- Erabaru - http://m.erabaru.net -

Uang Bukanlah Hal Utama bagi Pemilik Rumah yang Keras Kepala Ini ! Belakangan, Bangunan-bangunan Ini Menjadi Daya Tarik!

Erabaru.net. Sebagian besar pemilik bangunan yang tanahnya kebetulan berada di area proyek konstruksi berskala besar akan dikompensasi dengan sejumlah besar uang. Seringkali, mereka rela melepaskan tanah mereka ketika mereka dibayar dengan kompensasi tinggi. Namun, ada beberapa contoh di mana pemilik tanah menolak menyerahkan tanah mereka.

1. Pemilik rumah menolak tawaran yang sangat tinggi Rp 13,9 miliar untuk menjual rumahnya. Rumah itu juga menjadi sumber inspirasi untuk film “Up”

[1]
 
2. Sebuah rumah kecil terjepit di antara dua gedung tinggi seperti anak kecil di antara orangtuanya

[2]

3. Dikelilingi oleh arsitektur modern, rumah kecil retro ini terlihat sangat janggal

[3]
 
4. Terjepit di antara dua gedung apartemen, bangunan kecil Gotik ini membuat semua orang jatuh cinta padanya

[4]

5. Pemerintah sengaja membuka jalan di sekitar rumah tetapi akhirnya pemiliknya pindah karena polusi suara yang tak tertahankan. Belakangan, bangunan itu menjadi simbol pemboikotan pengembang

[5]
 
6. Properti ini dikelilingi oleh jalan lingkar empat jalur

[6]

7. Rumah kecil ini terlihat indah jika dibandingkan dengan gedung apartemen di belakangnya

[7]

8. Pengembang akhirnya dapat membeli properti itu seharga Rp 55 miliar, tetapi karena pembangunannya sudah berjalan dan akan membutuhkan biaya lebih banyak untuk membangunnya kembali, jadi itu berubah menjadi toko roti

[8]

9. Di Perancis Utara, seorang lelaki tua bernama Salah Oudjani menolak untuk menjual kafenya yang berusia 46 tahun dan kafenya adalah satu-satunya bangunan yang masih berdiri di tengah area konstruksi

[9]

10. Gereja bahkan terlihat lebih indah di lautan apartemen

[10]

11. Itu menjadi satu-satunya rumah di bawah jembatan. Satu-satunya keuntungan dari itu adalah mereka tidak menjadi basah saat hujan

[11]

12. Bayangkan hidup secara harfiah hanya beberapa langkah dari kantor Anda

[12]

13. Seorang penduduk Jiangsu menolak untuk menjual tanahnya untuk pengembangan villa mewah. Jika Anda membandingkan rumah kecilnya dengan vila-vila yang identik, rumah kecil itu terlihat menggemaskan!

[13]

14. Awalnya pengembang dan pemilik rumah tidak dapat mencapai kesepakatan dengan harga, jadi rumah kecil ini sekarang telah menjadi toko suvenir

[14]

15. Pemilik rumah ini tidak ingin menjual rumahnya dan tetap bertahan lama. Dia menyerah kemudian karena dia tidak bisa membeli makanan. Rumah itu dijual dengan sejumlah kompensasi

[15]

Terkadang, kita tidak dapat sepenuhnya menyalahkan satu pihak karena kita harus melihat dari sudut pandang pemilik dan perusahaan. Kita hanya bisa berharap bahwa kedua belah pihak dapat mencapai kesepakatan dua arah sehingga kedua belah pihak dapat memperoleh situasi win-win di masa depan!(yant)

Sumber: Goodtimes