Nicole Hao – The Epochtimes

Presiden Donald Trump dalam cuitannya menyerukan Presiden Xi Jinping mengambil langkah-langkah untuk menyelesaikan kekisruhan yang sedang berlangsung di Hong Kong. Trump mengatakan akan mengkaitkan aksi protes dengan pembicaraan perdagangan AS-Tiongkok.

Kini, hong Kong terus diguncang aksi protes massa hingga memasuki minggu kesebelas. Aksi telah digelar selama berturut-turut. Aksi ini sebagai perlawanan peningkatan  Beijing yang meningkat ke kota.

“Jika Presiden Xi bertemu secara langsung dengan para pengunjuk rasa, akan ada akhir yang bahagia dan tercerahkan untuk masalah Hong Kong. Saya  pastikan itu!” demikian cuitan Trump pada 15 Agustus.

Malam sebelumnya, Trump menawarkan untuk bertemu secara pribadi dengan Xi untuk menyelesaikan masalah di Hong Kong. Trump juga menyampaikannya melalui cuitannya.

“Dia juga orang baik dalam ‘bisnis yang sulit’. Saya punya NOL keraguan bahwa jika Presiden Xi ingin dengan cepat dan manusiawi menyelesaikan masalah Hong Kong, dia bisa melakukannya. Pertemuan pribadi?.” demikian cuitan Trump.

Kemudian pada Kamis 15 Agustus, Trump ketika ditanyai wartawan  di Morristown, New Jersey, AS, apakah dia khawatir tentang rezim yang menggunakan kekuatan untuk mengakhiri aksi protes, Trump mengungkapkan kekhawatirannya. Trump menyatakan tidak ingin melihat tindakan kekarasan di Hong Kong.

Protes yang sedang berlangsung di Hong Kong, bermula dari RUU ekstradisi yang sekarang ditangguhkan. RUU ini memungkinkan siapa pun di Hong Kong dikirim ke daratan Tiongkok untuk diadili, di mana tidak ada aturan hukum.

Sejak itu aksi melebar menjadi seruan untuk demokrasi. Trump juga menyebut Hong Kong dalam serangkaian cuitannya pada 14 Agustus tentang sengketa perdagangan dengan Tiongkok.

Awal bulan ini, Trump mengumumkan pemberlakuan tarif 10 persen. Tarif ini akan dikenakan pada bulan September atas sisa impor Tiongkok senilai 300 miliar dolar AS. Administrasi Trump awal pekan ini menunda pemberlakuan tarif hingga pertengahan Desember mendatang. Penundaan ini terhadap  sejumlah produk Tiongkok senilai $ 300 miliar, termasuk smartphone dan laptop.

Menanggapi cuitan Trump yang menghubungkan Hong Kong dengan pembicaraan perdagangan, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok mengatakan, AS tidak boleh campur tangan dalam masalah ini. Akan tetapi, Hua tidak secara langsung menanggapi undangan Trump untuk secara pribadi bertemu dengan Xi Jinping.

Menghubungkan Pembicaraan Perdagangan ke Hong Kong

Tang Jingyuan, seorang komentator Tiongkok yang berbasis di A.S., kepada The Epoch Times mengatakan, bahwa pernyataan Trump dibuat setelah pertemuan tak terduga antara Menlu AS, Mike Pompeo dan diplomat Yang Jiechi di New York pada 13 Agustus. Kedua belah pihak tidak mengeluarkan pernyataan apa pun yang dibahas dalam pertemuan itu.

Tang mengatakan, bahwa kunjungan Yang ke Amerika Serikat mengisyaratkan rezim Komunis Tiongkok, ingin memisahkan pembicaraan perdagangan dari krisis di Hong Kong. Menurut Tang, Komunis Tiongkok tidak mampu untuk melawan Amerika Serikat di kedua front yakni pembicaraan perdagangan dan Hong Kong.

Strategi komunis Tiongkok mengambil pendekatan dengan pembicaraan perdagangan, tetapi bersikap keras terhadap Hong Kong. Komunis Tiongkok tidak ingin Amerika Serikat ikut campur dalam situasi di Hong Kong.

Yang adalah Direktur Urusan Luar Negeri bagi Komunis Tiongkok, serta wakil direktur dari sebuah badan Partai Komunis Tiongkok yang mengawasi urusan Hong Kong dan Makau. Mengingat Yang belum pernah terlibat dalam pembicaraan perdagangan AS-Tiongkok, kemungkinan aksi protes Hong Kong menjadi topik utama selama pertemuannya dengan Pompeo.

Selain itu, pada malam kunjungan Yang, rezim Komunis Tiongkok sedang memindahkan kendaraan lapis baja paramiliter ke perbatasan dengan Hong Kong. Tindakan ini semakin memanaskan situasi Kedatangan Yang ke Amerika Serikat, dinilai  kemungkinan kepemimpinan Komunis Tiongkok untuk mengukur reaksi AS terhadap kemungkinan agresi militer di Hong Kong.

Gordon Chang, pakar Tiongkok dan penulis buku “The Coming Collapse of China,” mengatakan kepada The Epoch Times, bahwa Amerika Serikat harus mengambil sikap keras terhadap rezim Komunis Tiongkok mengenai masalah Hong Kong.

Dia mengatakan, jika rezim Komunis Tiongkok mengerahkan militer atau paramiliter ke Hong Kong untuk memadamkan aksi protes, maka “semua taruhan dibatalkan” – mengakhiri negosiasi perdagangan AS-Tiongkok. Rezim komunis Tiongkok dinilai telah menunjukkan keengganannya untuk membuat kesepakatan yang wajar selama pembicaraan perdagangan. Komunis Tiongkok hanya akan bekerja sama jika Amerika Serikat “mendorong Komunis Tiongkok ke tepi jurang.”

Gordon Chang menyatakan, Pemerintahan Trump dapat melakukannya dengan menaikkan tarif lebih lanjut terhadap barang-barang Tiongkok melebihi 25 persen. AS juga dapat menjatuhkan tekanan ekonomi terhadap rezim Komunis Tiongkok. (asr)

 

Share

Video Popular