Erabaru.net. Kantong teh plastik melepaskan sekitar 11,6 miliar partikel mikro dan 3,1 miliar nano plastik ke dalam cangkir teh ketika diseduh dengan air panas 95 ° C, kata para ilmuwan di Universitas McGill.

Zing melaporkan bahwa para ilmuwan merekomendasikan peminum teh untuk menjauh dari teh yang menggunakan kantong filter plastik setelah tes mereka. Penelitian baru menunjukkan bahwa kantong teh rata-rata melepaskan miliaran partikel mikro plastik ke cangkir teh Anda.

 

Ilustrasi. (Foto: pixabay)

Para peneliti di Universitas McGill di Kanada baru-baru ini melakukan percobaan untuk menempatkan empat kantong teh berbeda di pasaran dalam empat cangkir air mendidih yang terpisah. Mereka menemukan bahwa rata-rata setiap kantong mengeluarkan lebih dari 11,6 miliar mikrosfer dan lebih dari 3,1 miliar nano partikel kecil lainnya. Jumlah ini ribuan kali lebih tinggi dari jumlah mikro plastik yang ditemukan pada makanan dan minuman lain.

Para ilmuwan mengeluarkan teh dari bagian dalam kantong agar tidak mengganggu hasil, kemudian menempatkan saringan dalam air mendidih untuk mensimulasikan proses pembuatan teh. Karena itu, ini bukan mikro-resin dari daun teh. Filter ini biasanya terbuat dari polypropylene.

Profesor teknik kimia dan peneliti utama dari penelitian tersebut,Nathalie Tufenkji mengatakan, ada beberapa pertikel yang cukup kecil untuk menembus sel-sel kita.

Ada banyak penelitian yang menunjukkan mikro partikel dalam makanan dan minuman, tetapi ini adalah percobaan terbaru untuk menunjukkan bahwa minuman berbasis filter menghasilkan miliaran mikro plastik setiap kali digunakan.

Setiap kantong teh menghasilkan rata-rata lebih dari 11 miliar partikel mikro. (Foto: Zing)

VnExpress mengutip informasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan dampak mikro plastik pada kesehatan manusia belum terbukti, tetapi penelitian lain perlu dilakukan untuk memperjelas hubungan ini.

Tim juga menyarankan orang untuk menggunakan kertas atau saringan kantong teh bubuk, untuk mencegah kemungkinan dampak kesehatan serta meminimalkan partikel plastik mikro “habis” ke lingkungan.

Maria Neira, Direktur Departemen Kesehatan Masyarakat WHO, menyatakan keprihatinan: “Kita perlu tahu lebih banyak tentang mikroplastik, karena mikroplastik ada di mana-mana, termasuk segelas air yang saya minum. setiap hari”.(yn)

Sumber: tinnhanh.dkn.tv/

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular