oleh Jon Toomey

Manajer klub NBA Rockets Houston, Daryl Morey memicu insiden internasional. Itu ketika, ia menyuarakan dukungan kepada pemrotes Hong Kong. Hingga membuat Komunis Tiongkok meluncurkan serangan.

Sebagai bagian dari kerontokan NBA, pada 8 Oktober, dua fans diusir dari pertandingan saat Klub NBA Philadelphia 76ers  atau dikenal Sixers dan Guangzhou Loong Lions dari Asosiasi Bola Basket Tiongkok, bertanding di Philadelphia, Amerika Serikat. Pengusiran terjadi dikarenakan, mereka memegang poster yang bertuliskan “Free Hong Kong. ” NBA dan berbagai tim telah keluar kandang dengan memijat-mijat situasi. 

Bahkan, NBA meyakinkan kepada Komunis Tiongkok, bahwa Manajer Morey hanya mengekspresikan “pendapat pribadinya.” Disebutkan juga bahwa, Morey tak berbicara atas nama NBA atau dari seluruh liga.

Para pemain dan pemimpin tim NBA, sangat sering menyuarakan keyakinan atau pendapat pribadi mereka tentang keadilan sosial, geopolitik, atau masalah yang menjadi perhatian pribadi. Sangat jarang terdengar dari Komisaris NBA Adam Silver, ketika masalah-masalah tersebut dibahas di luar arena.

Namun, retweet Morey tentang “Standing With Hong Kong” melewati garis merah: dengan mendukung kapitalisme, demokrasi, dan supremasi hukum. Ia telah membuat Komunis Tiongkok naik pitam. Dia membuat marah sebuah rezim yang memenjarakan minoritas agama dan menyensor kebebasan berbicara. 

Manajer Morey telah membuat marah si penguasa pembunuh yang mencuri paksa organ tubuh secara ilegal. Sebuah rezim yang memotong tubuh orang-orang ketika mereka masih hidup, agar ginjal, hati,  paru-paru, kornea, dan kulit untuk dihilangkan dan diubah menjadi komoditas untuk diperdagangkan. 

Mari kita pikirkan apa yang sepenuhnya terjadi.

Morey berdiri untuk kebebasan. Akan tetapi, NBA kini membelakanginya dan mendukung Komunis Tiongkok. Dan, mereka tampaknya mendukung para penjahat tersebut karena satu hal yakni demi uang semata. Tiongkok adalah pasar bernilai miliaran dolar untuk NBA. Sedangkan pikiran soal kehilangan uang telah membuat liga ketakutan.

Terlalu naif berpikir, ketika organisasi semacam itu hanya melindungi kepentingannya dan mengendalikan pemain yang sering berbicara blak-blakan untuk menyampaikan poin pembicaraan kepada pers, dengan kata-kata tidak “mengetahui detail situasi” … atau “belum mendengar banyak tentang hal itu” … seperti dari pebasket Sixers – sebuah julukan Klub NBA Philadelphia 76ers, Ben Simmons dan Kyle O’Quinn pada minggu ini.

Tapi bagaimana dengan bosnya Sixers, Michael Rubin? Eksekutif e-commerce yang kerap terbang dengan helikopternya itu,  tidak pernah kekurangan advokasi untuk alasan kontroversial. 

Lihat saja upayanya dalam kisah Meek Mill — ketika si rapper itu menjadi pejuang reformasi hukum pidana, sembari berupaya menghindari hukuman penjara dalam kasus kepemilikan narkoba dan senjata api. Ketika itu,  Rubin adalah penasihatnya.

Jadi mengapa Rubin bungkam soal Tiongkok ? Dia lebih dari senang duduk berdampingan dengan Meek Mill — mengapa tidak membela cuitan Morey yang tidak bersalah?

Rubin, telah menghasilkan banyak uang dari Tiongkok. Ia terus bertahan untuk mendapatkan uang lebih banyak lagi.  Tahun lalu, ia duduk bersama pembawa acara CNBC “Mad Money” atau “Gila Uang” Jim Cramer untuk berbicara tentang peluang bisnis di Tiongkok.

Dia mengatakan, ketika berbicara tentang merchandise dagangan olahraganya, Fanatics, bahwa dia “harus melihatnya untuk mempercayainya” mengenai “peluang di Tiongkok.”

Dia baru saja meluncurkan produk Fanatics di sana. Ia mengatakan ” Adalah peluang besar. Kami dapat membangun bisnis jutaan dolar di sana.”

Lalu, Apakah uang telah menjadi  segala-galanya ? Tampaknya semuanya hanya tentang peluang keuangan di Tiongkok. 

Bos Rubin sendiri secara pribadi diinvestasikan, selain dari peluang NBA.  Karenanya, setiap kritik terhadap Tiongkok tidak akan dapat diterima dengan baik oleh Komunis Tiongkok. 

Rubin menyimpulkannya dengan baik kepada Cramer saat itu, dengan mengatakan, “Dirinya bukan orang yang ingin meninggalkan bisnis,  selain Sixers, kesetiaan dirinya adalah tentang siapa yang akan menghasilkan uang paling banyak baginya,” hal demikian disampaikannya ketika berbicara tentang penjualan merchandise produk olahraga dan tim pendukung di luar Philadelpia.

Rubin juga mengatakan bahwa ia “memiliki keyakinan inti bahwa Amazon dan Alibaba akan mengendalikan e-commerce di mana pun di dunia.” Nampaknya Rubin mungkin harus mencari miliarder pembangkang Tiongkok, Guo Wengui. Agar dia menjelaskan mengapa pendiri dan mantan ketua eksekutif dari Alibaba, Jack Ma, yang pensiun bulan lalu, kini tidak lagi bersama perusahaannya.

Respons NBA dan ketidakmampuan untuk membela cuitan Morey demi demokrasi dan kebebasan adalah bencana secara total. Tetapi, bungkamnya bos Rubin dan lainnya mungkin lebih buruk.

Faktanya bahwa fans Sixers diusir dari permainan di Philadelphia. Karena, hanya membawa poster yang mendukung demokrasi secara damai. Itu adalah sebuah kemarahan dan harus menjadi cerita nasional Amerika Serikat. 

Saya  sangat ingin mengetahui apakah bos Rubin atau bos tim NBA lainnya menginginkan adanya sponsor di pinggir lapangan yang bertuliskan “Pengambilan Organ: Dibawa ke Anda oleh Komunis Tiongkok.”  

Jika itu terjadi, tentunya akan menjadi mimpi buruk dalam hubungan dengan masyarakat. 

Jon Toomey  pernah menjabat sebagai mantan penasihat legislatif untuk anggota DPR AS di  United States House Committee on Ways and Means – sebuah komite parleman AS yang memiliki yurisdiksi atas semua perpajakan, tarif, dan langkah-langkah peningkatan pendapatan. Follow Jon on twitter @j_toomey1

Artikel Ini terbit di The Epochtimes

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular