Erabaru.net. Dikritik oleh guru karena putranya pergi ke sekolah hanya untuk tidur, sang ayah dengan tenang menyelidiki penyebabnya alih-alih memarahi putranya karena membuat kesalahan.

Situasi di mana siswa masuk kelas tetapi sering tertidur membuat guru merasa tidak senang. Namun, sorang siswa yang tertidur dikelas dan dimarahi gurunya karena ada alasan tertentu, kisah di baliknya membuat semua orang yang mendengarkan sangat terharu.

Bocah itu tidur nyenyak ketika di kelas.

Menurut media sosial berbagi di Sohu, baru-baru ini seorang guru kelas 5 sangat marah dengan tindakan seorang siswa bernama Tutu. Alih-alih pergi ke kelas untuk mendengarkan pelajaran, Tutu tidur dengan nyenyak.

Segera, guru mengungkapkan kekesalannya tentang hal ini kepada orangtua anak laki-laki di kelompok WeChat (situs jejaring sosial untuk membantu guru wali kelas menghubungi orang tua siswa di kelas) dengan kritik keras.

Ayah Tutu menelepon guru tersebut setelah bertanya kepada istrinya dan kemudian menjelaskan: “Tutu tertidur di ruang kelas bahwa anak saya salah tetapi karena ibunya sakit, saya tidak di rumah sehingga saya harus bertanggung jawab untuk keluarga saya. Setelah ini, saya berjanji untuk memastikan anak saya di rumah bisa tidur sehingga dia tidak akan menghadapi situasi ini lagi ”.

Bocah itu merawat ibunya yang sakit sehingga dia kurang tidur.

Ternyata Tutu harus merawat ibunya yang sakit malam sebelumnya, ayahnya melakukan perjalanan bisnis dan tidak bisa pulang ke rumah. Bocah itu harus memasak untuk ibunya makan, menunggu ibunya minum obat, tidur lalu mengerjakan pekerjaan rumahnya. Tidak hanya itu, keesokan paginya bocah itu harus bangun pagi untuk terus merawat ibunya dan pergi ke sekolah.

Setelah mempelajari ceritanya, guru Tutu tergerak oleh kesalehan anak laki-laki itu dan meminta maaf kepada orangtuanya karena buru-buru menyalahkannya tanpa memahami kejadian itu.

Reaksi ayah Tutu juga dipuji oleh banyak orangtua ketika dia mendengar laporan buruk tentang puranya dari gurunya dan tidak langsung menyalahkan putranya. Juga, ayah Tutu bertindak dengan sangat baik untuk kesalahan putranya.

Melalui cerita ini, orangtua harus tahu bahwa, ketika berhadapan dengan kesalahan anak-anak, orangtua sendiri perlu memiliki aturan berikut:

– Toleransi orangtua: Anak-anak yang melakukan kesalahan selalu takut akan dihukum oleh orangtua mereka atau menyembunyikan kesalahan. Orangtua perlu menempatkan diri pada posisi anak-anak mereka untuk berpikir dan membuat keputusan yang baik alih-alih dengan kasar secara verbal. Toleransi orangtua terhadap anak-anak mereka juga menjadi alasan mengapa anak-anak tahu bagaimana bertanggung jawab atas apa yang mereka lakukan.

– Tunjukkan padanya di mana salahnya: Banyak anak yang memberontak hanya karena mereka merasa bahwa apa yang mereka lakukan adalah benar. Ketika mereka dimarahi oleh orangtuanya, mereka akan cenderung memperjuangkan hak-hak mereka. Karena itu, ketika dihadapkan dengan kesalahan anak-anak, orangtua harus menunjukkan kepada anak-anak di mana mereka salah dan apa yang harus dilakukan lain kali untuk meminimalkan kesalahan yang sama.(yn)

Sumber: tinnhanh.dkn.tv

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular