- Erabaru - http://m.erabaru.net -

Huawei Akan Gunakan Sistem Hongmeng Setelah Putus dengan Android, Sejauhmanakah Peluangnya?

oleh Liu Yi

Baru-baru ini Google menghentikan bisnisnya dengan Huawei. Sedangkan laporan media daratan memberitakan bahwa Huawei sejak tahun 2012 telah memulai mengembangkan sistem operasi sendiri sebagai alternatif untuk menggantikan sistem operasi Android.

Namun, berdasarkan pengalaman masa lalu, beberapa pengamat berpendirian bahwa sistem operasi bernama ‘Hongmeng’ yang mereka kembangkan itu memiliki peluang keberhasilan yang sangat kecil.

Pada 19 Mei lalu, sebuah sumber informasi mengungkapkan bahwa setelah pemerintahan Trump memblokir Huawei, Google telah menghentikan penggunaan interface pada sistem operasi Android buat Huawei, yang berarti Huawei tidak dapat lagi menggunakan semua produk perangkat keras dan lunak di luar lisensi sumber terbuka perusahaan. Langkah ini akan menyebabkan Huawei kehilangan hak untuk akses ke sistem operasi Android.

Kini smartphone generasi berikutnya yang dijual di pasar luar negeri juga tidak akan dapat mengakses aplikasi dan layanan populer, termasuk Google Play Store dan aplikasi Gmail. Namun, Huawei masih dapat terus mengakses versi sistem operasi Android melalui otorisasi sumber terbuka. Lisensi ini terbuka untuk umum dan dapat digunakan secara gratis oleh semua orang.

The Hongkong Economic Times pada 20 Mei memberitakan bahwa Huawei sudah mengembangkan sistem operasinya sendiri bernama ‘Hongmeng’ sejak tahun 2012. Sistem ini didasarkan pada pengembangan Linux. Adapun Linux adalah sistem operasi open source yang dapat digunakan semua orang dan telah digunakan terutama untuk server.

BACA JUGA : Smartphone Huawei Tidak Bisa Lagi Menggunakan Sistem Android Google [1]

Namun, apakah ‘Hongmeng’ dapat menggantikan OS. Android, laporan itu percaya bahwa tingkat keberhasilannya sangat rendah, masalah utamanya terletak pada dua hal.

Pertama, jika ingin menggunakan OS. ‘Hongmeng’ untuk menggantikan OS. Android, file, audio, dan video yang biasanya digunakan orang mungkin tidak dapat dibuka karena perbedaan formatnya. Sederhananya, untuk terhubung ke dunia luar, ‘Hongmeng’ pertama-tama harus mengembangkan sejumlah besar konverter untuk mengonversi file yang dapat dibaca Android. Ada ribuan file umum di dunia, yang hampir merupakan pekerjaan yang sangat besar.

Kedua, hal paling penting adalah bahwa sistem Android menyumbang hampir 99% dari pasar ponsel. Sejumlah besar perangkat lunak beredar di pasar dan mencakup semua aspek kehidupan itu dikembangkan berdasarkan OS Android. Saat ini, perangkat lunak yang menggunakan Android sangat banyak. Jadi kalau vendor perangkat lunak harus khusus untuk mengembangkan sebuah perangkat lain yang dapat mendukung ‘Hongmeng’ rasanya  mustahil. Selain itu, berdasarkan pengalaman masa lalu, ini tidak akan berhasil.

Di waktu lalu, ketika Microsoft mengembangkan windows mobile untuk melawan dominasi Android, ia terpaksa harus menyerah. Demikian pula, Google juga meluncurkan komputer notebook Chromebook, berharap dapat memasuki pasar komputer kecil tiran Windows, meskipun segala kemampuan Google telah dikerahkan, tetapi Chromebook masih belum bisa naik daun.

Oleh karena itu, pendapat dari laporan itu adalah untuk mengembangkan sistem baru guna menggantikan penghuni pasar utama, peluang keberhasilan sangat minim, dan raksasa seperti Microsoft dan Google saja tidak dapat melakukannya. Jika Huawei benar-benar meluncurkan ponsel ‘Hongmeng’, berapa banyak sih pendukungnya di daratan Tiongkok ?

Media daratan Tiongkok pernah mengungkapkan bahwa pada 31 Oktober 2018, ketika menghadiri “TEC2018 Education Ideas Conference”, Yu Minhong, ketua New Oriental Education Group mengatakan bahwa ia diberitahu wakil presiden Huawei : “Wafer yang kita buat sendiri itu sebenarnya lebih dari setengahnya adalah teknologi yang dimiliki Amerika Serikat. Jika teknologi yang dipatenkan Amerika tidak diberikan untuk kita pakai, maka kita tidak bisa membuatnya. Tiongkok sesungguhnya belum bisa membuat sendiri wafer untuk digunakan di ponsel. Jadi, satu pun ponsel tak bisa dibuat oleh Tiongkok karena tidak punya wafer.”

Reuters pada 17 Mei mengutip komentar seorang sumber dari perusahaan teknologi AS di daratan Tiongkok yang mengatakan : “Tidak satu pun pemasok Huawei di AS yang dapat diubah menjadi pemasok Tiongkok. Setidaknya selama beberapa tahun ke depan ini mereka tidak memiliki cara untuk mengatasi. Pada saat itu, mereka sudah gulung tikar.” (Sin/asr)

Video Rekomendasi : 

Atau Simak Ini :