Erabaru.net. Adalah sepasang suami istri, sang istri bernama Nina, dan suaminya bernama Adam. Mereka berdua saling mencintai dan kemudian menikah.

Mereka sudah menjalin kisah cinta sejak awal duduk di bangku kuliah. Mereka lulus kuliah bersama-sama, dan setelah lulus, mereka memutuskan untuk membawa hubungan mereka ke ikatan yang lebih serius, namun orangtua Nina tidak setuju, mereka mengatakan bahwa Adam baru saja lulus kuliah dan belum mempunyai penghasilan tetap, dia juga belum mapan, jadi bagaimana dia bisa mengurus keluarganya dengan baik.

Nina adalah putri yang biasanya selalu patuh pada orangtuanya, namun kali ini, dia tidak mau menurut, jadi dia mengepak semua barangnya dan pergi dari rumah, untuk menikahi kekasihnya.

Ilustrasi. Kredit: tinnhanh.dkn.tv

Adam menyadari bahwa apa yang dilakukan Nina hanya akan merusak nama baik keluarga kekasihnya itu, jadi dia mengajak Nina kembali pulang ke rumah orangtua Nina. Adam mengatakan bahwa dia tidak ingin hubungan Nina dan orangtuanya menjadi hancur karena dirinya.

Adam kemudian meminta waktu 3 tahun kepada orangtua Nina, untuk membuktikan kesungguhan cintanya, dengan menunjukkan bahwa dia bisa memiliki penghasilan tetap dan cukup mapan.

Orangtua Nina tidak keberatan, namun mereka hanya memberinya waktu 2 tahun. Adam setuju.

Sejak itu, Adam selalu bekerja sangat keras, siang dan malam, bahkan karena banyaknya pekerjaan yang dia lakukan, bisa dibilang dia adalah satu orang yang mengerjakan pekerjaan dua orang.

Karena upayanya yang sangat keras, akhirnya dia diangkat menjadi manajer penjualan setelah bekerja selama hanya 1,5 tahun.

Setelah menjadi seorang manajer, dia semakin sibuk, dan dia menjadi gila kerja, hingga akhirnya, dia mampu membeli sebuah rumah sederhana.

Walaupun itu hanya sebuah rumah sederhana, namun orangtua Nina sudah melihat kesungguhan hati Adam, maka merekapun setuju untuk menikahkan putri mereka.

Akhirnya Nina dan Adam menikah, mereka menjalani kehidupan yang sangat bahagia, setelah beberapa minggu pernikahan, Nina dinyatakan hamil, maka kebahagiaan mereka semakin besar.

Ilustrasi. Kredit: tinnhanh.dkn.tv

Di sisi lain, Adam masih terus bekerja dengan keras, dan suatu hari, tiba-tiba dia memindahkan semua saldo di rekening tabungannya ke rekening istrinya, dia juga mengganti nama pemilik semua asetnya, menjadi nama istrinya. Nina tentu saja bingung, namun Adam mengatakan bahwa dia tidak pintar mengelola keuangan, jadi biar Nina saja yang mengelola semuanya.

Ilustrasi. Kredit: tinnhanh.dkn.tv

Nina juga tidak diperbolehkan bekerja oleh Adam, dia mengatakan bahwa itu semua demi kebaikan Nina serta anak mereka yang sedang dikandungnya.

Akhirnya, tibalah waktunya bagi Nina untuk bersalin, saat melahirkan, Adam ada di sana bersamanya. Dia melahirkan seorang bayi laki-laki, Adam menghampiri istri dan anaknya, mencium kening bayi laki-laki yang gemuk itu, kemudian menengok ke arah Nina, dan dengan tatapan serius dia berkata: “Sekarang kita bercerai!”

Tentu saja Nina sangat terkejut, namun belum selesai dia menyadari apa yang baru saja terjadi, tiba-tiba Adam langsung ambruk.

Dokter bergegas membawa Adam dan memberinya pertolongan, tapi nyawanya sudah tidak tertolong.

Nina tidak tahu harus bahagia atau menangis, dia baru saja mendapatkan seorang buah hati, namun dia juga kehilangan suaminya, yang sudah meminta cerai, tepat di salah satu hari paling bahagia bagi mereka.

Tiga hari kemudian, Nina menerima sebuah surat, itu adalah surat dari Adam, sepertinya Adam sudah menulis surat itu sebelum dia meninggal.

Dalam surat itu, Adam menjelaskan bahwa sejak beberapa bulan lalu, dia telah didiagnosis menderita kanker, kanker itu sangat parah dan sudah mencapai stadium 4. Dokter mengatakan bahwa mungkin hidupnya tidak akan lama, jadi dia ingin meminta maaf karena dia mungkin tidak akan bisa lagi menafkahi istri dan anaknya.

Dia mengatakan bahwa dia ingin bercerai, agar selanjutnya Nina bisa mencari laki-laki lain, yang akan membantunya menjalani hidup, serta mengurus anak mereka.

Dia memberitahu bahwa dia memiliki polis asuransi senilai Rp. 1 milyar, dan sepertinya itu adalah nafkah terakhir yang bisa dia berikan untuk Nina dan anak mereka.

Di akhir surat, Adam menulis:

“Aku akan selamanya mencintaimu, maafkan aku, tidak bisa lagi bersamamu.

Jika ada kehidupan mendatang di dunia ini, aku ingin menjadi suamimu lagi di kehidupan yang akan datang.

Dari yang selalu mencintaimu – Adam.”

Ilustrasi. Kredit: tinnhanh.dkn.tv

Nina langsung menangis keras setelah membaca surat itu, dia sungguh tidak habis pikir, mengapa hidup ini begitu tidak adil kepadanya, suaminya telah berkorban begitu banyak untuknya, namun dia tidak sedikitpun punya kesempatan membalas kebaikan suaminya, bahkan dia tidak punya kesempatan untuk merawat ataupun memberinya semangat ketika suaminya sedang menjalani kehidupan sambil menanggung rasa sakit akibat penyakitnya.

Hidup ini selalu penuh dengan kemungkinan tak terduga, hargailah setiap momen dalam kehidupan Anda, karena Anda tidak pernah tahu, apakah masih ada kesempatan seperti itu di hari esok! (Jul)

VIDEO REKOMENDASI

Share

Video Popular