Erabaru.net. Tidak ada cinta yang lebih besar daripada cinta orangtua, dan seorang warganet Thailand baru-baru ini membagikan postingan yang membuktikan bahwa itu benar.

Warganet itu berkata bahwa dia melihat seorang Ayah mengendarai sepeda motor di jalan di Chiang Rai bersama seorang wanita dan seorang balita, yang sangat mungkin bahwa itu adalah istri dan anaknya.

Hal tersebut akan tampak seperti kejadian normal, tetapi yang menarik perhatian adalah bahwa balita yang dibawanya, terbungkus kain di sekeliling tubuhnya.

 

พูดไม่ออก คิดแคปชั่นไม่ออกคุณแม่กับคุณพ่อน้องขี่รถเลยไปทางแม่จัน ใครทราบหรือรู้จักหรือพบเห็น หากช่วยเหลือได้…

Chirapat Pinkong စာစုတင်ရာတွင် အသုံးပြုမှု ၂၀၁၉၊ ဇူလိုင် ၉၊ အင်္ဂါနေ့

Bocah laki-laki berusia dua tahun itu memiliki selang, dimana satu ujung terhubung ke hidungnya, sementara ujung yang lain terhubung ke tangki oksigen besar, yang diikat ke bagian belakang sepeda motor.

Setiap kali sepeda motor berhenti di lampu merah, sang Ayah akan berbalik sebentar untuk memastikan bahwa tangki oksigen berada di tempatnya dan menyesuaikannya lagi.

Warganet ini mengatakan bahwa pada hari itu, cuaca sangat panas tetapi tetap saja, keluarga kecil itu bertekad untuk melanjutkan perjalanan. Dia mengatakan bahwa bocah lelaki itu benar-benar beruntung memiliki orang tua yang penuh kasih dan perhatian, yang merawatnya dengan sepenuh hati.

Kredit: tunkhao.zocialx.com

Foto itu beredar di media sosial Thailand dan beberapa portal berita pergi untuk menyelidiki. Mereka menemukan bahwa pasangan itu tinggal di Mae Sai, distrik paling utara Chiang Rai, menurut TNews.

Putra pasangan itu terlahir dengan penyakit paru-paru dan pada usia enam bulan, dia menderita asma.

Paru-parunya telah memburuk begitu parah sehingga dia membutuhkan tangki oksigen untuk bernafas setiap hari, dan telah terus menggunakan tangki oksigen sejak dia berusia enam bulan.

Dilaporkan bahwa sang Ayah hanya menghasilkan sekitar 300 baht (sekitar Rp. 135 ribu) sehari, dan telah menghabiskan lebih dari 100.000 baht (sekitar Rp. 45 juta) untuk penyakit putranya.

Kredit: poppinnew.com

Sang ayah mengatakan bahwa tangki oksigen berharga 200 baht (sekitar Rp. 90 ribu) dan mereka harus mengganti tangki setiap dua hari. Jadi, mereka bepergian ke sana kemari sejauh 120 km dari rumah mereka ke rumah sakit setiap dua hari sehingga mereka dapat mengganti tangki oksigen untuk putra mereka.

Dia juga menambahkan bahwa dia harus mengendarai sepeda motornya karena dia tidak punya mobil.

Dia telah mencoba menggunakan transportasi umum sebelumnya, tetapi pengemudi transportasi umum itu takut kalau-kalau tangki oksigen itu akan meledak, selain itu juga karena dia tidak ingin merepotkan penumpang lain, akhirnya dia memilih untuk menggunakan sepeda motornya saja.

Banyak warganet yang melihat hal ini, kemudian bersimpati terhadap nasib pasangan dan penyakit putra mereka.

Mudah-mudahan, bocah itu segera sembuh dan tidak harus bergantung pada tangki oksigen lagi! (Jul)

Sumber: worldofbuzz.com

VIDEO REKOMENDASI

Share

Video Popular