Erabaru.net. Tiongkok tampaknya telah melewati “titik kritis” kesehatan, menurut sebuah studi baru. Ketika dibandingkan dengan masa-masa beberapa waktu lalu, penyakit menular adalah penyebab utama kematian. Akan tetapi, kini telah dilampaui oleh kondisi penyakit kronis. 

Melansir dari secretchina.com, pergeseran ini diyakini telah terjadi karena kemakmuran ekonomi yang cepat. Sehingga mengurangi risiko kematian karena penyakit.  Dikarenakan orang-orang bisa mendapatkan perawatan medis yang lebih baik. 

Namun, perubahan gaya hidup yang dihasilkan dari aktivitas fisik yang kurang dan diet yang tidak sehat telah memicu peningkatan kondisi seperti serangan jantung, kanker paru-paru, stroke, dan sebagainya.

Gangguan Penyakit Kronis

Sebuah studi mengamati situasi kesehatan di Tiongkok antara tahun 1990 dan 2017. Hasilnya menemukan bahwa penyakit jantung iskemik telah menggantikan neonatal disorders dan infeksi saluran pernapasan bawah sebagai alasan utama beban penyakit ini. 

Kanker hati, penyakit paru obstruktif kronis, penyakit jantung iskemik, stroke, dan kanker paru-paru adalah lima alasan utama kematian dini.  Studi ini telah menghasilkan perkiraan untuk lebih dari 350 penyakit dan cedera sambil mengidentifikasi 84 faktor risiko.

“Seperti banyak negara, Tiongkok telah mencapai titik kritis selama tiga dekade terakhir, Ke depan, beban masalah kesehatan kronis, terutama di kalangan orangtua, akan jauh melebihi penyakit menular,” kata Maigeng Zhou, seorang pejabat di sebuah cabang di Chinese Center for Disease Control and Prevention dalam pernyataan dilansir Bloomberg. 

Orang-orang di daerah yang lebih kaya dan perkotaan, ditemukan lebih sehat daripada mereka yang berasal dari daerah pedesaan.  Sedangkan, tingkat diabetes di Tiongkok naik lebih dari 50 persen selama periode penelitian. 

Pada tahun 2000, ada 4.206 kasus diabetes per 100.000 orang. Tetapi pada 2017, jumlahnya melonjak menjadi 6.336 kasus per 100.000.  Studi tersebut memperkirakan sekitar 6,3 persen populasi warga Tiongkok menderita diabetes yang mencapai 90 juta orang.

Faktor risiko utama untuk penyakit kronis di sekitar 21 provinsi adalah merokok. 

Tekanan darah tinggi mengakibatkan 2,5 juta kematian pada tahun 2017, di mana hampir 95 persen dari kasus terkait dengan penyakit kardiovaskular. 

Kondisi kelumpuhan utama pada periode tersebut ditemukan gangguan mental, gangguan muskuloskeletal, dan penyakit organ indera seperti gangguan pendengaran, kehilangan penglihatan, dan sebagainya. Pemerintah berharap untuk menggunakan temuan tersebut untuk merencanakan program kesehatan nasionalnya.

Polusi udara

Polusi udara diperkirakan secara prematur membunuh hampir 1,1 juta penduduk Tiongkok setiap tahun, sementara mengurangi sekitar  38 miliar dolar AS dari ekonomi nasional. 

Polusi juga membuat penduduk lebih bersedih menurut sebuah studi yang membandingkan sentimen cuitan warga dengan indeks polusi partikulat harian di kota masing-masing.

“Ada korelasi negatif yang signifikan antara tingkat polusi dan kebahagiaan,  Wanita lebih sensitif terhadap tingkat polusi yang lebih tinggi daripada pria, seperti mereka yang berpenghasilan lebih tinggi. Orang-orang dari kota yang paling bersih dan paling kotor adalah yang paling parah terkena dampak oleh tingkat polusi,” menurut laporan  Health Europa.

Menurut penelitian lain yang dilakukan oleh Profesor Guojun He, polusi partikulat di utara Sungai Huai lebih tinggi 46 persen dibandingkan dengan daerah lain.

Sebagai konsekuensinya, orang-orang dari daerah tersebut memiliki rentang hidup yang lebih pendek. Dia percaya bahwa orang dapat hidup lebih lama dengan mudah jika negara tersebut memenuhi standar Kelas 1 untuk PM10, yaitu partikel yang berukuran kurang dari 10 mikron. (asr)

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular