Erabaru.net. Seorang mantan kepala polisi di Kota Xinyang, di provinsi Henan, tengah Tiongkok, menggunakan daftar harga terperinci untuk menentukan berapa biaya suap yang harus dibayar para pejabat kepadanya untuk mendapatkan promosi.

Li Changgen “menjual” peringkat resmi dalam sistem kepolisian setempat kepada setidaknya 30 orang, menurut putusan pengadilan yang baru-baru ini bocor secara online, yang isinya dilaporkan oleh banyak media Tiongkok, termasuk Law Court Evening News, sebuah surat kabar milik Tiongkok.

Meskipun Li Changgen dipecat pada tahun 2014 dan dijatuhi hukuman penjara pada tahun 2016, detailnya tidak diungkapkan sampai kebocoran media baru-baru ini.

Li Changgen pernah menjabat sebagai kepala departemen kepolisian Xinyang, kepala tim inspeksi disiplin di Pengadilan Tinggi Rakyat Henan, dan pos keamanan lainnya antara tahun 2006 hingga 2014.

Pada bulan November 2014, Komisi Inspeksi Disiplin cabang Henan — pengawas anti-korupsi Partai Komunis Tiongkok — mengumumkan penyelidikan terhadap Li Changgen. Pada tanggal 14 April 2016, Li Changgen dijatuhi hukuman 10 tahun penjara oleh Pengadilan Menengah Kota Luohe karena kejahatan korupsi. Li Changgen meninggal di penjara pada tanggal 20 Oktober 2016.

Putusan pengadilan yang baru-baru ini diposting secara online terdaftar 31 tindakan diidentifikasi memeras atau menerima suap, di mana semua pembayaran kepada Li Changgen untuk mengamankan promosi atau gelar resmi. Li Changgen telah memberi label harga khusus untuk setiap jabatan.

Misalnya, harga untuk menunjuk seseorang sebagai kepala departemen kepolisian tingkat kabupaten adalah 310.000 yuan (USD 45.427); harga untuk komisaris politik (yang berperan mengawasi pendidikan politik untuk kader) adalah 100.000 yuan (USD 14.654); sementara menjadi kepala brigade lalu lintas lokal menelan biaya 330.000 yuan (USD 48.358).

Misalnya, antara tahun 2007 hingga 2012, Li Changgen memeras dan menerima suap dari seseorang bermarga Yang, yang tidak hanya membayar tunai 330.000 yuan (USD 48.355), tetapi juga memberikan kartu hadiah senilai 200.000 yuan (USD 29.308); Cordyceps sinensis senilai 200.000 yuan (USD 29.308), ramuan obat Tiongkok yang berharga; dan lukisan antik senilai 80.000 yuan (USD 11.722).

Sebagai imbalannya, Li Changgen mempromosikan Yang dari seorang kepala polisi daerah di wilayah hukum kota Xinyang menjadi wakil kepala polisi kota Xinyang dan kepala brigade polisi lalu lintas kota Xinyang, menurut putusan.

Perlu diketahui bahwa menjadi polisi lalu lintas adalah profesi yang menguntungkan di Tiongkok; polisi lalu lintas sering mengantongi sebagian denda pelanggaran lalu lintas yang dikenakan kepada pelanggar lalu lintas.

Orang dalam yang bekerja di pemerintahan Kabupaten Guangshan di Xinyang mengatakan kepada media pemerintah Tiongkok, China Newsweek pada tanggal 8 Mei bahwa beberapa pejabat, setelah memperoleh peringkat resmi dengan menyuap Li Changgen, meniru praktik Li Changgen dalam “menjual” posisi jabatan demi uang.

“Mereka menghabiskan uang ‘membeli’ gelar resmi, jadi mereka pasti ingin uang yang telah mereka keluarkan balik kembali dengan cara ‘menjual’ jabatan dalam ruang lingkup yang dapat mereka manipulasi. Hal tersebut  kemudian menjadi reaksi berantai di seluruh sistem keamanan publik [di daerah Xinyang],” katanya. Orang dalam itu juga memberikan kepada China Newsweek salinan daftar harga yang digunakan untuk menyuap pejabat Kabupaten Guangshan yang bekerja dalam sistem kepolisian.

Menurut informasi publik dan putusan pengadilan pada tanggal 13 Mei, tiga dari 12 anggota komite Partai Komunis Tiongkok di departemen kepolisian Xinyang telah menyuap Li Changgen untuk mendapatkan jabatan mereka saat ini.

Setelah Li Changgen dinyatakan bersalah, mereka yang menawarkan suap semuanya dikenakan berbagai tingkat tindakan disipliner, China Newsweek melaporkan, mengutip seorang pejabat lokal Xinyang. Pejabat itu, yang berbicara dengan syarat namanya tidak disebutkan, menolak untuk mengungkapkan lebih detail, dengan mengatakan hal tersebut  dianggap informasi rahasia. (Olivia Li / Vv)

VIDEO REKOMENDASI

Share

Video Popular