Erabaru.net. Masih ingatkah Anda dengan kisah seorang lelaki yang menukar sepatu dengan kekasihnya lalu mengenakan sepatu hak tinggi milik kekasihnya itu, karena kaki kekasihnya itu sakit? Kejadian yang pernah terjadi di Tiongkok itu sempat menjadi viral di dunia maya, dan banyak orang yang memuji tindakan laki-laki tersebut.

Baru-baru ini, kejadian serupa juga terjadi di Malaysia, seorang pemuda mendapat pujian dan banyak perhatian karena melakukan hal yang serupa, namun kali ini bukan dengan kekasihnya, melainkan dengan Ibunya.

Seorang pengguna Twitter yoy@AmrulFrdaus telah berbagi cerita tentang bagaimana dia membantu Ibunya, saat sedang berbelanja. Cuitan yang dibuat pada tanggal 5 Juni lalu itu, telah di mendapat lebih dari 26,000 kali retweet.

Kredit: Twitter @AmrulFrdaus

Menurut pemuda berusia 23 tahun itu, kejadian tersebut terjadi saat hari raya pertama, ketika mereka berkunjung ke Queensbay Mall di Pulau Pinang.

Saat itu, Ibunya mengatakan bahwa kakinya sakit, akibat berjalan cukup lama dan jauh sambil mengenakan sepatu hak tinggi. Awalnya Yoy tidak berniat memakai sepatu hak tinggi, tapi setelah mendengar bahwa kaki Ibunya sakit, tanpa pikir panjang dia langsung meminta untuk menukar alas kaki yang mereka kenakan.

Kredit: Twitter @AmrulFrdaus

Yoy berkata bahwa itu adalah pertama kalinya dia mengenakan sepatu hak tinggi, awalnya dia ragu dan memikirkan apa kata orang-orang di sekeliling yang melihat seorang laki-laki (dirinya sendiri) mengenakan sepatu hak tinggi, tapi dia tetap terus memakainya, demi Ibunya, semua hanya demi Ibunya!

Menurut Yoy itulah kali pertama dia menggunakan kasut tumit tinggi. Walaupun pada mulanya Yoy bimbang dengan tanggapan orang sekeliling namun dia tetap meneruskan niatnya untuk bertukar kasut dengan ibunya hanya demi ibunya!

Yoy juga memposting video cara dia berjalan saat mengenakan sepatu Ibunya, memang cukup lucu dan tampak tidak biasa.

Kaki Yoy juga bukan tidak terasa sakit, pastinya hal itu juga tidak mudah untuk Yoy, namun demi Ibunya, dia tetap teguh dengan niat awalnya, untuk meringankan penderitaan Ibunya.

Jika kita dihadapkan pada situasi yang serupa, akankah kita mau berkorban dan mengabaikan pandangan orang sekeliling, demi membantu Ibu kita sendiri? (Jul)

VIDEO REKOMENDASI

Share

Video Popular