Harapan

Ketika itu, Kesehatan Li dengan cepat memburuk karena banyak tugasnya selama dalam penahanan. Kakinya pernah terinfeksi karena kondisi penjara yang tidak bersih. Dulu perutnya bengkak sehingga tampak seperti orang sedang hamil. Matanya juga sering memerah.

Pada satu titik, nanah hitam mulai keluar dari pusarnya. Dia sering pingsan, kadang-kadang beberapa kali sehari. Para narapidana yang dekat dengannya khawatir dia tidak akan berhasil. Li mengatakan bahwa pada satu titik dia merasa bahwa “setiap sel tubuhnya dalam keadaan sekarat.”

Dia juga pernah melihat orang-orang merenggang nyawa di sekitarnya. Seorang praktisi wanita tewas karena mati lemas setelah polisi menutup mulutnya dengan selotip untuk mencegahnya meneriakkan kata-kata “Falun Dafa Hao atau Falun Dafa Baik.”

“Anda tidak tahu apakah hidup Anda masih akan ada pada saat berikutnya,” kata Li mengingat penindasan yang dialaminya pada saat itu. 

Akan tetapi satu pemikiran membuat jiwa Li tetap hidup: Dia ingin menjadi saksi penderitaan yang diderita dirinya dan orang lain — dan menceritakannya kepada dunia. “Di masa depan, saya akan melaporkan kejahatan  Komunis Tiongkok ke Amerika,” demikian perkataan Li pada dirinya sendiri kala itu.

Beberapa orang yang baik hati juga memberikan dukungannya selama dia ditahan.  Dia pernah menerima catatan dari seorang pemimpin unit di Masanjia yang mengatakan, “Tolong hargai apa yang kamu miliki.”

Li memenuhi janjinya ketika dia berhasil melarikan diri ke Amerika Serikat pada Juli 2016 silam. Benar saja, dua minggu setelah dia tiba di AS, ia berdiri tegak di depan konsulat Tiongkok di New York. Ketika itu,   memperingati berlangsungnya penganiayaan terhadap Falun Gong di Tiongkok. Ia berharap kisahnya dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk menyadari kejinya kebrutalan dan mengakhiri kampanye penganiayaan Komunis Tiongkok.

Kepada Pemerintah dan rakyat Amerika, serta semua yang percaya kepada prinsip kebenaran, Li Dianqi  memohon kepada orang-orang untuk membantu agar suatu hari bisa kembali ke tanah airnya. Bersama dengan  orang-orang yang berlatih Sejati-baik-Sabar, dunia akan menjadi tempat yang lebih baik. (asr)

Share

Video Popular