Erabaru.net. Pemerintah Philipina telah memperkenalkan undang-undang baru yang mewajibkan semua siswa sekolah menengah dan mahasiswa untuk menanam setidaknya 10 pohon sebelum mereka lulus.

Undang-undang baru yang didasarkan pada tradisi penanaman pohon sebelum lulus adalah langkah terbaru negara itu untuk memerangi perubahan iklim global.

Jika dipatuhi dengan benar, undang-undang baru dapat menghasilkan 525 miliar pohon ditanam dalam satu generasi.

Ilustrasi. (Kredit: Pixabay)

Dengan lebih dari 12 juta siswa lulus dari sekolah dasar dan hampir lima juta siswa lulus dari sekolah menengah dan hampir 500.000 lulus dari perguruan tinggi setiap tahun, inisiatif ini, jika diterapkan dengan benar, akan memastikan bahwa setidaknya 175 juta pohon baru akan ditanam setiap tahun, kata Gary Alejano, perwakilan dari Partai Magdalo Philipina.

“Dalam satu generasi, tidak kurang dari 525 miliar dapat ditanam di bawah inisiatif ini,” lanjutnya.

Bahkan ketika hanya 10 persen dari pohon yang ditanam hidup, itu masih berarti tambahan 525 juta pohon “tersedia untuk dinikmati para generasi ketika mereka mengambil alih kepemimpinan di masa depan.”

Ilustrasi. (Foto: Unsplash)

Menurut CNN Philipina, pohon-pohon tersebut akan ditanam di hutan bakau, hutan yang ada dan beberapa kawasan lindung termasuk tempat berlatih militer, lokasi penambangan yang terlantar, dan area perkotaan terpilih.

Ada beberapa persyaratan yang harus diikuti siswa sebelum menanam pohon karena mereka harus mempertimbangkan apakah pohon tersebut cocok untuk ditanam di lokasi tersebut, serta iklim dan topografi area tersebut.

Spesies pohon asli akan mendapatkan preferensi.

Ilustrasi. (Foto: Pixabay)

Departemen Pendidikan dan Komisi Pendidikan Tinggi negara tersebut akan bersama-sama menerapkan dan memastikan kepatuhan terhadap undang-undang yang baru tersebut.

Terlepas dari manfaat langsungnya, pohon-pohon akan memberi seperti menyerap karbon dioksida dan memerangi deforestasi, pemerintah berharap generasi muda untuk memahami masalah lingkungan dan ekologi di masa depan.

Philipina adalah salah satu negara paling gundul di dunia dengan total kawasan hutan menurun dari 70 persen menjadi hanya 20 persen. Penebangan liar tetap menjadi salah satu masalah utama di negara ini karena kurangnya pohon menyebabkan risiko yang lebih tinggi akan tanah longsor dan banjir.(yant)

Sumber: Goodtimes

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular