Epochtimes Hong Kong

Di luar dugaan Presiden Tiongkok, Xi Jinping berbicara soal urusan internal Partai Komunis Tiongkok saat berkunjung ke Nepal pada 12 Oktober 2019 lalu. Xi Jinping mengatakan bahwa ganjaran ‘hancur lebur’ bagi para separatis Tiongkok. 

Beberapa analis berpendapat bahwa Xi Jinping belakangan ini terus menerima kritikan dari dalam partai sendiri karena masalah Hongkong dan perang dagang. Dengan kian mendekatnya Pleno Keempat Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok, seruan Xi Jinping di Nepal itu,  tampaknya ditujukan kepada sesama anggota partai tetapi berseberangan dengan Xi Jinping. Jadi bukan diarahkan kepada berbagai ‘elemen independen’ dan ‘kekuatan asing’ yang berada di dalam negeri.

Berikut berita selengkapnya. 

Xi Jinping tiba di Nepal pada 12 Oktober 2019 untuk suatu kunjungan kenegaraan. Keesokan harinya, ketika Xi Jinping berbicara dengan Perdana Menteri Nepal Khadga Prasad Sharma Oli. Ada sebuah kalimat yang memicu perhatian dunia luar.

Xi Jinping mengatakan : “Ganjaran ‘hancur lebur’ bagi para separatis Tiongkok di bagian mana pun. Setiap keinginan dari kekuatan eksternal untuk mendukung separatis Tiongkok hanya dianggap sebagai khayalan yang sia-sia oleh rakyat Tiongkok”

Seruan Xi Jinping menyangkut urusan internal komunis Tiongkok itu membuat dunia luar merasa risih. Radio France Internationale mengomentari dengan mengatakan bahwa jarang sekali pembesar negara mengomentari urusan dalam negeri mereka ketika sedang melakukan kunjungan kenegaraan, hal itu untuk menunjukkan bahwa persatuan kesatuan dalam negeri cukup terjamin. 

Namun, apa yang dilakukan Xi Jinping itu dapat dianggap luar biasa, memberi kesan bahwa situasi di Tiongkok lebih mendesak dengan suasana yang serius.

Pengamat percaya bahwa ucapan Xi Jinping memiliki dua makna. Makna pertama adalah seruan terhadap internal. Makna kedua adalah eksternal.

Yang disebut internal, pada saat ini, seruan terutama ditujukan ke Hongkong, diikuti oleh yang di mata rezim Beijing dianggap sebagai kaum pro-kemerdekaan Taiwan, kaum pro-kemerdekaan Xinjiang, kaum pro-kemerdekaan Tibet, kaum pro-kemerdekaan Mongolia dan sebagainya.

Saat ini, situasi di Hongkong di luar kendali dan krisis politik kian mendalam. Cara Xi Jinping menangani Hongkong juga telah menyebabkan banyak kritikan dari dalam tubuh partai. Xi Jinping meminjam kunjungan ke Nepal untuk mengeluarkan peringatan yang keras.

Selain memperingatkan Hongkong, Xi Jinping juga memperingatkan anggota partai agar tidak membawa-bawa masalah sebagai tudingan kesalahan Xi Jinping. Jika tidak, perpecahan bisa terjadi, jangan sampai berdampak akibat “membangunkan harimau yang sedang tidur”.

Share

Video Popular