Roh komunisme tidak lenyap dengan disintegrasi Partai Komunis di Eropa Timur

Daftar ISI

Pengantar

1-Globalisasi dan Komunisme

2. Globalisasi Ekonomi

a. Globalisasi Memunculkan Ekonomi Gaya Komunis
b. Globalisasi Memupuk Komunisme di Negara Berkembang
c. Globalisasi Menciptakan Polarisasi Kekayaan, Mengaktifkan Ideologi Komunis
d. Oposisi terhadap Globalisasi Memajukan Ideologi Komunis
e. Kapitalisme Barat Memupuk Partai Komunis Tiongkok

3. Globalisasi Politik
a. PBB Telah Memperluas Kekuatan Politik Komunis
b. Ideologi Komunis Telah Menumbangkan Cita-Cita Hak Asasi Manusia PBB
c. Globalisasi Mendorong Gagasan Politik Komunis
d. Pemerintah Dunia Menyebabkan Totalitarianisme

4. Globalisasi Kebudayaan: Sarana Kemanusiaan yang Merusak

a.Globalisasi Kebudayaan Menghancurkan Tradisi
b.Negara-Negara Maju di Barat Mengekspor Kebudayaan Anti-Tradisional
c.Perusahaan Multinasional Menyebarkan Kebudayaan Menyimpang
d.PBB Menyebarkan Nilai-Nilai yang Menyimpang

Kesimpulan

DAFTAR PUSTAKA

Pengantar

Dimulai pada zaman Renaissance, sejarah manusia memasuki periode perubahan dramatis. Revolusi Industri yang dimulai pada akhir abad kedelapan belas sangat meningkatkan produktivitas. Kekuatan nasional setiap negara mengalami perubahan yang luar biasa, dan struktur tatanan global mengalami perubahan radikal. Pada saat yang sama, struktur sosial, pemikiran, dan tradisi keagamaan juga melihat perubahan dramatis. Keyakinan ortodoks menurun, moral manusia mulai memburuk, masyarakat menjadi tidak teratur, dan perilaku manusia kehilangan standar universal untuk penilaian. Kondisi historis ini menyaksikan kelahiran komunisme.

Setelah Revolusi Bolshevik Rusia pada tahun 1917, Komunis Internasional, yang dikenal sebagai Internasional Ketiga, berupaya mengekspor revolusi komunis ke dunia. Partai Komunis Amerika Serikat didirikan pada tahun 1919, dan Partai Komunis Tiongkok didirikan pada tahun 1921.
Pada akhir tahun 1920-an hingga awal 1930-an, depresi ekonomi global semakin memotivasi para ahli ideologi komunis. Ideologi politik dan ekonomi dunia mulai berbelok ke Kiri, Uni Soviet memperoleh pijakan yang kokoh, dan Partai Komunis Tiongkok mengambil kesempatan untuk berkembang.

Pada tahun 1949, lebih dari satu dekade kemudian, Partai Komunis Tiongkok merebut Tiongkok, dan komunisme yang kejam menjadi berpengaruh. Uni Soviet dan Partai Komunis Tiongkok bersama-sama menguasai puluhan negara dan sepertiga populasi dunia, membentuk blok melawan dunia Barat. Perang Dingin setelahnya berlangsung setengah abad.

Sementara komunisme yang kejam mengancam seluruh umat manusia, kebanyakan orang di dunia bebas Barat mengabaikan faktor-faktor komunis non-kekerasan yang berkembang secara diam-diam di dalam masyarakat itu sendiri. Selain penyusupan oleh Uni Soviet, segala macam ideologi dan gerakan para-komunis di Barat – termasuk komunis langsung, Masyarakat Fabian, dan Demokrat Sosial, antara lain – telah merambah pemerintah, dunia bisnis, dan lingkaran pendidikan dan kebudayaan.

Gerakan kontra-kebudayaan di Barat selama tahun 1960-an, serta Revolusi Kebudayaan Tiongkok, dibawa oleh unsur-unsur komunis. Setelah tahun 1970-an, para pemuda pemberontak di Barat meluncurkan “pawai panjang melalui lembaga-lembaga,” upaya untuk mengikis kebudayaan tradisional dari dalam serta merebut kepemimpinan sosial dan kebudayaan. Hanya dalam lebih dari satu dekade, mereka mencapai kesuksesan yang menakutkan.

Setelah jatuhnya Tembok Berlin dan disintegrasi Uni Soviet, beberapa orang bersorak akhir dari tahap sejarah dan akhir ideologi komunis, sementara yang lain khawatir adanya bentrokan peradaban. Tetapi hanya sedikit orang yang menyadari bahwa komunisme mengambil bentuk dan samaran baru dalam upayanya mengendalikan dunia. Spanduk barunya adalah globalisasi.

Dengan adanya Revolusi Industri serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, pergerakan rakyat serta perubahan dalam ekonomi, politik, ilmu pengetahuan dan teknologi, dan kebudayaan telah menjadi jauh lebih sering. Saat ini, telekomunikasi modern, transportasi, komputer, dan jaringan digital telah menyusutkan geografi dan mengurangi batas yang telah terbentuk selama ribuan tahun.
Dunia tampaknya telah menjadi kecil, serta jumlah interaksi dan pertukaran antar negara belum pernah terjadi sebelumnya. Penguatan kolaborasi global ini adalah hasil alami dari perkembangan teknologi, perluasan produksi, dan migrasi. Globalisasi semacam ini adalah hasil proses sejarah alam.

Namun, ada jenis lain dari globalisasi, dan itu adalah hasil ideologi komunis yang membajak proses historis alami globalisasi untuk merusak kemanusiaan. Bentuk globalisasi kedua ini adalah pokok bahasan bab ini.

Globalisasi di bawah kendali komunisme pada dasarnya adalah mengenai penyebaran semua aspek terburuk dari rezim komunis dan non-komunis secara cepat dan luas. Sarana penyebaran ini mencakup operasi politik, ekonomi, keuangan, dan kebudayaan skala besar yang dengan cepat menghapus batas-batas antara bangsa dan manusia. Tujuannya adalah untuk menghancurkan iman, moralitas, dan kebudayaan tradisional, yang menjadi sandaran umat manusia untuk bertahan hidup dan untuk memungkinkan penebusannya. Semua tindakan ini bertujuan menghancurkan umat manusia.

Buku ini telah menekankan bahwa komunisme bukan hanya teori, tetapi komunisme adalah roh jahat. Komunisme adalah hidup, dan tujuan utamanya adalah untuk menghancurkan umat manusia. Roh komunisme tidak berpegang pada ideologi politik tunggal, tetapi bahkan ketika kondisi memungkinkan, roh komunisme cenderung menggunakan teori-teori politik dan ekonomi yang bertentangan dengan ideologi komunis yang standar.

Sejak tahun 1990-an, globalisasi mengklaim sebagai upaya memajukan demokrasi, ekonomi pasar, dan perdagangan bebas, serta karenanya telah diprotes oleh sejumlah kelompok sayap Kiri. Tetapi kelompok-kelompok sayap Kiri ini tidak menyadari bahwa roh komunisme beroperasi di tingkat yang lebih tinggi. Globalisasi ekonomi, pemerintahan global politik, Agenda 21, serta berbagai konvensi lingkungan hidup dan internasional semuanya telah menjadi alat untuk mengendalikan dan menghancurkan umat manusia.

Globalisasi, juga dikenal sebagai “globalisme,” seperti yang dimanipulasi oleh roh komunisme, telah membuat kemajuan yang menakjubkan di beberapa daerah, menggunakan berbagai cara di sejumlah rute di dunia. Bab ini akan membahas aspek ekonomi, politik, dan kebudayaan dari bentuk globalisme ini.

Tiga aspek globalisasi ini telah bergabung menjadi ideologi globalisme sekuler. Ideologi ini memiliki penampilan yang berbeda pada waktu yang berbeda dan terkadang menggunakan konten yang saling bertentangan. Namun dalam praktiknya, ideologi globalisme sekuler menunjukkan karakteristik yang sangat mirip dengan komunisme. Berdasarkan pada ateisme dan materialisme, globalisme menjanjikan utopia yang indah, kerajaan surga di bumi yang kaya, egaliter, dan bebas dari eksploitasi, penindasan, dan diskriminasi – yang dikendalikan oleh pemerintah global yang baik hati.

Ideologi globalisme sekuler terikat untuk mengecualikan kebudayaan tradisional semua kelompok etnis, yang didasarkan pada iman kepada Tuhan dan mengajarkan kebajikan. Dalam beberapa tahun terakhir, semakin jelas bahwa ideologi globalisme sekuler ini didasarkan pada “kebenaran politik,” “keadilan sosial,” “nilai netralitas,” dan “egalitarianisme absolut” dari kaum Kiri. Ini adalah globalisasi ideologi.

Setiap negara memiliki kebudayaan sendiri, tetapi secara tradisional, masing-masing kebudayaan didasarkan pada nilai-nilai universal. Kedaulatan nasional dan tradisi kebudayaan masing-masing kelompok etnis berperan penting dalam warisan nasional dan penentuan nasib sendiri, dan menawarkan perlindungan bagi semua kelompok etnis agar tidak disusupi oleh kekuatan eksternal yang kuat, termasuk komunisme.

Setelah pemerintahan super global terbentuk, komunisme akan dengan mudah mencapai tujuannya untuk menghilangkan kepemilikan pribadi, bangsa, ras, dan kebudayaan tradisional masing-masing negara. Globalisasi dan globalisme memainkan peran yang merusak dalam hal ini dengan cara merusak tradisi dan etika manusia dan menyebarkan ideologi sayap Kiri dan komunisme. Mengungkap akar globalisasi komunis dan kesamaan antara globalisme dengan komunisme adalah masalah pelik namun sangat penting dan mendesak.

Share

Video Popular