oleh Hong Yawen

Pemutusan kerjasama Google dengan Huawei setelah AS mengeluarkan kebijakan larangan ekspor suku cadang dan transfer teknologi kepada Huawei, kini perusahaan operator telekomunikasi besar Taiwan pada 22 Mei turut mengumumkan rencana penghentian penjualan ponsel pintar baru dengan teknologi Huawei. Sedangkan Industri telekomunikasi Korea Selatan mungkin akan menyusul. Sementara itu, operator telekomunikasi Jepang akan menunda penjualan.

Nikkei Asian Review melaporkan bahwa setelah mendapat konfirmasi bahwa ponsel baru Huawei nantinya tidak akan dapat memperbarui sistem operasi Android dan dilarang menggunakan Google Apps seperti Gmail, YouTube dan aplikasi populer lainnya, industri telekomunikasi Taiwan di pasar non-daratan Tiongkok akan menghentikan penjualan ponsel baru Huawei. Langkah ini dapat mempengaruhi penjualan Huawei di pasar Asia.

Menurut laporan media Taiwan, sebagai akibat ponsel Huawei tidak dapat menggunakan sistem Android di masa depan, juga tidak dapat melindungi hak dan minat konsumen dalam masalah pemeliharaan dan garansi. Maka Chunghwa Telecom, tidak mau menjual ponsel baru yang diluncurkan oleh Huawei hingga ponsel yang lama habis terjual.

Xie Jimao, ketua Chunghwa Telecom mengatakan bahwa pihaknya baru mau mempertimbangkan apakah penjualan ponsel Huawei diteruskan lagi atau tidak, itu tergantung pada perkembangan situasi di masa mendatang.

Perusahaan operator telekomunikasi terbesar kedua di Taiwan, Taiwan Mobile juga mengikuti jejak Chunghua mengambil langkah menghentikan penjualan. Perusahaan mengatakan bahwa karena layanan Google, mereka tidak akan menjual model baru Huawei. Selain itu, Taiwan Mobile juga meminta pihak berwenang sesegera mungkin mengeluarkan petunjuk yang jelas tentang ponsel mana yang memiliki masalah dengan keamanan nasional.

Korea Telecom (KT) mengatakan bahwa pihaknya sedang mempertimbangkan untuk menghentikan penjualan ponsel dan tablet Huawei. KT saat ini memiliki ponsel Huawei P20 lite, ponsel Be Y3 dan Be Y Pad2, MediaPad M3.

Telkomsel, operator telekomunikasi terbesar di Indonesia juga mengatakan sedang mengkaji situasi pada saat ini.

Perusahaan Jepang SoftBank Corp tidak akan mulai menjual smartphone Huawei P30 lite pada hari Jumat 24 Mei lalu seperti yang direncanakan. Juru bicara Softbank mengatakan bahwa karena masalah sistem operasi Google Android ini, membuat perusahaan perlu memastikan terlebih dulu tentang hak konsumen sebelum penjualan ponsel P30 lite dilakukan.

Perusahaan telekomunikasi Jepang KDDI telah mengkonfirmasi mengundurkan tanggal peluncuran ponsel Huawei yang semula dijadwalkan pada akhir bulan ini. Seorang juru bicara KDDI mengatakan mereka sedang memeriksa dampak larangan AS, termasuk pembaruan perangkat lunak seluler dan ketersediaan aplikasi.

NTT Docomo, operator terbesar di Jepang juga telah menghentikan menerima pesanan untuk Huawei P30 Pro. Perusahaan itu rencananya akan mulai membuka pesanan ponsel tersebut pada 16 Mei dan mengirim pada musim panas ini.

Perusahaan e-commerce Jepang, Rakuten mengumumkan bahwa mereka akan menunda penjualan P30 lite, yang dijadwalkan untuk hari Jumat lalu.

Hideaki Yokota, wakil presiden senior dari MM Research Institute di Jepang mengatakan bahwa penjualan yang tertunda akan berdampak negatif kepada Huawei. Ia menambahkan bahwa volume pengiriman ponsel pintar Huawei tahun lalu meningkat sebesar 63,4%, itu karena ketiga perusahaan operator utama Jepang mulai menjual smartphone Huawei.

Untuk itu, cabang Huawei di Jepang tidak menanggapi permintaan komentar.

Pekan lalu, Presiden Trump menandatangani perintah eksekutif untuk membatasi perusahaan-perusahaan AS dari pembelian produk dan teknologi yang mengancam keamanan nasional.

Kementerian Perdagangan Amerika Serikat memasukkan Huawei ke dalam daftar hitam kontrol ekspor. Dan Google telah menyatakan bahwa pihaknya menghormati pembatasan tersebut.

Langkah Google ini diwujudkan dalam SO. Android yang bakal tidak lagi dapat diakses oleh ponsel baru Huawei, sehingga smartphone generasi berikutnya yang dijual di pasar luar negeri tidak dapat mengakses aplikasi dan layanan populer, termasuk Google Play Store dan aplikasi Gmail.

Saat ini, otoritas AS memberikan tenggang waktu 90 hari kepada perusahaan AS untuk melakukan penyesuaian bisnis dengan Huawei. (jhon/asr)

Video Rekomendasi : 

Atau Simak Ini : 

Share
Tag: Kategori: TECHNEWS TEKNOLOGI

Video Popular