Li Yun/Fan Ming – NTDTV

Selama dua bulan terakhir, kasus yang diklaim “bunuh diri” dan menghilangnya anak-anak muda yang mencurigakan di Hong Kong meningkat tajam.  Pada Senin (14/10/2019) ada yang mengunggah artikel di Twitter. Tulisan itu mengatakan bahwa lebih dari 20.000 personel keamanan publik, polisi bersenjata dan agen rahasia komunis Tiongkok telah memasuki Hong Kong.  Seperti dilaporkan NTDTV.com, pasukan Komunis tiongkok yang masuk ke Hong Kong dibagi menjadi dua tim untuk melakukan tugas yang disebut sebagai “penegakan hukum.”

Salah satu tim menyamar sebagai petugas kepolisian Hong Kong untuk melakukan penangkapan dan membubarkan demonstran di lokasi. Sementara itu, tim lainnya, yakni “Agen rahasia” melakukan penyadapan, penculikan dengan segala cara dan menangkap demonstran secara diam-diam, dan menghabisi korban bila perlu.

Dalam aksi protes anti ektsradisi Hong Kong yang telah berlangsung selama lebih dari empat bulan, selalu ada berita tentang polisi Hong Kong berkolusi dengan gangster dan penindasan berdarah. Aksi itu dilakukan terhadap para demonstran oleh polisi bersenjata komunis Tiongkok yang menyamar di jajaran personel polisi Hong Kong.  

Pada Senin, 14 Oktober 2019, dua netizen memosting beberapa tweet-nya mengatakan, bahwa ada dua tim pembunuh gelap di Hong Kong yang menargetkan demonstran.

Salah satunya adalah pasukan polisi Hong Kong, dan pasukan keamanan publik Tiongkok serta polisi bersenjata yang dikerahkan oleh Biro Keamanan Umum Guangdong ke Hong Kong. Aparat itu menyamar sebagi polisi Hong Kong dengan mengenakan seragam kepolisian Hong Kong.  Pasukan gabungan itu bersama-sama dengan Kepolisian Hong Kong yang bertugas membubarkan, memukul, menangkap dan membersihkan lokasi dari kerumuman massa demonstran.

Karena mendapat instruksi/perintah dari pucuk pimpinan, polisi yang berseragam akan menggunakan kekuatan semena-mena tanpa pertimbangan apa pun dalam proses penangkapan kawanan demonstran. Mereka akan mendapat perlindungan dari atasannya tanpa konsekuensi hukum.

Sebagian besar demonstran yang ditangkap akan dituntut oleh jaksa melalui proses peradilan, kemudian digiring ke pengadilan untuk persidangan. Dalam proses peradilan itu, biasanya tidak akan mengalami pemaksaan pengakuan berupa pernyataan bersalah yang dipaksakan, pelecehan seksual, penghilangan korban, klaim bunuh diri yang dibunuh atau penghilangan jasad.

Sejumlah kecil orang yang ditangkap, jika polisi menganggap mereka sebagai demonstran adalah tokoh inti dari demonstrasi. Maka, mereka akan secara diam-diam diserahkan ke agen rahasia lain untuk menjalani sidang pemaksaan.

Umumnya, sebagian besar demonstran yang ditangkap itu akan dituntut jaksa melalui proses peradilan, kemudian digiring ke pengadilan untuk pemeriksaan, dan tidak akan mengalami pemaksaan pengakuan berupa pernyataan bersalah yang dipaksakan.

Tim lainnya adalah pasukan polisi yang independen atau berdiri sendiri di luar Kepolisian dan hukum Hong Kong, secara langsung di bawah komando Departemen Keamanan Nasional Beijing dan Kantor Keamanan Nasional Guangdong. Polisi Hong Kong harus bekerja sama tanpa syarat dengan pasukan ini, yang mana 100% agen rahasia-nya dibentuk oleh personil keamanan nasional Tiongkok.

Pasukan rahasia ini terutama bertugas melakukan penyadapan rahasia, melacak, menculik, memaksakan pernyataan bersalah secara paksa, membunuh dan menghilangkan jejak tokoh-tokoh inti dari demonstransi. Tujuannya adalah untuk mengetahui tokoh-tokoh inti dari demonstrasi dan para demonstran. 

Share

Video Popular