oleh Zhou Xing

Olsi Jazexhi merasa skeptis dengan laporan media perihal penindasan yang terencana oleh pemerintah Komunis Tiongkok terhadap warga etnis muslim Uighur di Xinjiang. Hingga ia mengunjungi sendiri tempat kejadian.

Akhirnya, ia baru sadar dengan kenaifan dirinya. Olsi Jazexhi adalah seorang doktor di bidang sejarah, etnis Albania dan berwarganegara Kanada. 

Menurut laporan media Kanada ‘National Post’, Jazexhi telah berimigrasi ke Kanada 10 tahun lalu. Sebagian waktunya ia habiskan di Toronto, Kanada. Sebagian lagi di Albania untuk mengajar di sebuah universitas di Albania. Jazexhi adalah salah satu kontributor Buku Tahunan Muslim Eropa.

Organisasi hak asasi manusia independen seperti Human Rights Watch dan Amnesty International telah mendokumentasikan penindasan secara masif terhadap warga etnis Uighur oleh pemerintah Komunis Tiongkok di Xinjiang. B

anyak media Barat melaporkan bahwa komunis Tiongkok telah menahan hingga 2 juta orang warga Uighur dalam kamp konsentrasi di Xinjiang. 

Jazexhi merasa skeptis dengan laporan-laporan itu kemudian meminta ijin kunjungan ke Xinjiang kepada Kedutaan Besar Tiongkok di Albania untuk melakukan penelitian. Bulan Agustus tahun ini, Jazexhi bergabung dengan sekelompok jurnalis asing yang mengunjungi “Pusat Pelatihan Profesional” di Xinjiang. 

Pemerintah Komunis Tiongkok bermaksud memanfaatkan para jurnalis asing. Itu setelah mereka menyaksikan sendiri keadaan di dalam untuk membantah rumor atau tuduhan yang beredar selama ini bahwa pemerintah Tiongkok melanggaran HAM. 

Namun demikian, usai kunjungan, Jazexhi menemukan bahwa tempat itu benar-benar adalah kamp konsentrasi. Umat Islam di dalam tidak diijinkan untuk Sholat.

Mereka dipaksa untuk berbicara dengan bahasa Mandarin. Mereka juga ditahan selama satu tahun atau lebih. Selama itu, mereka mendapatkan indoktrinasi dengan dogma-dogma komunis.

Sekarang, Jazexhi percaya, bahwa hal itu adalah kampanye secara besar-besaran komunis Tiongkok melawan warga etnis muslim Uighur. Tujuannya untuk menghilangkan budaya, bahasa, dan keyakinan mereka.

Share

Video Popular