oleh Zhang Ting

Pada hari Rabu 31 Juli, negosiator perdagangan AS – Tiongkok menyelesaikan pembahasan di Shanghai. Pertemuan Ini adalah putaran terakhir dari pembicaraan perdagangan tatap muka, sejak negosiasi macet pada bulan Mei lalu. 

Setelah negosiasi, kedua belah pihak tidak segera mengeluarkan pernyataan tentang kemajuan yang dicapai. Namun, pada hari Rabu, Gedung Putih dan Kementerian Perdagangan Tiongkok masing-masing mengeluarkan pernyataan. Isinya menyatakan bahwa negosiasi akan dilanjutkan lagi pada bulan September mendatang.

Menurut laporan Bloomberg, Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin dan Perwakilan Dagang Robert Lighthizer, mengadakan pembicaraan dengan delegasi Tiongkok termasuk Wakil Perdana Menteri Liu He pada hari Rabu sore di Shanghai Xijiao Guesthouse. Setelah itu delegasi AS langsung berangkat menuju bandara.

‘South China Morning Post’ melaporkan, perundingan di Shanghai kali ini sebenarnya hanya berlangsung sekitar setengah hari. Kedua pihak disebut tidak mengangkat terlalu banyak topik untuk dibahas di meja perundingan. Mereka kemudian mengakhiri pembicaraan pada Rabu sore. Meskipun tidak ada tanda-tanda terobosan, kedua belah pihak sepakat untuk melanjutkan lagi negosiasi.

‘The Economic Times’ menyebutkan, kedua pihak hanya berbicara sekitar 4 jam. Pembicaraan itu relatif singkat dan lebih awal dari jadwal yang diharapkan. Setelah Tiongkok dan Amerika Serikat mengambil foto bersama, para pejabat AS berpamitan menuju bandara tanpa berbicara dengan reporter yang meliput.

Gedung Putih kemudian mengeluarkan pernyataan yang mengatakan, kedua pihak membahas masalah seperti transfer teknologi wajib, hak kekayaan intelektual, hambatan non-tarif dan isu pembelian produk pertanian. Kedua pihak sepakat untuk melanjutkan pembicaraan di Washington pada awal bulan September mendatang. Kedua pihak berpedoman pada sebuah ‘perjanjian perdagangan yang dapat dieksekusi’.

Sementara itu, versi Kementerian Perdagangan Tiongkok pada hari Rabu malam mengatakan, selama pertemuan, negosiator Tiongkok dan Amerika membahas masalah peningkatan pembelian produk pertanian AS yang sesuai dengan kebutuhan dalam negeri Tiongkok. Laporan itu menyebutkan, AS akan menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi pembeli. Kedua pihak bersepakat untuk bertemu lagi pada bulan September. 

Kementerian Perdagangan juga menyatakan, negosiator AS-Tiongkok telah melakukan pertukaran pendapat yang jujur, efisien, konstruktif dan mendalam. Hal ini terkait pada masalah-masalah utama yang menjadi perhatian bersama di Shanghai.

Sedangkan, Bloomberg mengatakan melaporkan, menurut berita yang disampaikan oleh wartawan AS, perwakilan kedua belah pihak menunjukkan sikap ramah dan bersahabat di Shanghai. Lebih baik dibandingkan dengan putaran sebelumnya. Zhong Shan selaku Menteri Perdagangan Tiongkok yang dianggap sebagai figur  garis keras dalam negosiasi perdagangan, pada kesempatan itu justru lebih menonjol.

Usai pertemuan Trump – Xi Jinping di Osaka, kedua pihak sepakat untuk memulai kembali perundingan. Dalam 2 kali percakapan telepon terakhir, Mendag Tiongkok Zhongshan dilibatkan. Sebelumnya, negosiasi perdagangan Tiongkok lebih banyak dipimpin oleh Liu He .

Delegasi AS tiba di Shanghai pada hari Selasa sore. Pada malam harinya, delegasi AS diundang makan malam di Fairmont Peace Hotel, Shanghai oleh delegasi Tiongkok yang dipimpin oleh Liu He. 

Bloomberg mengutip ucapan sumber yang akrab dengan kegiatan tersebut melaporkan, makan malam bersama sebagai upaya untuk membangun suasana hubungan yang lebih baik bagi kedua pihak.

Pada awal makan malam, Presiden AS Trump menulis serangkaian cuitan. Isinya mengingatkan Tiongkok agar tidak mencoba untuk menunda kesempatan negosiasi perdagangan sampai usai pemilihan umum AS. Trump mungkin dapat menolak negosiasi bila Tiongkok terus mengulur-ulur waktu mengambil keputusan.

Trump dalam cuitannya menyebutkan, Tiongkok mungkin sedang menunggu hasil pemilihan umum tahun depan.  Tim AS, tulis Trump, sedang bernegosiasi dengan mereka. Akan tetapi mereka sering kali pada akhirnya berubah pikiran demi kepentingan mereka sendiri. Menurut Trump, mereka mungkin menunggu ‘Biden yang mengantuk’ akan keluar sebagai pemenang pemilu. 

Pada saat itu, lanjut Trump, mereka dapat menandatangani perjanjian yang menguntungkan mereka. Sehingga mengambil keuntungan dari Amerika Serikat seperti yang terjadi dalam 30 tahun terakhir. 

Trump kemudian memaparkan, Bahkan mengambil keuntungan yang lebih besar dan lebih murah daripada sebelumnya. Namun demikian, lanjut Trump, penundaan tim Tiongkok berarti bahwa jika ia menang, mereka akan mendapatkan persetujuan yang lebih buruk dari sekarang atau AS tidak memiliki perjanjian dengan komunis Tiongkok. 

Trump menegaskan, Semua kartu berada di tangan AS. Hal inilah yang tidak pernah dimiliki oleh para pemimpin Amerika di masa lalu !” Trump juga mengatakan bahwa perang dagang telah menyebabkan 5 juta orang di Tiongkok kehilangan pekerjaan. Selain itu, 2 juta pekerja manufaktur telah kehilangan pekerjaan. 

Ekonomi Tiongkok terpukul akibat perang dagang. Data yang dirilis oleh pemerintah Tiongkok pada hari Rabu menunjukkan, aktivitas manufaktur Tiongkok bulan Juli kembali mengalami kontraksi yang sudah berlangsung selama 3 bulan berturut-turut. Hal ini menyebabkan tekanan yang tidak kecil terhadap pertumbuhan ekonomi Tiongkok.

Dalam sebuah laporan yang dikeluarkan oleh Kantor Berita Xinhua pada hari Rabu, disebutkan bahwa Biro Politik Komite Pusat Partai Komunis Tiongkok telah mengeluarkan peringatan tentang adanya risiko baru yang dihadapi ekonomi Tiongkok. Sehingga, tekanan penurunan terhadap pertumbuhan ekonomi kian membesar. Biasanya, Menteri Keuangan AS Mnuchin kerap men-tweet setiap kali usai negosiasi untuk menjelaskan perkembangannya. Tapi kali ini ia tidak melakukannya.

Kantor berita AFP melaporkan bahwa J. Michael Cole, seorang peneliti senior di Global Taiwan Research Center di Washington memberikan pendapatnya. Ia menilai pertemuan yang berlangsung dalam waktu singkat itu, hanyalah mengindikasikan berupa pertemuan penjajakan. Artinya tidak akan ada terobosan besar. Paling banter, hanyalah kemajuan kecil.

‘The Wall Street Journal’ melaporkan bahwa James Green, mantan diplomat dan pejabat perdagangan AS dan penasihat perusahaan konsultan McLarty Associates mengatakan : “Dalam negosiasi perdagangan, meskipun mungkin ada beberapa langkah awal, beberapa kemajuan dibuat untuk membangun percaya diri, tetapi tidak akan ada kesimpulan sebelum semua kerikil disingkirkan. (Sin/asr)

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular