- Erabaru - http://m.erabaru.net -

Gedung yang Sedang Dibangun Didanai Tiongkok di Kamboja Ambruk, 18 Meninggal Dunia dan 24 Terluka

oleh Zhang Ting

Pihak berwenang Kamboja pada 23 Juni membenarkan ambruknya sebuah gedung di Sihanoukville, Kamboja yang sedang dibangun pada 22 Juni, sabtu dini hari. Gedung itu didanai oleh Tiongkok. Akibatnya, setidaknya 18 orang meninggal dunia dan 24 orang lainnya terluka.

 Sejumlah media lokal melaporkan bahwa Yun Min, Gubernur Sihanoukville di lokasi  runtuhnya gedung pada Minggu pagi mengatakan bahwa para penyelamat telah menemukan 18 mayat dan menemukan 24 orang yang terluka di reruntuhan.

 Yun Min mengatakan, pencarian korban yang terperangkap di bawah reruntuhan sedang dilakukan oleh tim penyelamat.

 Pihak berwenang juga telah melakukan pengusutan terhadap penyebab insiden ini.

 Hun Sen, Pendana Menteri Kamboja mengatakan, kelalaian manusia merupakan salah satu alasan utama. Ia mengatakan : “Tragedi runtuhnya gedung telah membuat negara sedih, terutama lebih dirasakan oleh para keluarga korban”.

 Central News Agency melaporkan bahwa gedung bertingkat tujuh yang sedang dibangun ini terletak di Sihanoukville, pantai barat Phnom Penh dimiliki oleh sebuah perusahaan Tiongkok. Ketika runtuh, masih terdapat sejumlah pekerja di dalamnya.

 Pihak kepolisian Kamboja telah menangkap 4 orang yang diduga terlibat dalam insiden tersebut. Mereka yang ditangkap termasuk perusahaan kontraktor bangunan yang berasal dari Tiongkok, penanggung jawab bangunan dan pemborongnya. Seorang warga Kamboja juga ikut dimintai keterangan.

 Kronologi kejadian, bangunan berlantai tujuh tersebut tiba-tiba ambruk pada Sabtu pagi. 

Ini adalah kecelakaan paling serius dalam kecelakaan serupa di Kamboja pada beberapa tahun terakhir. Dilaporkan bahwa puluhan orang masih terperangkap di bawah reruntuhan.

 Adapun berapa jumlah orang yang berada dalam gedung itu saat runtuh, belum ada angka pasti yang dikonfirmasi. Tetapi para pejabat mengatakan sebelumnya diperkirakan ada 30 orang yang terjebak. Yun Min, Gubernur Sihanoukville mengatakan bahwa pada saat itu biasanya sekitar 50 orang pekerja berada di dalam.

 The Khmer Times memberitakan, gedung yang sedang dibangun itu rencananya mau dibuat hotel. Ia memiliki lebar 15 meter dan panjang 30 meter. Sekitar 80% konstruksi bangunannya sudah selesai.

 Penduduk yang tinggal di sekitar bangunan tersebut mengatakan, tampaknya pengawas bangunan dari pihak berwenang sudah 2 kali datang ke lokasi untuk melakukan inspeksi dan melarang pembangunannya dilanjutkan. Tetapi pemilik bangunan berkolusi dengan pemerintah setempat untuk melanjutkan pembangunannya.

Lou Kim Chhun, Wakil Ketua Palang Merah Sihanoukville mengatakan, Perdana Menteri Hun Sen dan Kementerian Tenaga Kerja masing-masing menyediakan dana USD. 10.000 dan USD. 1.000 sebagai sumbangan kepada setiap keluarga korban.

 Selain itu, Palang Merah Kamboja dan pemerintah Sihanoukville menyumbang USD. 2.500 kepada setiap keluarga korban.

 Sihanoukville dikenal sebagai resort kasino, tumbuh cukup cepat berkat pariwisata dan investor dari Tiongkok.

 Investasi dari Tiongkok belakangan ini membanjiri Sihanoukville, Kota pantai yang terkenal dengan kasino-kasinonya, banyak menarik wisatawan Tiongkok. Saat ini ada sebanyak 50  gedung kasino yang dioperasikan warga Tiongkok dan puluhan bangunan hotel sedang dibangun.

 Menurut statistik resmi, antara tahun 2016 dan 2018, pemerintah Tiongkok dan perusahaan swasta Tiongkok menginvestasikan sedikitnya USD. 1 miliar di daerah Sihanoukville. (Sin/asr)