b. Membangun Dogma di Komunitas Ilmiah

Pembentukan dan penggabungan dugaan konsensus mengenai perubahan iklim adalah langkah utama dalam penggunaan lingkungan hidup untuk memanipulasi masyarakat, memperkuat rasa bencana, dan mengubah nilai-nilai kemanusiaan. Jika sampai pada kesimpulannya, lintasan alam adalah pembentukan pemerintahan super global – yaitu, komunisme. Meskipun hal ini terutama dimainkan dalam komunitas ilmiah, hal ini telah dibantu bersama dengan kekuatan bersama dari media, pemerintah, dan institusi akademik.

Tidak peduli reputasi akademis seorang ilmuwan, begitu ia secara terbuka mengungkapkan keraguan mengenai dogma konsensus, maka ia segera menghadapi tekanan luar biasa dari rekan-rekan dan lembaga akademisnya, memaksanya untuk tunduk. Orang-orang yang telah hidup dalam masyarakat totaliter komunis memiliki pengalaman serupa, satu-satunya perbedaan adalah bahwa mereka telah mempertanyakan dogma partai komunis.

David Bellamy adalah aktivis lingkungan Inggris yang terkenal dan ketua Royal Society of Wildlife Trusts. Tetapi ketika ia secara terbuka menyatakan bahwa ia tidak percaya pada dogma konsensus teori pemanasan global, agensi tersebut mengeluarkan pernyataan yang menyatakan ketidakpuasan. [51] Ia kemudian berhenti menjabat sebagai ketua Royal Society of Wildlife Trusts, dan pencinta lingkungan yang sebelumnya menghormatinya mulai curiga bahwa ia kehilangan akal sehatnya atau sedang mengambil uang dari Big Oil. [52] Henk Tennekes, mantan direktur Royal Dutch Meteorological Society, diberhentikan karena tidak mendukung dogma konsensus mengenai perubahan iklim. Demikian pula, pejabat Organisasi Meteorologi Dunia Aksel Winn-Nielsen difitnah oleh pejabat IPCC sebagai “alat industri.” Setelah peneliti Italia Alfonso Sutera dan Antonios mempertanyakan teori pemanasan iklim antropogenik, mereka tidak lagi dapat memperoleh dana penelitian. [53]

Dalam bukunya, Climate of Extremes: Global Warming Science They Don’t Want You to Know, Patrick J. Michaels atau Iklim yang Ekstrem: Mereka Tidak Ingin Anda Ketahui mengenai Sains Pemanasan Global, Patrick J. Michaels, mantan presiden American Association of State Climatologist dan seorang ahli klimatologi di Universitas Virginia, mendaftar sejumlah contoh aktivis lingkungan yang menekan para pembangkang ilmiah untuk mencapai dugaan konsensus mereka. Karena Patrick J. Michaels bersikeras bahwa perubahan iklim tidak akan mengarah pada bencana — dan sikap optimis ini tidak konsisten dengan dogma konsensus — suatu hari ia diberitahu oleh gubernur Virginia bahwa ia tidak dapat berbicara sebagai ahli iklim negara mengenai pemanasan global. Ia akhirnya memilih untuk mengundurkan diri.

George Taylor dari Oregon State University, ahli iklim lainnya, menghadapi masalah yang sama dan akhirnya terpaksa mengundurkan diri. David Legates, mantan direktur Pusat Studi Iklim di Universitas Delaware dan seorang klimatologis negara bagian di Delaware, diberitahu oleh gubernur bahwa ia tidak dapat berbicara sebagai ahli iklim negara mengenai masalah pemanasan global. Asisten klimatologi negara bagian Washington, Mark Albright dipecat karena ia mengirim email kepada seorang jurnalis dan warganegara yang bertanya mengenai seluruh catatan salju yang turun di Pegunungan Cascade, daripada memberikan sebagian catatan (yang tampaknya menunjukkan pemanasan), meskipun telah diperingatkan oleh atasannya.[54]

Fokus debat di sini adalah pada bidang keahlian klimatologis – masalah ilmu iklim, bukannya masalah kebijakan negara. Di negara-negara komunis, campur tangan politik kasar dalam sains adalah hal biasa. Di negara-negara Barat, politik lingkungan hidup digunakan untuk mengganggu kebebasan akademik.

Penelitian akademis yang meragukan dogma konsensus jarang terlihat dalam jurnal akademik, sebuah fenomena yang dimulai pada tahun 1990-an. Michaels mengatakan dalam film dokumenter Inggris Channel 4 The Greenhouse Conspiracy tahun 1990 bahwa jika sudut pandang seseorang secara politis tidak dapat diterima, maka akan ada masalah. Makalahnya ditolak oleh lebih dari satu jurnal akademik. Ketika ia bertanya kepada editor jurnal mengapa demikian, jawabannya adalah bahwa makalahnya harus melewati standar evaluasi yang lebih tinggi daripada yang lain.

Menurut laporan IPCC 1990, pemahaman pada saat itu adalah bahwa tingkat pemanasan global setara dengan perubahan iklim yang alami. Oleh karena itu, meskipun sudut pandang Patrick Michaels berbeda dari banyak sudut pandang yang lain, hal tersebut tidak dapat dianggap sebagai sesat. Namun, tujuan membangun konsensus palsu telah ditetapkan, dan semua orang harus bergabung.

Dana pemerintah telah banyak dikucurkan untuk pembentukan dan konsolidasi dugaan konsensus. Hipotesis bahwa manusia menyebabkan pemanasan global dan membawa bencana alam telah menyebabkan penelitian perubahan iklim mendapatkan pengaruh atas pembuatan kebijakan. Oleh karena itu, penelitian yang mendukung hipotesis ini secara alami akan menerima sejumlah besar dana penelitian, dan sejumlah besar artikel akademik akan diterbitkan. Sebaliknya, konsensus yang dipaksakan menghalangi para ilmuwan untuk mengeksplorasi dan meneliti arah lain yang memungkinkan.

William Gray, seorang profesor terkenal, adalah pelopor penelitian badai Amerika. Karena ia mengkritik dogma konsensus dalam teori iklim, ia tiba-tiba menemukan bahwa permohonannya untuk pendanaan penelitian berulang kali ditolak. [55]

Pada bulan Maret 2008, banyak ilmuwan yang meragukan dogma konsensus mengenai isu-isu iklim mengadakan acara akademik swasta di New York. Para ilmuwan ini mengatakan bahwa mereka menghadapi berbagai kendala ketika mencoba mempublikasikan hasil penelitian mereka di jurnal akademik. Ahli meteorologi Joseph D’Aleo, mantan chairman of the American Meteorological Society’s Committee on Weather Analysis and Forecasting atau ketua Komite Meteorologi Masyarakat Amerika mengenai Analisis dan Prakiraan Cuaca, mengatakan bahwa beberapa rekannya tidak berani menghadiri pertemuan itu karena takut dipecat. Ia percaya bahwa ada “kemungkinan besar mayoritas yang diam” dari para ilmuwan di klimatologi, meteorologi, dan ilmu-ilmu terkait adalah yang tidak mendukung posisi “konsensus.” [56]

Profesor Judith Curry, mantan dekan School of Earth and Atmospheric Sciences at the Georgia Institute of Technology atau Sekolah Ilmu Bumi dan Atmosfer di Institut Teknologi Georgia, menyatakan dalam kesaksian Senat pada tahun 2015 bahwa seorang ilmuwan yang dipekerjakan oleh NASA mengatakan kepadanya, “Saya berada di sebuah pertemuan kecil ilmuwan yang berafiliasi dengan NASA dan diberitahu oleh manajer puncak kami bahwa ia diberitahu oleh atasannya di NASA bahwa kami tidak boleh mencoba mempublikasikan makalah yang bertentangan dengan klaim pemanasan global saat ini, karena ia (atasan NASA) akan sakit kepala melawan publikasi yang ‘tidak diinginkan’. ”[57]

Judith Curry lebih lanjut mengatakan dalam kesaksiannya: “Seorang ilmuwan iklim membuat pernyataan mengenai ketidakpastian atau tingkat keraguan dalam perdebatan iklim dikategorikan sebagai penyangkal atau ‘pedagang keraguan,’ yang motifnya dianggap sebagai ideologi atau termotivasi oleh pendanaan dari industri bahan bakar fosil. Pengalaman saya sendiri dalam membahas keprihatinan mengenai bagaimana ketidakpastian ditandai oleh IPCC telah mengakibatkan saya dilabeli sebagai ‘penyesat iklim’ yang telah berbalik melawan rekan-rekan saya…Ada tekanan besar bagi para ilmuwan iklim untuk menyesuaikan diri dengan apa yang disebut konsensus. Tekanan ini datang tidak hanya dari para politisi, tetapi juga dari agen-agen pendanaan federal, universitas dan masyarakat profesional, dan para ilmuwan itu sendiri yang merupakan aktivis dan pendukung Hijau. Memperkuat konsensus ini adalah memperkuat kepentingan moneter, reputasi, dan otoritas.”[58]

Judith Curry adalah anggota Masyarakat Meteorologis Amerika Serikat dan anggota Komite Penelitian Iklim Dewan Riset Nasional. Terlepas dari keberhasilan akademisnya, ia memilih untuk pensiun dini karena ia tidak mau terus hidup di bawah tekanan seperti itu. Karena ia telah menantang “konsensus” IPCC dalam beberapa tahun terakhir, ia telah dicap sebagai “anti-sains,” seorang “penentang,” dan seterusnya, baik oleh media, ilmuwan lain, dan senator. Seorang anggota Kongres bahkan mengirim surat kepada Dekan Institut Teknologi Georgia untuk mempertanyakan motif Judith Curry. [59] Ia mengatakan bahwa alasan lain untuk pensiun dini adalah karena ia merasa tidak dapat memberitahu mahasiswa dan peneliti pasca-sarjana bagaimana cara “menavigasi KEGILAAN dalam bidang ilmu iklim.” [60]

Roger Pielke Jr., seorang profesor di Universitas Colorado, telah bekerja sama dengan Judith Curry dalam isu-isu perubahan iklim. Awalnya ia bekerja di Institut Koperasi untuk Penelitian Ilmu Lingkungan di universitas tersebut. Meskipun ia setuju dengan sebagian besar kesimpulan “konsensus” IPCC, ia mengalami tekanan serupa karena ia menunjukkan data tidak yang mendukung gagasan bahwa peristiwa cuaca ekstrem seperti angin topan, tornado, dan kekeringan dipengaruhi oleh perubahan iklim. Ia akhirnya pindah ke Pusat Tata Kelola Olahraga Universitas Colorado. [61]

Roger Pielke menunjukkan bahwa pengalaman Judith Curry memperlihatkan bahwa “memiliki jabatan tetap bukanlah jaminan kebebasan akademik.” [62] Tidak heran jika Joanne Simpson, seorang akademisi dari Akademi Insinyur Amerika Serikat dan mantan ilmuwan atmosfer NASA yang luar biasa, menyatakan keraguannya terhadap “konsensus” setelah pensiun: “Karena saya tidak lagi berafiliasi dengan organisasi mana pun atau menerima dana apa pun, saya dapat berbicara dengan terus terang.” Ia berkata, “Sebagai seorang ilmuwan, saya tetap ragu.” [63]

Referensi:

[1] Dong Zhongshu, Luxuriant Dew of the Spring and Autumn Annals, Images for the regulation of dress, 14.董仲舒:《春秋繁露·服制象》,第十四,https://ctext.org/chun-qiu-fan-lu/fu-zhi-xiang/zh. The line in question appears both as “天之生物也,以养人” and “天地之生萬物也以養人.” [In Chinese] [2] Confucius, The Universal Order or Conduct of Life, a Confucian Catechism, “Being a Translation of One of the Four Confucian Books, Hitherto Known as the Doctrine of the Mean” (The Shanghai Mercury, Limited, 1906), 68. https://bit.ly/2T74Dsb

[3] Lost Book of Zhou. Da Jujie.《逸周書·大聚解》, https://ctext.org/lost-book-of-zhou/da-ju/zh. [In Chinese] [4] The Classic of Rights. Zhai Yi.《禮記·祭儀》,https://ctext.org/text.pl?node=61379&if=gb&show=parallel. [In Chinese]

[5] Rupert Darwall, The Age of Global Warming: A History (London: Quartet Books Limited, 2013), Chapter 1.

[6] Wes Vernon, “The Marxist Roots of the Global Warming Scare,” Renew America, June 16, 2008, https://web.archive.org/web/20100724052619/http://www.renewamerica.com:80/columns/vernon/080616.

[7] Frederick Engels, “Notes and Fragments,” Dialectics of Nature, 1883, accessed December 28, 2018, https://www.marxists.org/archive/marx/works/1883/don/ch07g.htm.

[8] Brian Sussman, Eco-Tyranny: How the Left’s Green Agenda Will Dismantle America (Washington, D.C.: WND Books, 2012), 8–9.

[9] Ibid., 10.

[10] Ibid., 11.

[11] Ibid., 14–15.

[12] Ibid., 11.

[13] Grace Baumgarten, Cannot Be Silenced (WestBow Press, 2016), Available: http://j.mp/2HgHJ0q

[14] Wes Vernon, “The Marxist Roots of the Global Warming Scare,” Renew America, June 16, 2008, https://web.archive.org/web/20100724052619/http://www.renewamerica.com:80/columns/vernon/080616.

[15] Sussman, Eco-Tyranny, 35.

[16] Vernon, “The Marxist Roots.”

[17] Lewis S. Feuer, “The Friendship of Edwin Ray Lankester and Karl Marx: The Last Episode in Marx’s Intellectual Evolution,” Journal of the History of Ideas 40 (4): 633–648.

[18] John Bellamy Foster, “Marx’s Ecology in Historical Perspective,” International Socialism Journal 96, Winter 2002, http://pubs.socialistreviewindex.org.uk/isj96/foster.htm.

[19] James O’Connor, “Capitalism, Nature, Socialism: A Theoretical Introduction,” Capitalism, Nature, Socialism 1, no. 1 (1988): 11–38,  http://www.vedegylet.hu/okopolitika/O%27Connor%20-%20Capitalism,%20Nature,%20Socialim.pdf.

[20] Joel Kovel and Michael Löwy, “The First Ecosocialist Manifesto,” September 2001,http://green.left.sweb.cz/frame/Manifesto.html.

[21] Joel Kovel, The Enemy of Nature: The End of Capitalism or the End of the World? (London: Zed Books, 2002).

[22] Kevin Andrews, “The Ideological Drive Behind the Greens,” ABC News, November 11, 2010,  http://www.abc.net.au/news/2010-11-12/the_ideological_drive_behind_the_greens/41010.

[23] Mikhail Gorbachev, “We Have a Real Emergency,” The New York Times, December 9, 2009, http://www.nytimes.com/2009/12/10/opinion/10iht-edgorbachev.html, and “What Role for the G-20?” The New York Times, April 27, 2009, http://www.nytimes.com/2009/04/28/opinion/28iht-edgorbachev.html.

[24] “Jack Mundey,” Sydney’s Aldermen, http://www.sydneyaldermen.com.au/alderman/jack-mundey/.

[25] Noel Moand, “A Spark That Ignited a Flame: The Evolution of the Earth Liberation Front,” in Igniting a Revolution: Voices in Defense of the Earth, eds. Steven Best and Anthony J. Nocella, II  (Oakland, Calif.: AK Press, 2006), 47.

[26] Leslie Spencer, Jan Bollwerk, and Richard C. Morais, “The Not So Peaceful World of Greenpeace,” Forbes, November 1991,  https://www.heartland.org/_template-assets/documents/publications/the_not_so_peaceful_world_of_greenpeace.pdf.

[27] Ted Thornhill, “Humans Are NOT to Blame for Global Warming, Says Greenpeace Co-founder, as He Insists There Is ‘No Scientific Proof’ Climate Change Is Manmade,” Daily Mail, February 27, 2014, http://www.dailymail.co.uk/sciencetech/article-2569215/Humans-not-blame-global-warming-says-Greenpeace-founder-Patrick-Moore.html#ixzz2vgo2btWJ.

[28] Patrick Moore, “Why I Left Greenpeace,” The Wall Street Journal, April 22, 2008, https://www.wsj.com/articles/SB120882720657033391.

[29] John Vidal, “Not Guilty: The Greenpeace Activists Who Used Climate Change as a Legal Defence,” The Guardian, Sept 10, 2008, https://www.theguardian.com/environment/2008/sep/11/activists.kingsnorthclimatecamp.

[30] Richard Lindzen, “The Climate Science Isn’t Settled,” The Wall Street Journal, November 30, 2009, https://www.wsj.com/articles/SB10001424052748703939404574567423917025400.

[31] Steven E. Koonin, “Climate Science Is Not Settled,” The Wall Street Journal, September 19, 2014, https://www.wsj.com/articles/climate-science-is-not-settled-1411143565.

[32] Steven Koonin, “A ‘Red Team’ Exercise Would Strengthen Climate Science,” The Wall Street Journal, April 20, 2017, https://www.wsj.com/articles/a-red-team-exercise-would-strengthen-climate-science-1492728579.

[33] “NASA Administrator Not Sure Global Warming a Problem,” Space Daily, May 30, 2007, http://www.spacedaily.com/reports/NASA_Administrator_Michael_Griffin_Not_Sure_Global_Warming_A_Problem_999.html.

[34] Alicia Chang, “NASA Chief Regrets Remarks on Global Warming,” NBC News, June 5, 2007, http://www.nbcnews.com/id/19058588/ns/us_news-environment/t/nasa-chief-regrets-remarks-global-warming/.

[35] Rebecca Wright, Sandra Johnson, Steven J. Dick, eds., NASA at 50: Interviews with NASA’s Senior Leadership (Washington, D.C.: National Aeronautics and Space Administration, 2009), 18.

[36] “Lennart Bengtsson Resigns: GWPF Voices Shock and Concern at the Extent of Intolerance Within the Climate Science Community,” The Global Warming Policy Foundation, May 5, 2014,  http://www.thegwpf.org/lennart-bengtsson-resigns-gwpf-voices-shock-and-concern-at-the-extent-of-intolerance-within-the-climate-science-community/.

[37] Judith Curry, “Climate Change: No Consensus on Consensus,” CAB Reviews Vol 8, No 001, 2013, 1–9.

[38] Judith A. Curry, “Statement to the Committee on Science, Space and Technology of the United States House of Representatives,” Hearing on Climate Science: Assumptions, Policy Implications and the Scientific Method, March 29, 2017, https://docs.house.gov/meetings/SY/SY00/20170329/105796/HHRG-115-SY00-Wstate-CurryJ-20170329.pdf.

[39] Ibid.

[40] Frederick Seitz, “Major Deception on Global Warming,” The Wall Street Journal, June 12, 1996, https://www.wsj.com/articles/SB834512411338954000.

[41] Ibid.

[42] Larry Bell, “The New York Times’ Global Warming Hysteria Ignores 17 Years of Flat Global Temperatures,” Forbes, August 21, 2013, https://www.forbes.com/sites/larrybell/2013/08/21/the-new-york-times-global-warming-hysteria-ignores-17-years-of-flat-global-temperatures/.

[43] Christopher C. Horner, Red Hot Lies: How Global Warming Alarmists Use Threats, Fraud, and Deception to Keep You Misinformed (New York: Simon and Schuster, 2008), 319; quote attributed to Brendan O’Neill, “Apocalypse My Arse,” Spiked Online, March 9, 2007, https://www.spiked-online.com/2007/03/09/apocalypse-my-arse/, accessed January 19, 2019.

[44] Paul Reiter, “Malaria in the Debate on Climate Change and Mosquito-Borne Disease,” Hearing Before the Subcommittee on Global Climate Change and Impacts of the Committee on Commerce, Science, and Transportation, United States Senate, April 25, 2006, https://www.commerce.senate.gov/pdf/reiter-042606.pdf.

[45] Ibid.

[46] Ibid.

[47]  Zoë Corbyn, “Global Warming Wilts Malaria,” Nature, December 21, 2011, https://www.nature.com/news/global-warming-wilts-malaria-1.9695.

[48] James Tylor, “Climate Scientist Quits IPCC, Blasts Politicized ‘Preconceived Agendas,’” The Heartland Institute, April 1, 2005, https://www.heartland.org/news-opinion/news/climate-scientist-quits-ipcc-blasts-politicized-preconceived-agendas?source=policybot.

[49] Horner, Red Hot Lies, 108; David Deming, “Statement to the U.S. Senate Committee on Environment and Public Works,” Full Committee Hearing on Climate Change and the Media, December 6, 2006, https://www.youtube.com/watch?v=u1rj00BoItw.

[50] Horner, Red Hot Lies, 329.

[51] Jonathan Leake, “Wildlife Groups Axe Bellamy as Global Warming ‘Heretic,’ Times Online, May 15, 2005, https://web.archive.org/web/20080906161240/http://www.timesonline.co.uk/tol/news/uk/article522744.ece.

[52] Christopher C. Horner, Red Hot Lies, 110–111.

[53] Ibid.

[54] Patrick J. Michaels and Robert C. Balling Jr., Climate of Extremes: Global Warming Science They Don’t Want You to Know (Washington, D.C.: Cato Institute, 2009), x–xiii.

[55] Christopher C. Horner, Red Hot Lies, 73.

[56] “Climate Skeptics Reveal ‘Horror Stories’ of Scientific Suppression,” U.S. Senate Committee on Environment and Public Works Press Releases, March 6, 2008, https://www.epw.senate.gov/public/index.cfm/press-releases-all?ID=865dbe39-802a-23ad-4949-ee9098538277 

[57] Judith A. Curry, “Statement to the Subcommittee on Space, Science and Competitiveness of the United States Senate,” Hearing on “Data or Dogma? Promoting Open Inquiry in the Debate over the Magnitude of Human Impact on Climate Change,” December 8, 2015, https://curryja.files.wordpress.com/2015/12/curry-senate-testimony-2015.pdf.

[58] Ibid.

[59] Ibid.

[60] Scott Waldman, “Judith Curry Retires, Citing ‘Craziness’ of Climate Science,” E&E News, January 4, 2017, https://www.eenews.net/stories/1060047798.

[61] Rich Lowry, “A Shameful Climate Witch Hunt,” National Review Online, February 27, 2015, https://www.nationalreview.com/2015/02/shameful-climate-witch-hunt-rich-lowry/.

[62] Waldman, “Judith Curry Retires”

[63] “U. S. Senate Minority Report: More Than 650 International Scientists Dissent Over Man-Made Global Warming Claims. Scientists Continue to Debunk ‘Consensus’ in 2008,”  U.S. Senate Environment and Public Works Committee Minority Staff Report (Inhofe), Dec 11, 2008, https://www.epw.senate.gov/public/_cache/files/8/3/83947f5d-d84a-4a84-ad5d-6e2d71db52d9/01AFD79733D77F24A71FEF9DAFCCB056.senateminorityreport2.pdf.

Share

Video Popular