Nicole Hao – The Epochtimes

Seri smartphone terbaru Huawei, Mate 30, akan menjadi yang pertama kalinya tanpa aplikasi Google. Dikarenakan, perusahaan teknologi Tiongkok dilarang membeli perlengkapan dan perangkat lunak teknologi AS.

Huawei kini telah kehilangan akses ke produk eksklusif Google, termasuk sistem operasi Android yang dikembangkan oleh Google dan aplikasi populer lainnya seperti Gmail, Google Play Store dan Google Maps. Beberapa aplikasi berbasis lokasi yang mengandalkan Google Maps, seperti transportasi online dan pengiriman makanan, tidak akan dapat berfungsi pada ponsel Huawei terbaru itu.

Saat acara peluncuran di Munich, Jerman, pada 19 September lalu, Richard Yu Chengdong, kepala divisi bisnis konsumen Huawei, memperkenalkan seri terbaru itu yang akan memiliki empat model yakni : Mate 30, Mate 30 Pro, Mate 30 Pro 5G dan Mate 30 RS.

Sistem operasi smartphone didasarkan pada open source Android. Akan tetapi, tidak akan memiliki layanan atau aplikasi Google. Smartphone tersebut sudah diinstal sebelumnya dengan browser web Huawei untuk menggantikan Google Chrome. 

Ponsel tersebut akan memiliki AppGallery, platform distribusi aplikasi yang dirancang oleh Huawei dengan sekitar 45.000 aplikasi tersedia. Sebagai perbandingan, Google Play Store memiliki sekitar 2,7 juta aplikasi.  Yu kepada wartawan mengatakan, setelah peluncuran bahwa Huawei akan menghabiskan 1 miliar dolar AS untuk mendorong pengembang global membuat aplikasi yang kompatibel dengan AppGallery-nya. 

Sebelum sanksi Amerika Serikat, AppGallery terutama digunakan di ponsel Huawei untuk pasaran Tiongkok, tempat Google dan banyak merek teknologi Barat dilarang beroperasi. Yu tidak mengungkapkan di wilayah mana, ponsel  terbaru tersebut akan tersedia untuk dijual.  Namun demikian, media Eropa melaporkan, mengingat kurangnya aksesibilitas ke produk Google, ponsel terbaru itu tidak mungkin untuk dijual di Eropa.

Desain Huawei

Desain Mate 30 bersaing dengan iPhone 11 dan iPhone 11 Pro terbaru Apple, dengan kamera tiga lensa; Tiga kamera Galaxy Note 10 milik Samsung; dan Google Pixel 4 yang akan datang, bakal diluncurkan pada 15 Oktober.

Mate 30 Pro memiliki empat lensa kamera, termasuk lensa ultra lebar, lensa telefoto, dan lensa sensor kedalaman 3D. Dikarenakan, sanksi Amerika Serikat Huawei juga tidak dapat membeli chip elektronik buatan Amerika Serikat.  Seri Mate 30 akan menggunakan desain Huawei sendiri, chipset Kirin 990. Model Mate 30 akan dijual antara 799 euro atau sekitar 880 dolar AS dan 2.095 euro atau 2.300 dolar AS. 

Praktis Tidak Berguna

Media Belanda LetsGoDigital mengutip orang dalam Huawei, pada 19 September lalu yang mengungkapkan, bahwa Huawei tidak berencana untuk menjual seri terbarunya di Eropa Tengah. Orang dalam itu mengatakan, Huawei menyadari bahwa meluncurkan smartphone mahal dan canggih tanpa aplikasi Google di Eropa, maka praktis tak berguna. 

Laporan itu menunjukkan bahwa selama sesi pra-acara di Munich, Jerman, perusahaan Tiongkok  itu tidak memberikan informasi tentang ponsel baru, insiden “aneh” yang membuat jurnalis di sana “bingung dan kesal.”

Jean Baptiste Su, seorang analis utama di Atherton Research, juga mengatakan kepada The Associated Press, bahwa operator Eropa tak akan mengambil risiko dengan menjual seri terbaru.

Jean Baptiste Su mengatakan, dirinya tidak berpikir bahwa operator akan mengambil risiko memiliki jutaan pelanggan yang kecewa. Dikarenakan, mereka bergantung kepada layanan Google yang tak beroperasi kepada perangkat terbaru mereka. Huawei adalah pemasok smartphone terbesar kedua di dunia pada tahun 2018. 

Pendiri dan CEO perusahaan Ren Zhengfei mengatakan, perusahaan tersebut berambisi untuk menjadi produsen Smartphone nomor satu di dunia pada tahun 2020. Akan tetapi, sanksi Amerika Serikat meredam rencana tersebut. 

Tak lama setelah pemerintah AS mengumumkan larangan ekspor terkait Huawei, dengan alasan keamanan nasional.  Sejumlah operator seluler mengumumkan, bahwa mereka akan menghentikan penjualan model Smartphone Huawei. Termasuk EE, operator seluler terbesar di Inggris dan operator seluler berbasis di Inggris, Vodafone.

Chunghwa Telecom, perusahaan telekomunikasi terbesar di Taiwan, juga mengumumkan, bahwa mereka tidak akan lagi membeli ponsel Huawei terbaru karena “pemeliharaan dan perbaikan di masa depan tidak dapat dijamin.”

Dalam negosiasi perang dagang saat ini, Beijing mencari pelonggaran sanksi AS terhadap Huawei. Akan tetapi tidak jelas, apakah pihak AS akan memangkas kesepakatan itu. (asr)

Video Rekomendasi : 

Share
Tag: Kategori: TECHNEWS TEKNOLOGI

Video Popular