Eva Fu -The Epochtimes

Memerlukan tiga hari persiapan dan lebih dari 5.000 orang berpartisipasi, tetapi hasilnya  sangat indah — lambang spiritual pernuh warna  dibingkai dengan tiga kata, merepresentasikan prinsip-prinsip yang dipraktikkan oleh jutaan praktisi Falun Gong di seluruh dunia.

Mengenakan kostum yang selaras, praktisi Falun Gong membentuk formasi karakter besar lambang latihan spiritual, yang dikenal sebagai “Falun” atau “Roda Hukum.”

Tulisan berbahasa mandarin Zhen-Shan-Ren yang berarti   “Sejati-Baik-Sabar” – prinsip-prinsip latihan ini – juga ditampilkan dalam warna kuning.

Formasi karakter menerangi lapangan berumput pada musim semi yang cerah di Pulau Governors tak jauh dari Manhattan, New York, AS, pada, Sabtu (18/5/2019). Acara ini menandai berakhirnya kegiatan selama tiga hari dalam rangka perayaan Hari Falun Dafa Sedunia di Kota New York.

Pertama kali diperkenalkan di Tiongkok pada tahun 1992 silam, Falun Gong, juga dikenal sebagai Falun Dafa, adalah latihan spiritual yang terdiri dari lima perangkat latihan termasuk meditasi dan prinsip-prinsp yang berpusat pada peningkatan moral pribadi.

Falun Gong menyebar ke puluhan juta pengikutnya dari mulut ke mulut. Latihan ini telah menjadi salah satu komunitas spiritual terbesar di negara itu pada saat rezim komunis Tiongkok menganggapnya sebagai ancaman terhadap kontrol totaliter. Hingga akhirnya melarang latihan itu pada tahun 1999.

Lambang dan kata-kata Falun Sejati, Baik, dan Sabar terlihat di udara pada 18 Mei 2019. (William Wang / NTD)

Penganiayaan secara nasional telah menyebabkan gelombang praktisi Falun Gong dikirim secara ilegal ke penjara, kamp kerja paksa, dan pusat pencucian otak. Banyak dari praktisi Falun Gong  mengalami penyiksaan, penganiayaan hingga tewas karena dibunuh dengan kejam.

Menghormati Tradisi

Pertunjukan, yang dikenal sebagai konfigurasi karakter adalah tradisi berumur puluhan tahun yang dimulai di Tiongkok pada 1990-an. Ketika para praktisi Falun Gong masih bisa dengan leluasa berlatih  di taman-taman umum di seluruh negeri Tiongkok.

BACA JUGA : Lebih dari 10.000 Peserta Menghadiri Kegiatan Berbagi Kisah Peningkatan Diri di Konferensi Falun Dafa

Sejak penganiayaan, praktisi luar negeri mengambil estafet untuk menjaga tradisi ini  tetap berlangsung. Di luar Tiongkok, Falun Gong dipraktikkan secara bebas pada 114 negara di dunia.

Praktisi Falun Gong membentuk lambang Falun di Wuhan di Provinsi Hubei tengah, Tiongkok, pada tahun 1996. (Minghui)

Penghormatan dari luar negeri pertama digelar di Taipei, Taiwan, pada tahun 2000, dengan karakter raksasa untuk “Sejati-Baik-Sabar” dan “Falun Dafa” berjejer di alun-alun di depan Balai Peringatan Nasional Chiang Kai-shek.

Di New York City, konfigurasi karakter telah menjadi kebiasaan tahunan sejak 2013 lalu.  Jumlah peserta terus bertambah setiap tahunnnya.

Menandai peringatan ke-27 diperkenalkannya ke publik, pembentukan karakter tahun ini adalah yang terbesar di Amerika Serikat.

Penyelenggara acara mengatakan mereka ingin menggunakan pesan visual ini untuk merayakan manfaat latihan dan memperingati penganiayaan yang sedang berlangsung hingga saat ini. Turut keterlibatan pada kegiatan setiap praktisi Falun Gong yang mewakili satu partikel dari komunitas internasional.

BACA JUGA : Pawai Akbar Hampir 10.000 Peserta di Kota New York Menyoroti Penganiayaan Brutal di Tiongkok

Lambang Falun, simbol Falun Gong, menggabungkan simbol srivatsa dari Buddhisme dan simbol Taiji dari ajaran Tao. Lambang ini memiliki lima warna standar dalam budaya Tiongkok — biru, hitam, putih, merah, dan kuning — masing-masing sesuai dengan lima unsur kayu, air, logam, api, dan bumi.

“Kami memilih untuk menggunakan lambang Falun untuk membuat orang melihat kesempatan besar kerumunan jumlah besar datang bersama-sama,” kata Michael Yu, penyelenggara acara kepada The Epoch Times.

“Pandangan udara dari citra sangat kuat dan sungguh menyampaikan pesan menonjol,” tambahnya.

Ribuan praktisi Falun Gong berkumpul di Pulau Governors Kota New York untuk acara pembentukan karakter pada 18 Mei 2019. (William Wang / NTD)

Untuk diketahui, lambang Srivatsa atau Swastika atau Wan dalam bahasa mandarin telah dikenal di dunia jauh sebelum perang dunia. Laman “Daily Mail” menyebutkan, bahwa lambang swastika itu diperkirakan setidaknya ada 12,000 tahun sejarahnya, bukan gambar atau simbol khusus yang disalahgunakan Nazi hingga memunculkan salah tafsir orang-orang selama ini.

Lambang ini berarti sebagai simbul kebijakan dan belas kasih.  Ia mewakili pergerakan berkesinambungan – sebuah pergerakan seperti kincir yang digerakkan angin atau air. Ia akan terus menerus berputar searah perputaran jarum jam dan sebaliknya.

Ketika berputar searah jarum jam ia mewakili energi alam semesta, kuat dan penuh kecerdasan; ketika ia berputar berlawanan dengan arah jarum jam, ia mewakili belas kasih.

Kebudayaan Barat menamakannya roda penerangan. Di Tiongkok diketahui sebagai simbol Wan. Arti dari Wan mempunyai kesamaan bunyi dengan sepuluh ribu, sebuah angka yang sering digunakan untuk mencakup semua penciptaan alam semesta.

Typesetting 2019 Falun Dafa 【法輪大法排字】2019 -真善忍

【法輪大法排字】2019 -真善忍Typesetting 2019 Falun Dafa – Truthfulness, Compassion and ForbearanceLearn More:https://www.falundafa.org

Posted by Artists Against Forced Organ Harvesting on Saturday, May 18, 2019

Ia juga melambangkan keharmonisan universal dan keseimbangan dari hal-hal yang berlawanan. Kata Swastika berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti tanda perwujudan diri.

Hidup dengan Sejati, Baik, dan Sabar

Meskipun datang dari seluruh penjuru dunia dan berbicara dalam berbagai bahasa, para praktisi yang berpartisipasi dalam acara tersebut mengatakan mereka merasakan kebersamaan karena aspirasi bersama mereka untuk menjadi orang yang lebih baik.

Fabio Cotroneo dari Roma, Italia, menemukan Falun Gong pada 2012 setelah mencari latihan spiritual sepanjang perjalanan hidupnya.

“Ketika saya membaca Zhuan Falun, saya merasa semua kebenaran alam semesta ada di dalam [buku],” katanya. “Untuk pertama kalinya, saya merasakan kedamaian di hatiku,” imbuhnya.

Fabio Cotroneo pada pembentukan karakter di Governors Island, New York, pada 18 Mei 2019. (Eva Fu / The Epoch Times)

“Zhuan Falun” adalah buku utama Falun Gong, yang berisi ajaran moral yang berpusat pada prinsip “Sejati, Baik, dan Sabar.” Cotroneo mengatakan mewujudkan belas kasih dalam hidupnya membantu perannya sebagai manajer staf di sebuah museum.

“Pekerjaan saya … sekarang lebih sederhana, karena saya tidak memberi perintah, tetapi berbicara kepada orang-orang dengan hati,” katanya.

Dia berkata bahwa dia sekarang mencoba untuk mendengarkan dan memahami orang-orang yang dia atur.  Cotroneo lebih memilih berbicara kepada mereka dengan baik, bahkan ketika mereka telah membuat kesalahan atau masalah.

“Orang-orang yang bekerja sama dengan saya selalu mengatakan kepada saya bahwa mereka tenang,  damai ketika … [mereka] di kantor [saya], dan mereka dapat berbicara dengan saya,” kata Cotroneo.

Joseph Gigliotti, Kanada, berdiri dalam persiapan untuk acara pembentukan karakter di Governors Island Kota New York pada 15 Mei 2019. (Eva Fu / The Epoch Times)

Joseph Gigliotti, seorang chiropractor dari Ontario, Kanada, mengatakan praktik ini telah membantunya membentuk ikatan yang lebih dalam dengan keluarganya dengan mengajarinya untuk mengambil langkah mundur dalam konflik dan berdiri di posisi orang lain.

“Keluarga bagi saya selalu harus benar, jadi bagi saya, bagian tersulit adalah tidak melawan, untuk memiliki kesabaran dan berkata ‘hei, mungkin mereka benar juga,’” katanya.

Gigliotti mengatakan dirinya sebagai orang yang pemarah kepada kakak laki-lakinya yang selalu menunjukkan kesalahannya. Tetapi kata toleran mengingatkan chiropractor ini untuk melihat situasi secara berbeda.

“Dia melakukannya karena dia ingin diriku sukses, bahkan jika dia tidak mengatakannya dengan cara yang baik. Pada akhirnya, jika Anda dapat melihat bagaimana orang-orang peduli dengan Anda, itu yang penting,” kata Gigliotti.

Myriam Orso, Swiss, di bagian Taiji ikut serta dalam acara pembentukan karakter di Governors Island, New York, pada 18 Mei 2019. (Eva Fu / The Epoch Times)

Myriam Orso, seorang pekerja publik yang berbasis di Jenewa, Swiss, mulai berlatih Falun Gong sejak 16 tahun silam. Dia mengatakan membaca Zhuan Falun mengungkapkan kepadanya tentang makna hidup. “Untuk semuanya, saya mencoba memikirkan tiga prinsip ini terlebih dahulu sebelum melakukan sesuatu,” kata Orso.

Orso mengatakan bahwa nilai-nilai ini membantunya untuk tetap tenang dan menjaga kebaikan. Bahkan, ketika orang lain marah atau bermusuhan. Ketika melakukan hal itu orang lain juga akan tenang dan bekerja dengannya untuk menyelesaikan masalah.

Dia  baru-baru ini menyadari bahwa toleransi termasuk memiliki kekuatan untuk memaafkan orang lain. “[Ada orang] saya belum memaafkan, untuk sesuatu yang mereka lakukan di masa lalu,” kata Orso.

Tetapi menerapkan prinsip-prinsip ini membuat Orso melihat bahwa hal-hal yang terjadi padanya tidak selalu buruk, dan  melepaskan jeratan amarahnya kepada orang-orang. “Saya merasa bebas. Sangat tenang dan gratis,” kata Orso. (asr)

Cathy He berkontribusi dalam laporan ini.

Share

Video Popular