara sampai ke Huanghuai, wilayah Tiongkok Utara dan bahkan Timur Laut dan Barat Laut Tiongkok.

Setelah musim panas, kerusakan akan menyebar dari ladang jagung di Tiongkok Selatan ke daerah bagian tengah dan hilir Sungai Yangtze, Huanghuai, Tiongkok Timur, Tiongkok Timur Laut dan Tiongkok Barat Laut, dan bahaya hama tampaknya sudah mengancam.

Hama ulat Fall Armyworm memiliki pola makan segala, kemampuan reproduksi yang tinggi, dan bisa menyebar dengan cepat. Merupakan hama migrasi utama di ladang jagung. Pengrusakan pada bibit jagung umumnya dapat mengurangi hasil panen sebesar 10% hingga 25%. Namun, kerusakan serius pada tanaman dapat menyebabkan gagal panen.

Karena polanya memakan apa saja, hama Fall Armyworm dapat merusak 80 lebih jenis tanaman atau pertanian, yang paling rentan terhadap serangannya adalah tanaman jagung, padi, gandum, sorgum, millet, tebu, rumput Sudan dan lain-lainnya.

Pada 7 Mei, Biro Pertanian Guizhou, Tiongkok menerbitkan informasi tentang karakteristik hama tersebut, sebagai berikut :

Pertama, Rakus : Ulat tersebut memiliki lebih dari 300 spesies, dan semua tanaman (sepanjang yang dapat Anda sebutkan) dimakan, tetapi mereka jelas terpesona dengan suku padi-padian, terutama untuk tanaman seperti jagung, padi, tebu dan tembakau. Ia juga merusak lebih dari 80 jenis tanaman suku kubis-kubisan, suku labu-labuan, suku terong-terongan dan seterusnya.

Kedua. Kemampuan reproduksi yang sangat tinggi : Ulat betina dapat bertelur setiap kali sebanyak 100 hingga 200 butir, dan dapat bertelur sebanyak 900 hingga 1.000 kali seumur hidup. Hanya membutuhkan waktu 2 hingga 3 minggu untuk menetaskan setiap telur menjadi larva.

Ketiga. Kemampuan untuk terbang : Ulat tersebut dapat terbang 100 kilometer dalam semalam, dan sebelum bertelur induk ulat ini dapat terbang migrasi ke tempat sejauh 500 kilometer.

Keempat. Kecepatannya dalam merusak : Ia termasuk pemakan segalanya, berkelompok, dapat menghabiskan tanaman jagung seladang dalam sehari. Kemudian pindak ke ladang lainnya. Ia juga dijuluki ulat marching.

kelima. Sangat rentan terhadap amukan : Ulat Fall Armyworm hampir tak terkalahkan. Ia yang telah selama beberapa dekade menyeberang dari benua Amerika ke benua lainnya dan mengalami puluhan macam semprotan pestisida dari puluhan negara, sudah kebal terhadap banyak macam pestisida di dunia. Hama ulat ini memang sulit dikendalikan.

Di bawah tekanan perang dagang

CNN AS melaporkan bahwa dalam laporan yang dikeluarkan Kementerian Pertanian AS baru-baru ini menyebutkan bahwa hama ulat Fall Armyworm yang masuk ke propinsi Yunnan dari Myanmar pada awal tahun ini, telah menyebar dengan cepat  di sejumlah lahan pertanian di Tiongkok. Tingkat ekspansinya jauh melebihi perkiraan pihak berwenang Tiongkok.

Laporan menyebutkan, penyebaran hama ulat tersebut dapat menjadi bencana besar bagi berbagai tanaman, menyebabkan dampak serius pada tanaman padi-padian, dan belum ada metode berskala besar untuk membasmi hama tersebut. Hampir mustahil untuk disembuhkan jika tanaman sudah terserang.

Hama tersebut konon berasal dari benua Afrika, hingga 70% dari tanaman di benua ini hancur kena serangannya. Hal itu menyebabkan tidak hanya bencana kelaparan manusia yang parah tetapi juga kerugian hingga USD. 6 miliar.

Tiongkok adalah negara importir makanan terbesar di dunia, ia mengimpor sekitar 108,5 juta ton biji-bijian pada tahun 2018, yang sebagian besar didatangkan dari Amerika Serikat.

Di saat negosiasi perdagangan mengalami ketidaklancaran, AS menerapkan tarif impor baru bagi komoditas Tiongkok, serangan serius hama ulat Fall Armyworm ikut-ikutan merongrong, mengancam persediaan pangan negara berpenduduk 1.4 miliar jiwa itu. Komunis Tiongkok benar-benar ‘sudah jatuh tertimpa tangga’. Apakah Takdir alam ? (Sin/asr)

Share

Video Popular