Erabaru.net. Sampai sekarang, Wang Nhi menyadari bahwa induk kerbau itu memohon untuk menyelamatkan anaknya. Terlalu tersentuh oleh rasa cinta ibu kerbau pada anaknya, ia menyeka air matanya dan memutuskan untuk ‘menggantungkan’ pisaunya.

Wang Nhi telah menjadi tukang daging selama 30 tahun. Di kandang di halaman belakang rumahnya, ada lebih dari 20 kerbau yang baru dibeli. Kerbau tua ini tidak bisa lagi membajak, jadi pemiliknya menjualnya kepada Wang Nhi. Kerbau-karbau itu akan disembelih setelah sepuluh hari.

Pada jam 03:00 pagi, suasana desa masih gelap, hanya rumah jagal Wang Nhi yang bercahaya. Dia mengasa pisau, lalu denga membawa pisau yang tajam itu dia berjalan menuju kerbau tua.

Kerbau itu melihat Wang Nhi , tiba-tiba mengeluarkan suara “Oooo… Ooooo …” seolah mengatakan sesuatu, matanya berlinang air mata, setiap tetes jatuh ke tanah. Di saat ini, Wang Nhi melihat berkali-kali, tetapi dia tetap berjalan dengan tenang.

Kerbau tua itu memandang Wang Nhi dengan mata yang seolah-olah mengiba, kaki depannya tiba-tiba berlutut, berlutut di depan Wang Nhi.

Wang Nhi sudah menyembelih ternak yang tak terhitung jumlahnya, tetapi ini adalah pertama kalinya ia melihat ‘korban’ berlutut di depannya. Dia kaget ketika melihat pemandangan ini, tangan yang memegang pisau daging juga mulai bergetar. Jelas bahwa dia memohon padanya untuk menyelamatkan hidupnya.

Wang Nhi menurunkan pisaunya ke lantai, membelai kerbau dan berkata, “Bangun, di kehidupan selanjutnya jangan menjadi ternak lagi. Jika saya tidak membunuhmu, tidak ada cara untuk mendukung keluarga saya, tolong maafkan saya. “

Ilustrasi (Foto: postsod.com)

Kerbau itu tampak diam tak bergerak dengan air mata berlinang. Wang Nhi berkata, “Hai kerbau tua, yakinlah, teknik menyembelih saya kelas satu, tidak akan menyakitimu. Ini adalah satu-satunya hal yang dapat saya lakukan untuk kamu. “

Anehnya, kerbau itu berdiri dan bersuara, “Oh … Oh ..”, sepertinya mengerti apa yang dikatakan Wang Nhi.

Wang Nhi mengambil pisau daging itu lagi, dia meludahi pisau dan mengangkat tangannya. Dalam sekejap mata pisau di tangannya turun. Kerbau itu langsung jatuh ke tanah tanpa kesulitan, tetapi masih menatap Wang Nhi dengan mata berkaca-kaca. Saat itu dalam hati Wang Nhi bertanya-tanya.

Pekerjaan berikutnya adalah melakukan pembedahan pada perut, Wang Nhi sangat terkejut ketika dia menemukan anak kerbau di perut yang belum membuka matanya. Tubuhnya yang ramping dan basah sedikit bergetar, dan hidungnya yang kecil sepertinya mencari ASI.

Mata Wang Nhi basah dan hampir menangis dan hatinya terasa kacau. Pada titik ini, ia menyadari bahwa kerbau memohon untuk menyelamatkan anaknya. Ibu luar biasa! Wang Nhi menyeka air matanya dan dengan cepat pergi ke kamar untuk mengambil selimut tua dan dengan hati-hati membungkus anak kerbau itu.

Wang Nhi memegang anak kerbau dengan lengannya dan berkata kepada ibunya yang terbaring di tanah: “Kamu jangan khawatir. Saya akan membesarkan anak ini dengan sangat baik. Yakinlah .” Aneh bahwa mata ibu kerbau itu langsung menutup.

Ilustrasi. (Foto: Pixabay)

Sejak saat itu Wang Nhi tidak lagi menjadi tukang jagal dan menutup rumah jagal tak lama kemudian. Anak kerbau itu dia rawat dan tumbuh menjadi kerbau jantan yang sehat.

Kerbau itu seperti manusia, ketika dia senang dia akan menggoyangkan ekornya dan menjilat tangan Wang Nhi. Dia bergumam kepadanya, “Untungnya, ibumu memberi tahu saya, kalau tidak, kamu tidak akan luput dari nasib disembelih.”

Para penduduk desa dengan bercanda bertanya pada Wang Nhi: “Bagaimana Anda beralih dari tukang daging menjadi peternak kerbau?”.

Wang Nhi menjawab: “Saya sekarang telah mencuci tangan dan pedang saya, saya tidak lagi ingin menjadi tukang daging …”(yn)

Sumber: dkn.tv

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular