Paris – Polisi Prancis menangkap tiga orang yang diduga terkait dengan ledakan bom pekan lalu di Lyon yang melukai 13 orang. Pihak berwenang mengatakan terduga yang ditangkap termasuk seorang mahasiswa ilmu komputer berkebangsaan Aljazair berusia 24 tahun.

Kasus ini sedang ditangani sebagai investigasi kasus terorisme. Serangan itu dilakukan di siang hari bolong, dan menggunakan alat peledak yang mampu mengenai sejumlah besar orang. Bom menggunakan proyektil dari sekrup dan bola logam yang dimasukkan ke dalam tas.

Seorang sumber kepolisian yang dikutip Reuters, mengatakan tidak memiliki catatan kejahatan polisi. Diantara terduga yang ditangkap adalah anak di bawah umur yang belajar di sebuah sekolah menengah di Lyon dan juga berkebangsaan Aljazair, serta seorang wanita.

Kantor kejaksaan Paris mengatakan bahwa anak di bawah umur adalah anggota lingkaran keluarga dari tersangka utama. Tidak ada informasi yang diberikan tentang wanita itu.

Menteri Dalam Negeri Prancis, Christophe Castaner juga mengumumkan penangkapan itu di Twitter. Namun, Dia tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang tersangka atau di mana mereka ditangkap.

Rekaman kamera keamanan dari insiden tersebut menunjukkan seorang tersangka bertopeng atau menutup sebagian wajah membawa sepeda ke tempat kejadian. Dia kemudian meninggalkan tas di luar cabang dari jaringan toko roti yang populer.

Jejak DNA ditemukan pada sisa-sisa bungkusan itu, menurut sebuah sumber yang dekat dengan penyelidikan.

Petugas polisi, pemadam kebakaran, dan petugas medis terlihat di dekat lokasi dugaan serangan bom di Lyon tengah, Prancis, pada 24 Mei 2019. (Foto : Emmanuel Foudrot/Reuters/The Epoch Times)

Sumber lain mengatakan polisi menangkap pria di jalan setelah membuntutinya. Mereka memutuskan untuk tidak menangkapnya di apartemennya, kata sumber itu, karena takut masih ada triacetone triperoxide atau TATP, bahan peledak buatan sendiri yang kuat, dan tidak stabil yang digunakan dalam serangan itu.

Presiden Emmanuel Macron menyebut insiden itu sebagai ‘serangan teror’, ketika wawancara langsung dengan YouTube menjelang pemilihan Eropa hari Minggu. “Pikiranku ada pada korban yang terluka,” katanya.

Pasukan polisi di seluruh Prancis telah diinstruksikan untuk meningkatkan keamanan di tempat-tempat umum dan tempat acara. (Reuters/The Epoch Times/waa)

Video Pilihan :

Simak Juga :

Share

Video Popular