Erabaru.net. Bagi sebagian wanita, mungkin mengenakan jilbab tidak begitu penting, namun bagi saudari kita yang Muslim, jilbab telah menjadi bagian pakaian yang penting yang berhubungan dengan iman mereka. Itulah sebabnya kebanyakan wanita Muslim mengenakan jilbab setiap hari.

Begitu juga dengan Stephanie Kurlow, seorang gadis Muslim yang baru berusia 14 tahun, yang teguh pada kepercayaannya, dan telah menjadi penari balet pertama yang mengenakan jilbab.

Stephanie mulai menari balet sejak 2 tahun, pada usia 6 tahun, dia bersama keluarganya, mereka memiliki perubahan keyakinan dan kemudian memeluk agama Islam, dan pada usia 9 tahun, seperti yang dilakukan oleh wanita Muslim pada umumnya, dia mulai mengenakan jilbab.

Kredit: huffpost.com

Awalnya dia ragu dan khawatir, kalau-kalau jilbab yang dia kenakan karena keyakinannya, akan mempengaruhi hasrat dan impiannya untuk menari balet, dan memang itulah yang terjadi pada awalnya, karena tidak ada akademi atau sekolah yang menerimanya jika dia ingin tetap memakai jilbabnya ketika menari balet.

Kredit: huffpost.com

Tetapi hal tersebut tidak membuatnya mundur, dia mencari cara lain untuk mempertahankan keyakinannya, sekaligus merealisasikan keinginannya untuk menjadi penari balet. Melalui kampanye penggalangan dana, akhirnya Stephanie berhasil mengumpulkan uang yang dibutuhkan untuk pelajaran privat.

Kredit: huffpost.com

Dengan cara ini, dia menjadi penari balet pertama di dunia yang mengenakan jilbab di atas panggung. Dan dia bukan sekedar penari balet biasa, tetapi benar-benar seorang oenari balet yang berbakat dan memiliki kemampuan yang luar biasa.

Kredit: huffpost.com

Terbukti bahwa jilbab yang dia kenakan, tidak mempengaruhi penampilannya di atas panggung, dia tetap bisa menari dengan gerakan sempurna, menampilkan keanggunan seorang penari balet yang sesungguhnya.

Kredit: huffpost.com

Stephanie bergabung dengan orang-orang seperti Amna Al-Haddad, atlet angkat besi Olimpiade dari Uni Emirat Arab, agar tetap setia pada keyakinannya meskipun ada penolakan dari orang lain.

Kredit: huffpost.com

Dan seperti Al-Haddad, Stephanie berharap dapat menjadi inspirasi bagi wanita lain yang seolah memiliki batasan dalam kehidupan mereka, karena mematuhi keyakinan mereka.

Mari saksikan videonya:

Tidak peduli apa keyakinan, warna kulit atau kebangsaan seseorang. Seni adalah ekspresi diri, dan setiap orang harus diizinkan untuk mengekspresikan diri secara bebas. (Jul)

huffpost.com

Share

Video Popular