Nicole Hao – The Epochtimes

Presiden AS Donald Trump mengkritik pelatih National Basketball Association (NBA) dan sejumlah pihak lainnya. Kritikan itu dikarenakan hanya “Jadi kaki Tangan Tiongkok” di tengah meningkatnya perseteruan soal cuitan Hong Kong di Twitter.

Cuitan itu bermula dari status manajer umum klub NBA, Houston Rockets, Daryl Morey. Ia menulis soal dukungan aksi protes di Hong Kong. 

Trump pada 9 Oktober mengkritik Pelatih  tim bola basket profesional Amerika Serikat, Golden State Warriors, Steve Kerr dan pelatih klub San Antonio Spurs, Gregg Popovich. Dikarenakan keduanya menghindari pertanyaan soal Tiongkok.

“Saya menyaksikan Steve Kerr. Dia seperti anak kecil, dia sangat takut bahkan menjawab pertanyaan, Dia gemetar,” kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih seperti dikutip oleh The Epochtimes edisi Amerika Serikat. 

Pada 7 Oktober, ketika ditanya apakah Steve Kerr memiliki pemikiran soal kontroversi cuitan tentang Hong Kong. Ketika itu,  Kerr seorang pelatih kejuaraan sebanyak tiga kali hanya mengatakan, “Sebenarnya, saya tidak.”

Dia kemudian menambahkan, bahwa itu adalah “kisah internasional yang aneh.” Ia juga mengatakan : “Banyak dari kita tidak mengetahui apa yang harus dilakukan.”

NBA menghadapi respon keras dari Komunis Tiongkok, itu setelah Daryl Morey memposting cuitan pekan lalu. Untuk diketahui, aksi protes di Hong Kong digelar oleh jutaan warga Hong Kong yang turun ke jalan-jalan. Mereka dalam aksinya menentang komunis Tiongkok yang merambah lebih jauh soal otonomi Hong Kong.

Morey kemudian menghapus cuitannya yang bertuliskan “Stand with Hong Kong.” 

Pemilik HoustonRockets, Tilman Fertitta dan NBA dengan cepat menolak pandangan Morey. Sikap mereka memicu kecaman luas dari pejabat AS dan para fans klub. NBA dinilai hanya memanfaatkan keuntungan uang semata daripada kebebasan berbicara.

Share

Video Popular