Erabaru.net. Di daerah perkotaan di AS seperti New York, Denver, dan Los Angeles, menjadi tren bagi kaum elit untuk menghindar dari hewan peliharaan tradisional seperti anjing dan kucing, dan sebagai gantinya mereka memelihara ayam.

Meskipun beternak ayam dulunya didominasi oleh petani pedesaan, kini bukan hanya sekedar bergaya untuk memiliki burung-burung ini, tetapi juga simbol status.

Dan Julie Baker, seorang wanita yang kreatif dari New Hampshire, mengambil tren ini sebagai peluang bisnis dengan membuat popok ayam yang modis. Benar, popok ayam. Faktanya, dia menghasilkan 50.000 dollar (sekitar Rp 700 juta) setahun dari bisnis ini, bukan angka yang kecil.

11 tahun yang lalu, di pertanian Claremont yang kecil, Julie memelihara ayam bersama putrinya. Mereka melihat video YouTube seekor ayam yang memakai popok sehingga tidak akan meninggalkan kotoran di mana-mana.

Julie ingat berpikir sesuatu seperti: ‘Ya ampun, aku sangat perlu melakukan itu.’ Terutama karena putrinya sering membawa Abigail, ayam favoritnya ke rumah.

(Foto: Pampered Poultry/Facebook)

Julie kemudian memulai misi untuk menjahit beberapa popok kain untuk ayam; pemilik ayam lainnya segera menghubunginya, menginginkan popok ayam seperti itu untuk ayam peliharaan mereka juga.

Agar banyak dikenal, Julie membuka sebuah toko online dengan putrinya pada tahun 2010 yang disebut “Pampered Poultry”, sebagai sesuatu yang bisa dia pelajari saat di rumah.

Sangat mengejutkannya, usahanya meledak dalam popularitas. Itu dimulai dengan teman-temannya yang suka unggas, tetapi basis pelanggannya segera tumbuh menjadi pemilik ayam perkotaan juga.

Saat ini, Julie menjual 500 hingga 1.000 popok per bulan di 50 negara bagian, dengan harga eceran 18 dollar  (Rp 252 ribu). Akhirnya, usaha Julie berkembang dari hanya menjual popok ayam. Dia mengatakan kepada The Outline bahwa dia sekarang juga membuat penjaga bulu dan gaun lampin juga.

(Foto: Pampered Poultry/Facebook)

Anda mungkin berpikir itu gila bagi orang-orang yang membeli pakaian untuk ayam mereka, tetapi ini hanyalah salah satunya. Rupanya, pemilik unggas telah begitu gila terhadap hewan peliharaan mereka sehingga mereka bahkan menyewa “pembisik ayam” dengan tarif 225 dollar (Rp 3 juta) per jam untuk memastikan bahwa mereka bahagia.

Beberapa ayam bahkan mendapatkan koki pribadi: “Kami pikir kami akan memberi mereka makanan sisa, tetapi ayam kami akan memakan salmon panggang, steak, selada segar dan semangka organik,” kata pemilik Amina Azhar-Graham.

(Foto: Pampered Poultry/Facebook)

Kemewahan lain yang diberikan kepada ayam peliharaan adalah smartphone yang mampu mendeteksi dan mengaktifkan gerakan yang sesuai dengan ayam yang paling dipilih: pemilik dapat mengontrol ventilasi, suhu, pencahayaan, dan keamanan dari telepon mereka, dengan harga hingga 20.000 dollar (sekitar Rp280 juta).

Pampered Poultry menyoroti pergeseran cara manusia berinteraksi dengan ayam. Mereka dulu dianggap tidak lebih dari hewan ternak yang membosankan, tetapi sekarang banyak orang mulai memperlakukan mereka seperti hewan peliharaan, dan menyadari bahwa mereka memiliki kepribadian yang unik.(yn)

Sumber: Odditycentral

Share
Tag: Kategori: SERBA SERBI

Video Popular