Erabaru.net. Perusahaan teknologi Tiongkok Tencent secara diam-diam menyiarkan dua pertandingan pramusim NBA. Itu setelah seminggu terjadinya  kontroversi gara-gara cuitan tentang protes Hong Kong. Akibatnya, membuat semua sponsor resmi Tiongkok di liga NBA menunda kesepakatan.

Mengutip dari The Epochtimes edisi Amerika Serikat, Tencent, pada pagi hari 14 Oktober lalu, memainkan dua pertandingan: satu antara Toronto Raptors dan Chicago Bulls di Toronto.  Satu lagi antara Maccabi Haifa Israel dan Minnesota Timberwolves di Minneapolis.

Hanya seminggu  lalu, perusahaan itu menangguhkan siaran pertandingan Houston Rockets setelah Manajer Klubnya, Daryl Morey, menyatakan dukungannya bagi gerakan pro-demokrasi Hong Kong. Kemudian cuitan itu dengan cepat dihapus.

Cuitan itu menjadi heboh di Tiongkok, di mana aksi protes yang sedang berlangsung dipandang sebagai tantangan langsung terhadap rezim Komunis Tiongkok. Akibatnya, Houston Rockets dan mitra bisnis NBA di Tiongkok memutuskan hubungan. Sementara itu, sneaker tim dan merchandise lainnya ditarik dari beberapa toko Nike dan NBA di kota-kota besar Tiongkok.

Tencent kemudian mengumumkan akan menghentikan siaran pertandingan pramusim NBA yang berlangsung di Tiongkok minggu lalu. Media pemerintahan komunis Tiongkok, CCTV  juga menarik siaran dari pertandingan tersebut.

Perusahaan internet Tencent memiliki hak eksklusif untuk menyiarkan streaming NBA di Tiongkok. Tencent merupakan mitra digital liga terbesar di luar Amerika Serikat. Keduanya baru saja menandatangani kesepakatan senilai 1,5 miliar dolar AS pada bulan Juli lalu, memperpanjang kemitraan mereka selama lima tahun.

Jadwal siaran saat ini di Tencent menunjukkan, bahwa semua streaming langsung pertandingan NBA akan dilanjutkan pada 23 Oktober.  Pertandingan Houston Rockets tidak ada dalam daftar jadwal siaran Tencent. Sebanyak  490 juta orang menonton pertandingan NBA musim lalu di platform Tencent, menurut laporan NBA.

Ketika ditanya tentang dimulainya kembali siaran NBA di Tencent, seorang juru bicara kementerian luar negeri mengatakan pada konferensi pers pada 14 Oktober lalu bahwa mereka “umumnya tidak mengomentari perilaku bisnis perusahaan.” Akan tetapi menekankan bahwa “pertukaran olahraga telah memainkan peran positif di Tiongkok– AS dalam hubungan dan persahabatan. “

Tencent menjadi ramai di situs microblogging populer Tiongkok, Weibo, untuk melanjutkan streaming. Pasalnya, banyak netizen pro pemerintah mencela tindakan itu sebagai tindakan “pengkhianatan.” “Sepertinya patriotisme berumur pendek,” tulis seorang netizen.

Langkah itu dilakukan di tengah upaya rezim Komunis Tiongkok untuk menguasai krisis atas kekhawatiran, bahwa reaksi kerasnya terhadap NBA dapat merusak citranya di luar negeri, seperti dilaporkan oleh The New York Times. 

Sementara itu, di Amerika Serikat, NBA menghadapi kecaman atas penolakan awal dari cuitan manajer Klub Houston, Morey. Komisioner NBA, Adam Silver kemudian membela hak Morey untuk mengekspresikan pandangannya tentang Hong Kong. Ia menambahkan, bukan urusan liga untuk mengatur apa yang dikatakan para pemain, karyawan, dan pemilik tim.

Sepuluh anggota parlemen AS dari bipartisan, menulis surat kepada Adam Silver pada 10 Oktober lalu. Isinya menyatakan keprihatinannya atas NBA yang “mengelak” soal kebebasan berbicara selama kabar tersebut.

Anggota Parlemen AS juga mendesak liga untuk menunda kegiatannya di Tiongkok, jika boikot terhadap NBA dan Houston Rockets masih dilakukan.

“Jika tidak bisnis Amerika secara agresif menghadapi kampanye intimidasi ini, pemerintah Tiongkok akan semakin menghukum kebebasan berbicara di luar perbatasan Tiongkok,” demikian tulisan surat bersama itu.

Sementara itu, perusahaan video game AS, Blizzard Entertainment, yang sebagian dimiliki oleh Tencent, banjir dengan kritikan. Banyak yang menduga perusahaan itu tunduk kepada pemerintah Komunis Tiongkok. Dikarenakan, penangguhan kepada pemain karena komentarnya mendukung aksi protes Hong Kong. Tencent mengumumkan sanksi kepada gamer.

Gamer pro Hearthstone Ng Wai Chung, yang lebih dikenal sebagai Blitzchung, menyuarakan dalam bahasa mandarin dengan slogan aksi protes Hong Kong “Bebaskan Hong Kong. Revolusi zaman kita. ”

Hal demikian disampaikannya selama wawancara melalui livestream turnamen Heartstone Grandmasters Asia-Pacific. Blitzchung juga  mengenakan topeng gas yang sedang menjadi simbol protes di Hong Kong

Sebagai tanggapan, Blizzard melarang Ng Wai Chung dari kompetisi selama satu tahun. Blizzard juga membatalkan hadiah uangnya, sebuah langkah yang memicu boikot dari para netizen, gamer dan karyawan.

Blizzard, dalam sebuah pernyataan pada 12 Oktober, mengatakan setelah mempertimbangkan kembali, mereka menentukan penangguhan selama enam bulan. Perusahaan itu menambahkan bahwa “mendorong semua orang untuk berbagi pandangan mereka” adalah bagian dari nilai-nilai inti perusahaan.

Senator Amerika Serikat, Marco Rubio, menyerukan semuanya mengenali apa yang sudah terjadi. Warga yang justru tidak tinggal di Tiongkok harus disensor atau menghadapi pemberhentian dan penangguhan.  Komunis Tiongkok dinilai menggunakan akses ke pasar global sebagai pengaruh untuk menindas kebebasan berbicara secara global.

Mark Kern, mantan karyawan Blizzard yang terkenal dan mantan desainer World of Warcraft, mengatakan keputusan itu dirancang untuk menenangkan rezim Tiongkok. Ia menegaskan, penangguhan itu bukan untuk gamer. Ditambah lagi, Tidak ada permintaan maaf, tidak ada penyesalan, tidak ada perasaan bahwa Blizzard melakukan kesalahan. Ia bergabung dengan memboikot Blizzard untuk mendukung Blitzchung.

Mark mengatakan, hal demikian ditulis untuk menjaga agar para senator AS tidak mendukungnya dan  membuat Tiongkok bahagia. (asr)

Share

Video Popular