Li Yun/Li Quan -NTDTV

Liu Taiying, mantan ketua Komite Manajemen Partai Kuomintang, mengatakan dalam sebuah wawancara dengan “The Liberty Times” – Taiwan pada 14 Oktober 2019 lalu, bahwa perjuangan dalam aksi protes menentang undang-undang ekstradisi saat ini adalah produk dari pertikaian internal komunis Tiongkok. 

Ekologi politik komunis Tiongkok saat ini, wilayah Shanghai merupakan kekuasaan Jiang Zemin atau daerah yang dikuasai Jiang Zemin. Jadi Jiang mengendalikan ekonomi, sementara Xi Jinping mengendalikan militer dan politik.

Menurut Liu Taiying, badai anti undang-undang ekstradisi Hong Kong sebenarnya adalah medan pertempuran antar elite di internal komunis Tiongkok. Jika tidak, kenapa bisa tertunda begitu lama? 

Di belakangnya adalah kelompok Jiang Zemin. Sementara Xi Jinping juga jelas bukan sosok pemimpin yang lemah. Jadi Jiang Zemin menugaskan Han Zheng untuk menangani insiden di Hong Kong. Menurut Liu Taiying, Han Zheng adalah satu-satunya orang Jiang Zemin di Politbiro saat ini. Jika tidak ditangani dengan baik, Xi Jinping akan memanfaatkan peluang itu untuk mendepak Han Zheng. 

Namun, pada saat itu, Jiang Zemin pasti akan melakukan serangan balik, dan mengatakan bahwa itu adalah perintah Xi Jinping. Xi Jinping yang menugaskan Han Zheng untuk menangani masalah Hong Kong. Pertempuran seperti itu tidak akan menyelesaikan masalah. Awalnya, semua orang berpikir masalah itu akan selesai sebelum hari ulang tahun komunis Tiongkok 1 Oktober 2019, tapi akhirnya belum terselesaikan juga hingga sekarang.

Pada 8 September 2019, warga Hong Kong ,menggelar aksi dari Chater Garden di Central untuk berbaris ke Konsulat AS. Gambar menunjukkan bahwa pada malam hari, polisi anti huru hara menangkap orang-orang di Causeway Bay. (Song Bilong / Epoch Times)

Hong Kong selama ini menjadi tempat utama perebutan kekuasaan antar jajaran elite Zhongnanhai. Kantor Dewan Negara Urusan Hong Kong dan Makau selama ini dikendalikan tokoh kedua faksi Jiang Zemin yakni Zeng Qinghong dan mantan anggota Komite Tetap Zhang Dejiang.

Sedangkan Han Zheng, Yang Jiechi, Zhang Xiaoming dan Wang Zhimin yang juga menangani urusan Hong Kong dan Makao adalah orang-orang dari faksi Jiang Zemin.

Han Zheng adalah anggota Komite Tetap Biro Politik Komunis Tiongkok, yang secara terbuka mendukung revisi “Ordonansi pelanggar hukum” Carrie Lam. Sebelum awal Juli 2019, Han Zheng dua kali berada di pos militer Tentara Pembebasan Rakyat – PLA di Shenzhen untuk mengamati situasi di Hong Kong dalam jarak dekat. 

Menurut laporan media Hong Kong, Zhang Xiaoming mungkin telah dipecat dari jabatannya, sementara Wang Zhimin akan dimutasi setelah Sidang Paripurna Keempat. 

Ditambah dengan rotasi posisi personil di Kantor penghubung dan Kantor Urusan Hong Kong dan Makau baru-baru ini. Hal itu dipandang sebagai persiapan Xi Jinping untuk mempromosikan orangnya, yakni Chen Dongjin sebagai wakil sekretaris Kantor Penghubung Tiongkok di Hong Kong. Sedangakan Zhao Kezhi, Menteri Keamanan Publik Komunis Tiongkok, menjabat sebagai wakil kepala di Kantor Urusan Hong Kong dan Makau.

Share

Video Popular