Erabaru.net. Pengawal pribadi Raja Salman dari Arab Saudi ditembak dan terbunuh pada Sabtu (28/09/2019). Media pemerintahan setempat seperti dilaporkan Associated Press, menyebutkan insiden itu oleh pihak berwenang digambarkan sebagai perselisihan pribadi.

Belasungkawa mengalir di media sosial untuk Mayjen Abdulaziz al-Fagham.  Sejumlah foto-fotonya saat mengawal Raja Salman viral di internet Arab Saudi. Salah satunya, saat dia membungkuk untuk membantu mengikat sepatu Raja Salman. Foto lainnya menunjukkan al-Fagham saat masa hidupnya, berada di latar belakang peristiwa dengan Raja Salman dan pendahulunya, almarhum Raja Abdullah. Sementara para pejabat Arab Saudi memposting belasungkawa bagi al-Fagham.

TV pemerintah tidak memberikan rincian lainnya. Beberapa jam kemudian, Saudi Press Agency yang dikelola oleh pemerintah mengatakan, bemula cekcok dengan seorang teman al-Fagham. Lalu ia menembak dan membunuhnya. Pria itu juga melukai seorang pekerja Saudi dan Filipina lainnya di sana. Baku tembak kemudian meletus. Saat itu, pasukan keamanan mendatangi rumah penembakan itu. Sebanyak lima anggota pasukan keamanan turut terluka. Si pelaku juga tewas dalam baku tembak  saat menolak untuk menyerah.

Surat kabar harian Okaz, tidak menyebutkan rincian tentang penembakan yang menyebabkan kematian pengawal Raja Salman itu. Media menggambarkan al-Fagham dalam Headliennya berjudul : “Penjaga Raja.” Pejabat di kerajaan itu tidak segera menanggapi permintaan komentar dari The Associated Press.

Kejahatan dengan senjata api sebuah insiden yang jarang terjadi di Arab Saudi. Hukum syariat Islam yang ketat menjatuhkan para terpidana pembunuh dan penyelundup narkoba secara rutin dengan hukuman mati. Pada Tahun 2017, ada 419 kasus pembunuhan yang dilaporkan, menurut Kantor Pusat Narkoba dan Kejahatan PBB. Arab Saudi adalah rumah bagi lebih dari 30 juta penduduk.

Arabnews.com melaporkan, selama hampir 15 tahun, Mayjen Abdulaziz al-Fagham dikenal pahlawan yang pendiam. Ia  hampir selalu ada kemana saja Raja Salman pergi. Ia tetap mengawasi dengan hati-hati untuk setiap tanda-tanda ancaman terhadap keselamatan raja.  Sebagai pengawal pribadi Raja Salman dari Arab Saudi, sebelumnya ia dalam rombongan mendiang Raja Abdullah.  Mayjen Abdulaziz Al-Fagham menjadi sosok yang akrab di penampilan publik kerajaan.

Tubuhnya yang tinggi dan ramping, menyembunyikan kekuatan otot yang ada di dalam dirinya. Bagi banyak penduduk Arab Saudi, sangat menyadari kehadirannya yang mengesankan dari foto-foto peristiwa kerajaan. Ia adalah “malaikat pelindung” yang melindungi raja mereka dari bahaya.

Pemakaman dilakukan di  Mekah pada hari Minggu, setelah shalat Isya, dihadiri oleh banyak orang. Keponakan perwira yang terbunuh, Naif Al-Fagham, berdoa semoga yang kuasa mengampuni dosa pamannya.  Dibunuh dengan pengkhianatan ketika dia berada di rumah temannya. Keponakannya itu menyebut, pamannya adalah adalah orang terhormat untuk melayani negaranya dan rajanya, dan dia adalah kehormatan bagi semua warga Arab Saudi.

Ayah si pembunuh, Dr. Mishaal Mamdouh Al-Ali, anggota Dewan Shoura Arab Saudi, menyampaikan belasungkawa dengan tulus kepada keluarga kerajaan, penjaga kerajaan, bangsa Saudi, dan keluarga serta kerabat Jenderal Al-Fagham. Dia menggambarkan insiden itu sebagai pembunuhan yang berbahaya.

Melayani bangsa dan keluarga kerajaan Arab Saudi, telah tersemat dalam darah Abdulaziz Al-Fagham. Ayahnya, Jenderal Badah bin Abdullah Al-Fagham, juga bekerja untuk Al-marhum Raja Abdullah selama 30 tahun. Itu sebelum putranya masuk ke brigade khusus Pengawal Nasional Saudi.

Abdulaziz mendaftar di King Khaled Military College pada tahun 1989, dan lulus pada tahun 1991. Dia masuk ke Brigade Khusus sebelum dipindahkan ke Royal Guard. Dia juga menjabat sebagai petugas penghubung untuk prosesi resmi Raja Abdullah. Ia telah menemani Raja Abdullah di acara-acara resmi selama 10 tahun. Setelah kematian Raja Abdullah, Jenderal Al-Fagham mengambil serangkaian kursus khusus. Tujuannya untuk memenuhi syarat melindungi keluarga kerajaan, dan ditunjuk sebagai pengawal Raja Salman. (Arabnews/AP/asr)

Share

Video Popular