oleh Liu Minghuan

Faktor keselamatan dan keamanan merupakan kata kunci yang harus diperhatikan terhadap wahana permainan. Si pengelola semestinya tak hanya mengejar keuntungan semata.

Beberapa hari yang lalu terjadi kecelakaan tragis. Insiden itu menimpa balon udara panas di lokasi wisata Majiagou yang berada di kota Yantai, Provinsi Shandong, Tiongkok.   

Seorang ibu dan anak laki-laki yang menumpang balon udara panas berwarna-warni itu, tiba-tiba jatuh dari ketinggian. Saat sedang terbang balon udara itu diduga terputusnya tali. Ibu dan anak yang terhempas ke tanah langsung tewas.

Menurut laporan media daratan Tiongkok, insiden itu tepatnya terjadi di lokasi Wisata Ekologi Majiagou di Provinsi Shandong pada 1 Oktober. Seorang ibu dan anaknya yang sedang menikmati liburan bermaksud melihat pemandangan indah dari ketinggian. Ia menikmatinya dengan menumpang balon udara panas.

Tanpa diduga, tali pengikat balon udara tiba-tiba putus saat sudah terbang tinggi. Ibu dan putranya yang masih berusia 3 tahun langsung jatuh ke tanah. Mereka meninggal dunia dengan kondisi yang mengenaskan.

Kemudian balon udara panas yang bergoyang itu terus melayang ke atas, sampai akhirnya kehilangan kendali dan meledak di udara.  Banyak turis menyaksikan pemandangan mengerikan ini dan berteriak “Habislah ! Habislah !”

Sedangkan World of Buzz yang mengutip dari salah satu website daratan Tiongkok melaporkan,  balon udara nahas itu tak seperti balon udara biasanya. Balon panas itu tak menggunakan keranjang yang mampu membawa penumpangnya.

Sebagai gantinya, hanya terdiri susunan yang sangat rapuh. Balon itu hanya terdiri dengan  struktur yang terbuat dari tiang dan tali.Disebutkan, balon udara panas itu membawa ibu dan anak itu ke udara dan mencapai ketinggian 10.000 kaki. Tingginya balon itu mengudara sangat tidak biasa. Pasalnya,  balon udara panas biasanya hanya terbang pada ketinggian rata-rata antara 100 dan 300 meter, menurut outdoortroop.com.

Dilaporkan, secara tiba-tiba balon itu menghilang di udara. Diyakini meledak karena mengudara dengan ketinggian yang luar biasa tinggi. Ibu dan anak itu, akhirnya  jatuh. Sementara itu, para saksi hanya bisa menyaksikan dengan ngeri ketika mereka jatuh ke kematian.

Seorang juru bicara dari lokasi wisata Majiagou mengatakan, acara naik balon udara panas itu diselenggarakan oleh pabrikan lain yang menyewa lokasi di sana. Tujuannya untuk melakukan kegiatan bagi wisata yang berminat terbang, tentunya dengan pembayaran. 

Kini, lokasi wisata telah ditutup untuk umum dan mengembalikan uang tiket yang sudah dibayarkan. 

Pihak kepolisian mengatakan bahwa tim investigasi kecelakaan langsung dibentuk setelah laporan diterima. Investigasi awal memastikan jika proyek penyewaan balon udara panas ini tidak memiliki izin alias ilegal. (asr)

Share

Video Popular