Erabaru.net. Pada tanggal 29 Mei, pembawa acara Fox Business Network dan pembawa acara media yang dikelola pemerintah Tiongkok saling berhadapan dalam debat langsung di televisi mengenai sengketa dagang Amerika Serikat – Tiongkok yang sedang berlangsung.

Keputusan untuk berdebat muncul setelah pembawa acara Tiongkok mengkritik pembawa acara Amerika Serikat atas komentarnya mengenai praktik perdagangan yang tidak adil oleh Tiongkok.

Trish Regan, pembawa acara di Fox Business Network, mengatakan dalam acaranya “Trish Regan Primetime” pada tanggal 14 Mei bahwa Amerika Serikat tidak punya pilihan selain melakukan perang dagang dengan Tiongkok karena pelanggaran perdagangan oleh rezim Tiongkok termasuk pencurian kekayaan intelektual Amerika Sertikat.

Untuk mendukung argumennya, Trish Regan mengatakan pencurian kekayaan intelektual Amerika Sertikat oleh Tiongkok adalah USD 600 miliar per tahun.

Menurut laporan 2017 oleh Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat, pencurian kekayaan intelektual oleh Tiongkok adalah antara USD 225 miliar hingga USD 600 miliar per tahun. Angka-angka ini selaras dengan laporan  Komisi Pencurian Kekayaan Intelektual Amerika pada tahun 2017.

Liu Xin, pembawa acara China Global Television Network, cabang luar negeri dari perusahaan penyiaran pemerintah Tiongkok, CCTV, merespons pada acara primetime pada tanggal 22 Mei, mengatakan bahwa Trish Regan “sangat yakin Amerika Serikat sebagai korban, menjadi sangat marah, sehingga matanya memancarkan api.”

“Namun, dalam menganalisis kata-katanya secara teliti, itu semua adalah emosi dan tuduhan yang didukung dengan sedikit substansi,” kata Liu Xin.

Liu Xin, pembawa acara di China Global Television Network, cabang luar negeri dari lembaga penyiaran milik pemerintah Tiongkok, mengkritik Trish Regan pada programnya tanggal 22 Mei 2019. (Screenshot / YouTube)

Liu Xin juga mempertanyakan angka USD 600 miliar yang diajukan oleh Trish Regan, menunjukkan bahwa definisi pencurian oleh pembawa acara Fox Business Network adalah salah arah. Liu Xin kemudian menyarankan agar Trish Regan membutuhkan tim peneliti yang lebih baik.

Trish Regan, dalam programnya pada tanggal 23 Mei, membalas kecaman Liu Xin dengan menunjuk dua penuntutan baru-baru ini atas pencurian kekayaan intektual Amerika Serikat oleh Tiongkok.

Pada tahun 2018, pembuat turbin angin Tiongkok, China Sinovel Wind Group Co dihukum oleh Amerika Serikat atas tuduhan  mencuri rahasia dagang dari AMSC, sebuah perusahaan teknologi energi Amerika Serikat, yang mengakibatkan kerugian lebih dari USD 800 juta.

Juga tahun lalu, Departemen Kehakiman Amerika Serikat mendakwa dua warganegara Tiongkok yang, bertindak atas nama badan intelijen utama rezim Tiongkok, diduga melakukan kampanye peretasan yang luas untuk mencuri ratusan gigabyte data dari anggota militer, agen pemerintah, dan perusahaan swasta di Amerika Serikat dan setidaknya selusin negara lain.

Dalam programnya, Trish Regan kemudian mengundang Liu Xin untuk berdebat mengenai perang dagang secara langsung.

“Jadi saya akan memberitahu anda apa, Liu Xin, tampak seperti wanita yang baik. Dan — bahkan jika anda hanya membaca propaganda negara yang dituliskan untuk anda dari teleprompter oleh seorang anggota Partai Komunis — saya ingin mengundang anda untuk berdebat secara jujur ​​dan langsung dengan saya, sebuah diskusi nyata,” kata Trish Regan.

Trish Regan mengulangi undangannya dalam tweet pada tanggal 24 Mei.

“Mari kita berdebat mengenai perdagangan secara jujur,” tulis Trish Regan.

“Anda menuduh saya ’emosional’ dan tidak mengetahui fakta saya – salah! Anda menyebutkan waktu dan tempat, dan saya akan berada di sana!”

Liu Xin merespons di Twitter, yang dilarang di Tiongkok, menerima undangan Trish Regan — selama tidak ada “pencemaran nama baik,” tulis Liu Xin. Trish Regan kemudian menjawab dalam tweet, “Jangan khawatir — saya tidak mengumbar lumpur, saya mengumbar FAKTA.”

“Ini adalah debat yang berarti untuk dilakukan,” tambah Trish Regan.

Debat telah ditetapkan pada tanggal 29 Mei pukul 8 malam, waktu New York, akan ditayangkan di Fox Business.

Saling lempar pendapat antara kedua pembawa acara tersebut terjadi saat pembicaraan perdagangan Amerika Serikat – Tiongkok gagal di awal bulan ini. Amerika Serikat menuduh rezim Tiongkok mundur dari komitmen utama diskusi yang dinegosiasikan selama berbulan-bulan. Sebagai tanggapan, pemerintah Amerika Serikat menaikkan tarif menjadi 25 persen, dari 10 persen, terhadap barang Tiongkok senilai USD 200 miliar, dan telah memulai proses menaikkan tarif hingga 25 persen terhadap sisa barang impor dari Tiongkok senilai USD 300 miliar.

Sementara berita mengenai debat yang direncanakan telah diliput di outlet media pemerintah Tiongkok, termasuk Global Times, People’s Daily, dan CCTV, tidak jelas apakah debat tersebut akan disiarkan langsung di Tiongkok, mengingat sensor berita dan peristiwa terkini yang ketat oleh rezim Tiongkok.

Sejak memburuknya pembicaraan perdagangan baru-baru ini, media pemerintah Tiongkok telah meningkatkan propaganda anti- Amerika Serikat, yang menggambarkan Amerika Serikat sebagai pengganggu dan menyalahkan Amerika Serikat karena kurangnya kemajuan dalam diskusi perdagangan.

CCTV juga baru-baru ini menayangkan tiga film anti-Amerika selama tiga hari berturut-turut. Film-film, yang dibuat pada tahun 1950-an hingga 1960-an, pada awalnya diproduksi sebagai propaganda anti-Amerika Serikat, sebagai reaksi terhadap Perang Korea. (Cathy He/ Vv)

VIDEO REKOMENDASI

Share

Video Popular