Erabaru.net. Beberapa hal terjadi di dunia ini yang menguji iman kita setiap hari.

Ketika tragedi alam atau buatan manusia merenggut nyawa begitu banyak orang tak berdosa, mudah untuk bertanya-tanya mengapa Tuhan membiarkan hal-hal buruk terjadi pada orang baik.

Seringkali, kita sulit memahami pesan Allah di tengah-tengah kabut rasa sakit dan penderitaan yang mengaburkan hati dan pikiran kita.

Pada 11 September 2001, serangan teroris paling masif yang terjadi di wilayah AS merenggut nyawa hampir 3.000 jiwa.

Serangan terhadap World Trade Center di New York, Pentagon di Washington, DC dan penerbangan 77 yang jatuh di Pennsylvania, Amerika Serikat, selamanya merusak jiwa jutaan orang yang tidak secara pribadi terpengaruh oleh tindakan tidak manusiawi ini.

Namun, terlepas dari semua kehancuran, kematian dan kesakitan yang disebabkan oleh momen tragis dalam sejarah itu, pesan Tuhan tetap ada.

Satu hari setelah serangan itu, seorang petugas pemadam kebakaran menemukan sesuatu di puing-puing World Trade Center yang akan menggoncangnya.

Berpadu dengan sepotong logam dengan bentuk hati dan merupakan bagian dari Kitab Suci yang digunakan untuk membuka halaman tertentu.

Ayat yang ditunjukkan dalam Alkitab yang terbuka itu adalah Matius 5: 38-39, dan di sana, di bawah judulnya, tertulis:

“ Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi. Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.”

Pesan dari Yesus dalam Alkitab ini berbicara tentang pengampunan, sesuatu yang banyak orang Amerika sampai hari ini terus berjuang ketika mereka melihat orang lain dengan rasa curiga dan kebencian di hati mereka.

Untungnya, kebenaran Allah adalah mukjizat sejati yang mampu menyembuhkan hati siapa pun yang mau menerimanya.

Alkitab yang ditemukan meleleh dalam puing-puing 9/11 mengungkapkan pesan yang luar biasa.(yant)

Sumber: bles

 

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular