oleh Li Yun

Tersiar berita tentang perubahan bentuk atau deformasi Bendungan Tiga Ngarai di Tiongkok telah menimbulkan keprihatinan publik. Wang Weiluo, seorang profesor, seorang ahli teknik hidrolika terkenal tentang masalah Bendungan Tiga Ngarai mengungkapkan bahwa proyek itu muncul akibat adanya transaksi politik antara mantan Presiden Tiongkok, Jiang Zemin dengan Li Peng mantan wakil perdana menteri. 

Proyek yang pembangunannya dipaksakan oleh Jiang Zemin itu, membawa bencana bagi negara.  Berikut berita selengkapnya. 

Seorang ekonom etnis Tionghoa yang menggunakan nama ‘Leng Shan’ pada awal bulan Juli memuat di akun twitter gambar Bendungan Tiga Ngarai yang diambil dari satelit dan gambar Bendungan Tiga Ngarai sebelumnya untuk dibandingkan. 

Dari kedua gambar itu terlihat bahwa sudah terjadi deformasi pada bagian konstruksi, sehingga dianggap membahayakan. 

Leng Shan mengingatkan bahwa jika bendungan itu jebol, maka setengah dari Tiongkok akan berada dalam situasi lumpuh. Kehidupan rakyat akan makin sengsara. Komunis Tiongkok serta keluarga besarnya juga akan “habis”.

Berita itu telah menarik perhatian netizen di dalam dan luar negeri. Banyak netizen menemukan bahwa citra satelit bendungan saat ini memang memiliki masalah deformasi yang serius. 

Namun, komunis Tiongkok justru menggunakan propaganda internal dan eksternal dan pasukan jaringan internet mereka untuk membantah desas-desus. Namun belakangan  mengakui bahwa bendungan itu sedang mengalami pergeseran.

Pada saat yang sama, lokasi wisata yang menyediakan tempat untuk melihat pemandangan Bendungan Tiga Ngarai langsung ditutup untuk umum. Dua orang wakil kepala dari Biro Jalur Air Sungai Yangtze juga diinterogasi pada hari yang sama. Mereka semua dianggap terkait dengan deformasi Bendungan Tiga Ngarai.

Profesor Wang Weiluo, pernah mengatakan bahwa struktur konstruksi dari Bendungan Tiga Ngarai itu yang menentukan bahwa bendungan cepat atau lambat akan berubah bentuk. 

Pendapat senada disampaikan oleh Huang Xiaolu, ahli teknik hidrolika dari Huang Wanli Research Fund. menurutnya Bendungan Tiga Ngarai akan menyebabkan bencana yang sangat besar bagi Tiongkok terlepas dari terjadi atau tidak perubahan bentuk.

Li Peng mengungkap Inside Story

Media resmi komunis Tiongkok sebelumnya pernah menerbitkan sebuah artikel berdasarkan memoar Li Peng yang mengungkap kisah pengambilan keputusan mengenai proyek Bendungan Tiga Ngarai. 

Menurut memoar, proyek itu diputuskan oleh Deng Xiaoping. Li Peng saat itu adalah wakil perdana menteri dan ditunjuk sebagai ketua tim persiapan untuk pembangunan Bendungan Tiga Ngarai.

Setelah tahun 1989, semua keputusan utama tentang proyek tersebut dirumuskan oleh Jiang Zemin. Sebelum proyek itu mulai dikerjakan sudah banyak ahli teknik hidrolika yang menyampaikan keraguan mereka, bahkan ada yang menentang. 

Namun, Jiang Zemin yang baru naik tahta yang menyetujui pembantaian mahasiswa di Lapangan Tiananmen pada 4 Juni 1989, buru-buru bersekutu dengan Li Peng demi mengkonsolidasikan kedudukannya. 

Jiang Zemin secara pribadi mendorong proposal proyek Bendungan Tiga Ngarai untuk disahkan oleh Kongres Rakyat Nasional Tiongkok.

Kepada Epoch Times, profesor Wang Weiluo mengungkapkan bahwa pembangunan Bendungan Tiga Ngarai adalah transaksi politik antara Jiang Zemin dan Li Peng setelah ia naik tahta. 

“Sebelum 4 Juni, Bendungan Tiga Ngarai itu apa mungkin saja Jiang Zemin masih belum jelas. Tetapi setelah 4 Juni tahun 1989, Jiang adalah orang pertama yang melakukan peninjauan ke lokasi dimana bendungan akan didirikan. Di sana ia langsung mengukuhkan dukungannya untuk pembangunannya,” kata Wang Weiluo.

Menurut Wang Weiluo, Jiang Zemin telah mengetahui bahwa sebagai penghargaan terhadap Li Peng, Deng Xiaoping telah menyerahkan proyek Bendungan Tiga Ngarai kepada Li Peng untuk ditangani. 

Wang Weiluo menekankan bahwa jika tidak karena Jiang Zemin ngotot ingin membangun proyek itu, rencana jelas tidak akan diteruskan, sekali pun diperjuangkan oleh Li Peng. Jika bisa dilakukan, proyek itu sudah mulai digarap pada tahun 1985, Jadi beban tanggung jawab dari kedua pemimpin itu berbeda.

Banyak orang yang menentang pembangunan bendungan itu sebelum proyek diluncurkan. Suara menentang yang paling keras datang dari mendiang profesor Huang Wanli dari Universitas Tsinghua. Profesor ini mengirimkan 6 pucuk surat kepada Jiang Zemin dan Li Peng untuk menjelaskan masalah dan bahaya yang bakal dihadapi dengan dibangunnya bendungan. Huang Wanli memaparkan bahaya yang akan dihadapi dari perspektif geologi, lingkungan hidup, ekologi, dan militer. Huang Wanli bahkan meramalkan, “Jika bendungan berdinding tinggi itu tetap dibangun, suatu hari nanti juga akan diledakkan.”

Kepentingan Kelompok Besar

Menurut Wang Weiluo  proyek Bendungan Tiga Ngarai bukanlah keputusan rekayasa sederhana, tetapi keputusan politik. Proyek itu jadi digarap merupakan  kehendak dari segelintir keluarga pemimpin tertinggi komunis Tiongkok saat itu. 

Pasalnya keluarga pemimpin teratas dapat secara langsung memperoleh manfaat ekonomi yang sangat besar dari proyek itu. Kelompok-kelompok kepentingan itu telah mengerubuti proyek demi kepentingan masing-masing.

Pada masa itu, Jiang Zemin terus mendorong untuk secepatnya merealisasikan pembangunan bendungan yang memang dijadikan sebagai transaksi politik. Kementerian propaganda pun mulai membuat bualan-bualan yang menipu rakyat Tiongkok dan merugikan negara.

Wang Weiluo meragukan tentang total biaya pembangunan proyek yang bernilai RMB. 57.1 miliar pada tahun 1992. Pada akhir tahun 2008, total biaya proyek itu sudah berkembang menjadi RMB. 200 miliar lebih, padahal itu belum termasuk biaya untuk pengadaan alat angkat kapal atau lift kapal.

Lebih dari setengah anggaran proyek Bendungan Tiga Ngarai adalah Dana Tiga Ngarai yang dipungut dari warga dari tagihan listrik bulanan. Itu adalah pungutan khusus yang diresmikan oleh Dewan Negara Tiongkok. Dana yang tidak perlu dibayar kembali baik pokok maupun bunganya.

Bencana yang dibawa bendungan datang silih berganti

Sejak bendungan mulai dibangun, selain menumbuh-suburkan masalah korupsi,  juga menimbulkan ketidaknormalan iklim pada bagian tengah dan hilir Sungai Yangtze di tahun-tahun berikutnya. Gempa bumi, kekeringan, suhu tinggi, banjir, dan nyaris keringnya air Danau Poyang datang silih berganti.

Sebagai contoh, gempa berkekuatan 8.1 SR terjadi di Wenzhuan pada tahun 2008. Dan  gempa bumi berkekuatan 7 SR terjadi di Ya’an, Sichuan pada tahun 2013.

Menurut statistik, dari bulan September 2008 hingga 31 Agustus 2012, telah terjadi 401 kasus bencana geologis baru di Area Bendungan Tiga Ngarai. 

Shen Guoxuan, pemimpin Tim Proyek Pengkajian Proyek Tiga Ngarai ketika merespons pertanyaan publik mengakui bahwa pembangunan bendungan pasti akan menyulut terjadinya gempa bumi.

Penulis Zheng Yi dalam artikelnya yang dirilis pada tahun 2011 menjelaskan bahwa setelah di bagian pinggang Sungai Yangtze dibangun Bendungan Tiga Ngarai yang besar, kebiasaan asli dari aliran danau itu diubah. Proyek Tiga Ngarai itu menyebabkan bencana ekologis. Wang Weiluo pernah berkata bahwa proyek Tiga Ngarai adalah penyebab utama kekeringan.

Jin Yongtang, ahli teknik hidrolika terkenal yang sejak awal menentang pembangunan proyek Tiga Ngarai mengatakan bahwa masalah yang ditimbulkan oleh bendungan ternyata jauh lebih serius dari perkiraan semula. Bencana yang diakibatkan oleh bendungan yang diprediksi sebelumnya oleh banyak ahli, belakangan satu per satu muncul.

Selain itu, jutaan rakyat yang hidup di seputar bendungan telah menjadi kelompok “tiga terendah” dan “tiga tidak memiliki”. Petisi-petisi dari warga kelompok ini jumlahnya per tahun telah mencapai lebih dari 80.000 kasus, dan masih berlanjut selama bertahun-tahun tanpa ada pengurangan.

Pada perayaan selesainya pembangunan Bendungan Tiga Ngarai pada tahun 2009, tidak seorang pun pemimpin komunis Tiongkok yang hadir untuk memberi selamat. Hal itu sangat jarang terjadi.

Pada 16 September 2013, Li Keqiang menandatangani peraturan mengenai pengamanan bendungan. Komisi Militer Pusat juga mengirim kekuatan yang terdiri dari 4.600 orang personil militer untuk menjaga keamanan Bendungan Tiga Ngarai. Hal itu menunjukkan kekhawatiran pemerintah Beijing terhadap bahaya tersembunyi yang ditimbulkan oleh bendungan.

Anehnya, Jiang Zemin yang suka memamerkan kehebatannya demi menonjolkan diri dan secara pribadi memimpin pembangunan Bendungan Tiga Ngarai, tidak muncul dalam upacara peresmian bendungan.

Jiang Zemin juga tidak memasukkan pidatonya yang terkait ke dalam literatur pribadinya. Jelas bahwa Jiang juga tahu bahwa Bendungan Tiga Ngarai adalah momok. Jiang Zemin takut untuk memikul tanggung jawab politik terbesar itu.

Menurut Wang Weiluo, proyek bendungan itu belum diperiksa sejak operasi uji coba pada tahun 2003 sampai sekarang. Tidak ada orang yang berani menjamin kualitasnya. Wang Weiluo menilai sangat berarti bagi semua orang untuk mendiskusikan masalah itu secara online. Komunis Tiongkok harus memberikan respon tanggung jawab kepada rakyat.

Wang Weiluo menyimpulkan bahwa bendungan bisa jadi sudah terjadi deformasi. Jika tanggulnya jebol, 7 juta jiwa penduduk kota Yichang bakal kehilangan nyawa. 

Sebenarnya, makin cepat Bendungan Tiga Ngarai dibongkar akan semakin baik. Apalagi tren dunia saat ini tidak lagi membangun bendungan demi konservasi air, tetapi mengharapkan konservasi air secara alami. Itu adalah konsensus dari para ahli teknik hidrolika dunia yang dicapai dalam pertemuan tahun lalu.

Wang menilai bahwa jika bendungan itu mau dibongkar juga tidak sulit. Tinggal buka saja semua pintu air, biarlah air yang keluar sesuai air yang masuk. 

Namun demikian, rezim komunis Tiongkok tidak ingin melakukan hal itu,  terutama karena terkait dengan hilangnya prestasi politik dan runtuhnya reputasi mereka. Jika sekarang bendungan dibongkar maka prestasi sebelumnya akan lenyap. (sin/rp/asr)  

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular