Erabaru.net. Ketika Rapid Repo and Collections mengetahui bahwa siswa kelas satu dihukum dan disuruh makan siang sendirian karena orangtuanya yang mengantarnya ke sekolah terlambat satu menit, mereka ingin memastikan bahwa bocah itu akan selalu pergi ke sekolah tepat waktu di masa depan. 

Bisnis yang berbasis di Oregon ini mengetahui tentang cobaan yang dialami anak sekolah yang berusia 7 tahun setelah kisahnya dibagikan di Facebook oleh ibunya yang merasa bahwa sekolah, Lincoln Elementary School di Grants Pass, Oregon, telah bertindak terlalu jauh dalam hal menghukum siswa.

Menurut orangtua Hunter Cmelo, Nicole Garloff dan Mark Cmelo, bocah itu terlambat karena mobil mereka sudah tua dan tidak dapat diandalkan.

Dalam postingannya, nenek Hunter, Laura Hoover, memutuskan untuk meminta perhatian terhadap sekolah agar mengubah kebijakannya pada siswa yang mempermalukan di depan umum.

Hunter bahkan digambarkan harus makan siang di belakang “layar” sendirian di meja sementara teman-temannya makan di meja lain.

Di sebelah kanannya, ada sebuah piala yang ditulis dengan huruf kapital D yang berarti “Tahanan”.

“Ini cucuku, Hunter. Dia anak kelas pertama. Mobil ibunya kadang-kadang tidak bisa dinyalakan. Terkadang dia terlambat beberapa menit ke sekolah, ”tulis Laura.

“Kemarin, dia terlambat 1 menit dan ini adalah apa yang ditemukan ibunya mereka menghukumnya! Mereka telah melakukan ini padanya 6 kali untuk sesuatu yang di luar kendali anak ini! Mereka mengejeknya di depan siswa lain! ”

“Kepala sekolah bertanggung jawab untuk ini. Ibunya menemukannya di sana, menangis, dan membawanya pulang untuk hari itu. Adakah yang mau membantu saya membanjiri kepala sekolah wanita ini dengan telepon yang mengatakan betapa tidak pantasnya hal ini? ”

Hukuman yang tidak adil telah secara emosional melukai anak laki-laki itu dan membuatnya cemas akan bersekolah.

Hunter tidak dapat naik bus sekolah karena dia tinggal di dekat sekolah tetapi dia tidak bisa berjalan karena jalannya terlalu ramai.

Setelah kejadian itu, Rapid Repo and Collections menyumbangkan minivan Chrysler senilai 30.000 dollar (sekitar Rp 434 juta) kepada keluarga itu sehingga bocah tersebut tidak akan pernah terlambat ke sekolah lagi.

“Ketika saya menyerahkan kunci minivan ke ayah Mark, dia tak bisa berkata-kata dan sangat berterima kasih,” kata McClease Kelly, yang mengorganisir sumbangan murah hati itu.

Sehubungan dengan hukuman tersebut, kepala sekolah telah menghubungi orangtua Hunter dan sekolah telah setuju untuk berhenti menggunakan praktik isolasi sebagai hukuman.(yant)

Sumber : Goodtimes

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular