Erabaru.net. Seorang bocah laki-laki berusia 13 tahun dari Luzhou, Provinsi Sichuan, Tiongkok , sudah lama tidak bertemu orangtuanya, sementara itu dia sangat merindukan orangtuanya sehingga ia mengaku menjadi korban penculikan agar orangtuanya pulang.

Menurut The Star, bocah remaja itu memalsukan penculikannya sendiri supaya orangtuanya akan pulang karena ia sangat merindukan mereka.

Bocah itu pertama kali ditemukan di sebuah truk yang ditinggalkan pada 8 Mei lalu di Luzhou, Provinsi Sichuan.

Dia diikat dan mulutnya disumpal di kendaraan yang diparkir di komplek perumahan.

(Foto: The Star)

Bocah itu kemudian memberi tahu polisi bahwa seseorang telah menyemprotkan sesuatu padanya di perempatan dan dia pingsan. Setelah itu, dia mengaku hanya ingat terbangun di truk yang ditinggalkan setelah pingsan.

Karena bocah itu ditemukan tidak terluka dan tidak ada yang barang yang hilang, dan polisi tidak dapat menemukan petunjuk si penculik.

Polisi kemudian berbicara panjang lebar dengan bocah itu tentang keluarganya dan saat itulah bocah lelaki itu mengakui bahwa dia telah melakukan kebohongan dengan pura-pura diculik agar orangtuanya akan pulang ke rumah.

“Aku merindukan ayah dan ibu,” kata bocah itu kepada salah satu petugas polisi.

Ilustrasi.

Rupanya, kedua orangtuanya adalah pekerja migran dan belum kembali ke rumah sejak Tahun Baru Imlek yang pada akhir Januari lalu.

Saat ini, bocah itu tinggal bersama kakek-neneknya, tetapi kakek neneknya juga sibuk bekerja. Kakeknya sibuk mengambil beberapa pekerjaan sambilan sementara neneknya saat ini bekerja di ladang.

Namun, tidak diketahui apakah orangtua bocah itu kembali ke rumah setelah kejadian.

Sayangnya, ini bukan pertama kalinya kasus seperti itu dilaporkan di Tiongkok. Juni tahun lalu, seorang anak lelaki berusia 13 tahun memalsukan penculikannya sendiri untuk mendapatkan perhatian dari orangtuanya yang telah berpisah.(yant)

Sumber: Goodtimes

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular